Ramen Orikyuu

Ramen yang pantas untuk ditunggu!

Oleh Laura Welch   

Ketik Anda pergi ke Ochiai untuk mencicipi ramen, terdapat satu tempat yang tidak boleh Anda lewatkan. Orikyuu, yang sebelumnya berada di area Oritate (yang sekarang menjadi namanya), sangat populer di mana pada jam sibuk, pengunjung harus rela mengantre hingga satu jam lamanya.

Kebanyakan pengunjung pergi ke Orikyuu dengan mobil, namun Anda bisa mengaksesnya dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Stasiun Rikuzen-Ochiai. Apabila Anda ingin menghindari keramaian, waktu terbaik untuk berkunjung adalah sekitar jam 5 sore (ketika layanan sore hari dimulai), di mana kebanyakan orang selesai bekerja.

Seperti kedai ramen kecil biasanya, dapur dapat dilihat dari area makan. Suasananya tenang ketika sedikit pengunjung yang datang, namun kedai ini cukup terang, dan juga bersih. Terdapat TV yang menayangkan saluran lokal yang bisa dilihat sembari menikmati ramen. Tisu untuk hidung yang meler atau tidak sengaja menumpahkan kuah tersedia di meja dan sepanjang konter bersama dengan botol air untuk mengobati rasa haus atau pedas bersama dengan set bumbu (tujuh macam cabai, minyak cabai, kecap, dan mirin).

Menu hanya tersedia dalam Bahasa Jepang, namun dapat dikenali sebagai berikut: yang paling terkenal adalah ramen miso merah yang pedas. Sedangkan miso putih tidak pedas sama sekali. Terdapat pula menu menarik seperti ramen susu kedelai. Makanan pendamping (untuk para pengunjung yang masih lapar) juga tersedia, seperti miso onigiri (bola nasi) dan gyoza. Semua miso yang digunakan berasal dari Sendai, yang membuatnya benar-benar menjadi kedai lokal.

Ramen miso merah adalah yang paling terkenal, di mana kebanyakan para pengunjung mencobanya. Namun karena rasanya yang pedas, saya memilih ramen miso putih dengan ekstra sayuran. Setelah menunggu sebentar, pesanan saya berupa semangkuk besar mie rebus yang harum pun datang. Sayurannya menumpuk di bagian atas, bersama dengan irisan daging babi yang meleleh di mulut saya. Saya merasa puas dengan porsi mie yang ada - membuat saya kenyang. Setiap gigitannya mempunyai rasa yang sedikit berbeda di mana itu adalah rasa yang berasal dari kombinasi bahan yang ada dan kaya.

Setelah menghabiskan ramen yang lezat tersebut, dan karena saya belum pernah mencoba ramen susu kedelai sebelumnnya, saya kembali lagi ke kedai ini. Penampilannya sama seperti dengan apa yang saya bayangkan, berwarna pucat dan sedikit lembut, dengan tipikal ramen yang berkilau karena minyak yang ditaburkan diatasnya. Rasanya sedikit berbeda dengan apa yang saya harapkan, di mana ramen ini ternyata adalah ramen berdasar garam dan rasanya cukup kuat. Susu kedelai rasanya sangat halus, sehingga minyak yang ada lebih terlihat. Mungkin susu kedelai ini memiliki kontribusi terhadap kuahnya, yang mana memberikan rasa biji-bijian pada ramen dasar miso dan rasa halus pada ramen dasar kedelai. Teksturnya berbeda di mana sangat halus. Rasanya sangat lezat, bahkan untuk pengunjung yang biasanya menghindari ramen dasar garam.

Pembayaran dilakukan ketika Anda selesai makan - Anda mungkin harus memanggil staf yang akan mengecek pesanan dan kemudian pergi ke kasir. Kedai ini menerapkan paper-free, di mana tidak ada struk pembayaran yang akan Anda terima.

Tidak ada yang lebih lokal dari Orikyuu, dengan menggunakan bahan lokal yang melayani pengunjung lokal yang bergerombol. Ini adalah kedai yang tidak boleh dilewatkan bagi para penggemar ramen!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Odilia Sindy Okinawati

Odilia Sindy Okinawati @odilia.djoenar

Travel is my soul!

Artikel asli oleh Laura Welch

Tinggalkan komentar