La Ceiba

Masakan organik segar di Hagi tengah

Oleh Mandy Bartok   

Untuk suatu cita rasa segar dan terinspirasi dari Italia, pergilah ke restoran kecil La Ceiba, tersembunyi di balik pusat perbelanjaan di Hagi tengah.

La Ceiba buka untuk makan siang tiap hari kecuali Minggu, dan masakan yang dijual pada tengah hari adalah paket-paket terbaik. Meski bisa memesan secara satuan alias a la carte, set makan siang menawarkan sesuatu yang sesuai dengan harganya. Ada banyak yang bisa dipilih, mulai dari pilihan berbahan dasar daging, bahan dasar ikan dan yang seluruhnya berbahan sayuran untuk vegetarian. Ada pula pilihan pasta, yang biasanya dicampur dengan bahan-bahan tradisional Jepang (seperti kerang) dengan saus Italia pada umumnya (seperti pesto atau saus krim).

Set makanan terdiri dari banyak sajian. Dimulai dari salad atau sepiring makanan pembuka berbahan dasar sayuran (cari menu musiman terbaik, seperti labu, akar teratai atau kubis-kubisan). Set juga terdiri dari sup, yang pada saat kami pergi kesana, disajikan setelah makanan utama. Porsi untuk makanan utamanya sendiri sangat besar dan terdapat pilihan roti atau nasi. Rotinya disajikan dengan mentega berisi rempah-rempah, yang membuat saya menyesal karena memilih nasi! Biasanya, set makanan tidak termasuk pencuci mulut tapi kalau mau, ada banyak pilihan sajian manis rumahan seperti cheesecake stroberi atau keik cokelat. (Sebagai alternatif, ada pula sekeranjang kue berbahan dasar kacang tanpa tepung yang dibuat oleh tukang roti setempat, dan dikemas dalam keranjang oleh kasir. Belilah satu untuk dinikmati di perjalanan.)

La Ceiba memiliki parade minuman (kopi dan berbagai jenis teh), tapi akan lebih memuaskan jika mengeluarkan 400 yen untuk mencoba ginger ale nya yang segar.

Ruang makan La Ceiba tergolong nyaman, dengan hanya empat meja utama dan bar dengan empat bangku di depan koki. Pada saat cuaca sedang bagus, restoran ini membuka teras sampingnya dimana tamu bisa bersantai-santai sambil menikmati santapannya. (Kalau khawatir tiba saat restoran sedang penuh - dan mereka benar-benar membuat beberapa calon pengunjung pergi karena tempat itu penuh - JapanTraveler bisa menelepon terlebih dahulu untuk melakukan reservasi meja.)

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Mandy Bartok

Tinggalkan komentar