Kuil Motonosumi Inari

Kuil di pinggir pantai dengan 123 gerbang torii

Oleh Tom Roseveare   16 Agt 2018

Di sebelah utara Kota Nagato, Yamagata, Kuil Motonosumi Inari (元ノ隅稲成神社) dengan 123 gerbang torii merahnya telah menarik perhatian para pengguna Instagram yang sedang mencari sesuatu yang berbeda dan sempurna untuk ditambahkan di ulasan mereka.

Kuil yang unik ini memberikan pemandangan laut yang mengesankan. Sebuah terowongan merah terbentuk dari deretan gerbang torii yang menuju ke pinggir tebing, mengarah ke Laut Jepang. Para pengunjung mungkin telah mengetahui tentang Kuil Fushimi Inari yang ada di Kyoto. Kuil Motonosumi Inari ini mempunyai kemiripan dengan Fusimi Inari, apalagi kalau bukan karena gerbang torii merahnya. Namun, kuil yang berada di Nagato ini disebut-sebut sebagai tempat yang lebih indah. Kuil ini adalah Fushimi Inari versi terpencil dan tenang, berkat pemandangan alam yang mengagumkan, sedikitnya pengunjung yang datang dan panorama laut.

The Motonosumi Inari Shrine, Yamaguchi (Photo: TsuruSho7 (CC BY 4.0))

Tentang Kuil Motonosumi Inari

Kuil Motonosumi Inari dikonstruksi pertama kali pada tahun 1955 oleh nelayan lokal. Dikatakan bahwa nelayan tersebut mendapatkan ilham dari seekor rubah putih di mimpinya - di kuil ini, dewa rubah yang ada berasal dari Kuil Taikodani Inari yang ada di daerah dekat dekat dengan Nagato, Shimane. Kuil selesai dibangun setelah 123 gerbang torii ditambahkan.

Looking out over the ocean (Photo: Kota Hasegawa)

Seperti kuil lainnya, kotak persembahan biasanya ditempatkan di pintu masuk. Yang mana para pengunjung mulai memasuki area kuil - Di Kuil Motonosumi Inari, kotak persembahan ini dapat ditemukan di atas torii pertama yang ada di pintu masuk kuil menuju tempat utama. Dipercaya bahwa siapa saja yang dapat melempar koin dan masuk ke dalam kotak tersebut, keinginannya akan dikabulkan - jadi kenapa Anda tidak mencobanya!

Cara ke sana

Motonosumi Inari Shrine is 20 minutes by taxi/car from JR Nagato Furuichi station.

Ditulis oleh Tom Roseveare
Manajer Japan Travel
Diterjemahkan oleh Odilia Sindy Okinawati

Tinggalkan komentar