Perbedaan Jenis-jenis Sake

Apakah selama ini Anda menganggap semua sake itu sama?

Ikhtisar

Kalau Anda berpikir sake itu adalah minuman bening, tanpa warna dengan penampilan seperti air putih biasa, Anda belum tahu banyak soal sake! Minuman yang satu ini sebenarnya memiliki banyak tipe, mulai dari yang segar hingga yang tua, yang biasa hingga yang sparkling, yang bening hingga padat, manis hingga gurih!

Yuk cari tahu mengenai lima jenis sake khusus berbeda yang mungkin akan Anda temui!

5 Gaya Sake Khusus

  • Sparkling Sake: Rasanya manis (namun tidak seperti sampanye, sake tidak mengandung gula tambahan!), dengan kadar alkohol dan busa yang rendah. Ini jenis sake yang relatif baru, diperkenalkan sekitar tahun 2010 dan terbukti sangat populer di antara orang-orang Jepang dan orang-orang barat. Rasanya bervariasi mulai dari manis hingga sangat kering, dan aromanya mencakup buah persik, melon, atau buah-buah tropis.
Akashi Tai sparkling sake
Akashi Tai sparkling sake (Photo: Akashi Sake Brewery)
  • Koshu (sake tua): Semua sake harus berusia enam bulan sebelum dikemas dalam botol, dan meski tidak ada peraturan khusus mengenai usia sake untuk Koshu, jenis sake yang ini biasanya dibiarkan hingga berusia tiga tahun sebelum akhirnya dikonsumsi. Beberapa bahkan berusia lima, sepuluh, hingga empat puluh tahun! Wadahnya berbeda-beda, dan disimpan dalam suhu yang berbeda-beda pula (terkadang hingga di bawah titik beku). Menunggu hingga sake berusia tua berdampak pada perubahan warna yang menjadi keemasan, kuning kecokelatan, atau cokelat kemerahan. Baunya terasa seperti jamur, sedangkan rasanya biasanya sangat kaya dan manis seperti Port atau Madeira.
Dua tipe koshu yang didiamkan dalam waktu yang berbeda-beda
Dua tipe koshu yang didiamkan dalam waktu yang berbeda-beda (Foto: )
  • Negorizake: Adalah jenis sake yang hanya disaring secara kasar (sedangkan kebanyakan jenis sake lainnya disaring secara penuh), yang membuat minuman ini terlihat keruh. Meski ampasnya akan tetap berada di dalam minuman, sake jenis ini memiliki tekstur yang akan mengisi mulut dengan rasa yang lebih creamy. Aromanya? Menggugah seperti yogurt dan produk susu manis.
Nigorizake yang keruh
Nigorizake yang keruh (Foto: )
  • Teruzake: Sebelum dikonsumsi, sake dengan aroma herbal ini didiamkan dulu hingga bertahun-tahun di dalam sebuah tong kayu pohon cedar yang disebut dengan istilah "taru". Dari taru inilah aroma herbal yang khas, serta nama dari sake ini berasal.
Taruzake didiamkan dalam tong, dan bahkan terkadang dikonsumsi langsung dari wadahnya!
Taruzake didiamkan dalam tong, dan bahkan terkadang dikonsumsi langsung dari wadahnya! (Foto: )
  • Genmaishu: Kalau kebanyakan sake diolah dari beras halus (yang berwarna putih) di mana bagian kulit dan luarannya sudah dibuang, sake yang satu ini terbuat dari beras kasar yang masih berwarna kecokelatan. Pada tahun 2002, sebuah perusahaan pengolah sake bernama Akashi Sake Brewery memproduksi genmaishu untuk pertama kalinya, yang sudah didiamkan selama beberapa waktu sebelum dikemas dalam botol. Sake ini memiliki warna dan rasa yang mirip koshu dengan gayanya yang kering, dan akan memiliki rasa yang lebih kaya dan lezat apabila didiamkan lebih lama lagi.
Sake Akashi Tai Genmai dengan rasa kokoa yang kaya
Sake Akashi Tai Genmai dengan rasa kokoa yang kaya (Photo: Akashi Sake Brewery)

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

29
1

Gabung diskusi

Novia Mardasari 2 tahun yang lalu
i like the first one, Sparkling Sake hahaha
Kembali ke konten

Thank you for your support!

Your feedback has been sent.