10 Atrakasi Terbaik di Iwate

Menjelajahi destinasi terbaik Prefektur Iwate, Tohoku

Prefektur Iwate adalah prefektur terbesar kedua di Jepang yang menjadi rumah bagi objek-objek bersejarah, pemandangan alam yang kaya, dan berbagai kawasan pedesaan. Dipenuhi dengan sambutan hangat penduduk setempat dan cerita rakyat dari masa lalu, Iwate adalah surga bagi para petualang yang ingin menjelajahi sisi otentik dan indah Jepang.

Terletak tepat di utara Tokyo di wilayah Tohoku, Iwate adalah lokasi yang beragam secara geografis. Garis pantai berbatu dan pantai berpasir membentang di sepanjang sisi Pasifik sementara pegunungan yang menjulang tinggi dan hutan lebat memisahkan barat di sepanjang perbatasan dengan Prefektur Akita. Perubahan musim yang dinamis membuat Iwate layak dikunjungi pada semua musim.

Di bawah ini adalah 10 hal terbaik yang harus dilakukan di Prefektur Iwate tanpa urutan tertentu:

1. Hiraizumi - Situs Warisan Dunia UNESCO

Di luar Kuil Chusonji - Hiraizumi
Di luar Kuil Chusonji - Hiraizumi (Foto: ©CHUSONJI TEMPLE)

Hiraizumi adalah kota kuno yang pernah menyaingi Kyoto. Pusat kekuasaan dari Hiraizumi Fujiwaras dan ibu kota Oshu, Hiraizumi adalah pusat budaya dan kota terbesar dari sebuah keluarga yang pernah menguasai sepertiga Jepang sebelum dikalahkan dan dihancurkan. Hiraizumi sekarang menjadi tujuan warisan dunia yang dipenuhi dengan kuil, taman, dan kekayaan alam. Objek paling terkenal dari destinasi ini antara lain Kuil Chusonji, Taman Kuil Motsuji, dan Takkoku no Iwaya. Di dalam Chusonji, aula emas Konjikido adalah bangunan asli yang dilapisi dengan daun emas baik di dalam maupun di luar dan berasal dari tahun 1124.

Chusonji Temple
中尊寺
  • Koromonoseki-202 Hiraizumi, Nishiiwai District, Iwate 029-4102
  • 8:30 - 17:00 (Sedang beroperasi)
  • ¥800

2. Genbikei Gorge / Geibikei Gorge

Genbikei Gorge
Genbikei Gorge (Foto: Geoff Day)

Terletak di dekat Hiraizumi yang merupakan dua surga alam yang menakjubkan dengan nama yang mirip. Ngarai Genbikei adalah yang paling terkenal dari keduanya, memiliki jalan setapak dan jembatan yang melintasi jurang dengan pemandangan sungai, tebing, dan hutan sekitarnya yang spektakuler. Ngarai Geibikei, yang satunya lagi, dapat ditelusuri dengan perahu sungai dan menawarkan pemandangan yang mengesankan dari bawah sambil memandang ke sisi tebing yang mencapai ketinggian 100 meter. Perlu dicatat bahwa kedua ngarai ini sangat menawan dan fotogenik selama musim gugur di awal November.

Genbikei Gorge
厳美渓
  • 021-0101 Iwate, Ichinoseki, Genbicho, Takinoue, 地内
Geibikei Gorge
猊鼻渓
  • 467 machi, Nagasaka, Higashiyama-cho, Ichinoseki, Iwate 029-0302
  • 9:30 - 15:00 (Closed now)
  • ¥1800

3. Pantai Sanriku dan Jalur Kereta Sanriku

Jalur Kereta Sanriku
Jalur Kereta Sanriku (Foto: @ Sanriku Railways)

Pantai Sanriku membentang dari Miyagi hingga Prefektur Aomori dengan bentangan terpanjang di sepanjang garis pantai Pasifik Prefektur Iwate. Ada sejumlah tempat di sepanjang garis pantai untuk disebutkan (lihat tempat nomor empat hingga enam), tetapi salah satu yang menyenangkan di Prefektur Iwate adalah menjelajah jalur Kereta Sanriku bergaya retro. Jalur kereta ini berhenti di semua tempat wisata dan menyajikan makanan lokal, meja kotatsu dengan selimut pemanas pada musim dingin, dan banyak lagi. Jalur Kereta menjadi latar belakang acara TV Ama-chan yang sangat populer dan telah menjadi simbol pemulihan Jepang sejak dibuka kembali pada tahun 2014.

4. Pesisir Pantai Kosode / Penyelam Laut Ama

Penyelam Ama
Penyelam Ama (Foto: Geoff Day)

Nama dari acara TV Ama-chan yang terkenal berasal dari penyelam Ama, penyelam wanita yang menangkap bulu babi dan abalon. Para penyelam secara tradisional adalah istri nelayan yang harus menjaga dan memberi makan keluarga saat suami mereka pergi. Kebanyakan Ama dapat menahan napas selama sekitar satu menit dan menangkap sepuluh bulu babi dalam sekali penyelaman. Kosode Ama Center menampilkan sejarah Ama, di mana tiap Juli hingga September diadakan demonstrasi menyelam gratis. Anda dapat makan bulu babi panggang yang baru ditangkap di sini! Pesisir Pantai Kosode adalah rumah bagi Kota Kuji (inspirasi untuk Kota Kita-sanriku di Ama-chan) dan salah satu pesisir pantai paling indah di Taman Nasional Rikuchi Kaigan.

5. Pantai Jodogahama

Pantai Jodogahama
Pantai Jodogahama (Foto: Geoff Day)

Jodogahama adalah salah satu dari beberapa pantai yang memisahkan garis pantai berbatu di garis pantai Sanriku Iwate. Pantai ini adalah salah satu situs paling ikonis di sepanjang pesisir pantai dan memiliki garis pantai yang dipenuhi kerikil putih. Tur perahu akan membawa pengunjung melewati perairan yang tenang untuk melihat pulau-pulau berbatu di dekatnya, serta formasinya dari dekat. Bahkan ada beberapa gua yang bisa diakses dengan perahu wisata! Meskipun bukan jenis pantai untuk berenang, pemandangan di sini sangat unik dan mungkin menjadi alasan mengapa dinamai "Tanah Suci" yang berdasarkan konsep Buddha tentang surga.

6. Gua Batu Kapur Ryusendo

Gua Ryusendo
Gua Ryusendo (Foto: Japan Explorers / Shutterstock.com)

Ryusendo adalah salah satu gua kapur terbesar di Jepang yang diperkirakan panjangnya lebih dari 5.000 meter meskipun masih belum dieksplorasi sepenuhnya. Tur gua ini melewati tiga danau bawah tanah yang dipenuhi dengan air hijau zamrud, yang paling dalam sekitar 90 meter. Jalan setapak dan lengkungan kayu dibangun melalui gunung di sepanjang sungai bawah tanah untuk dilalui pengunjung. Meskipun tidak tersedia dalam tur tersebut, gua-gua tersebut juga menampung danau bawah tanah terdalam di Jepang dengan kedalaman lebih dari 120 meter. Bagi yang berminat, ada juga beberapa jenis kelelawar yang bisa disaksikan di dalam gua.

Ryusendo Cave
龍泉洞
  • 1-1 Aza Kannari, Iwaizumi, Iwaizumi Town
  • 8:30 - 17:00 (Sedang beroperasi)

7. Desa Tono Furusato

Desa Tono
Desa Tono (Foto: Geoff Day)

Terletak di pusat Iwate, Desa Tono Furusato kaya akan budaya dan dikenal sebagai "Kota Cerita Rakyat". Tono adalah negeri dongeng kuno dan merupakan rumah dari Kappa nakal, makhluk fantasi yang hidup di air dan dikenal suka mempermainkan manusia. Desa ini menawarkan pengalaman baru untuk melihat kehidupan pertanian tradisional dan pengalaman budaya melalui berbagai aktivitas dan pertunjukan. Dari festival cerita rakyat, aktivitas menanam padi, hingga memanah sambil menunggang kuda, Tono menangkap semangat pedesaan Jepang. Pastikan untuk memeriksa terlebih dahulu tanggal festivalnya.

8. Pertanian Koiwai

Pertanian Koiwai
Pertanian Koiwai (Foto: Geoff Day)

Untuk pemandangan pedesaan Jepang yang lebih modern, pengunjung dapat menikmati pertanian pribadi terbesar di Jepang. Dulu, tanah ini merupakan sepenuhnya abu vulkanik, tetapi telah diubah selama 120 tahun terakhir menjadi padang rumput dan tanah hijau yang hidup. Koiwai adalah tujuan wisata terkenal sebagai pelarian untuk terapi pedesaan dan terkenal dengan produk susu, pertunjukan hewan, dan langit berbintang yang indah. Lihat bangunan pertanian yang berfungsi seperti lumbung dan silo ternak dan berpartisipasilah dalam aktivitas seperti pemintalan wol, tur bus traktor untuk terapi hutan, mengaduk mentega, dan banyak lagi. Ada banyak kesempatan bersantap dan berbelanja untuk mencicipi produk lokal seperti keju, es krim, susu, daging sapi, domba, dan lainnya.

9. Resor Ski Appi Kogen

Resor Ski Appi Kogen
Resor Ski Appi Kogen (Foto: Geoff Day)

Appi Kogen adalah salah satu resor ski terbesar di Jepang, terkenal dengan lereng ski, sumber air panas, dan banyak hotel. Appi adalah impian bagi pencinta olahraga musim dingin dengan lebih dari 20 jalur, 16 lift, dan jalur ski terpanjang di Jepang dengan jarak lebih dari 2 km. Musim ski biasanya berlangsung dari awal Desember hingga awal Mei. Bagi mereka yang tertarik dengan pengalaman musim panas, ada banyak alasan untuk mengunjungi tempat ini juga. Resor ini memiliki empat lapangan golf, peternakan, tamasya gondola, jalur alam, klub olahraga, dan banyak lagi. Acara seperti barbekyu luar ruangan dan festival kembang api saat musim panas dapat ditemukan di situs web resmi.

10. Pilihan Kuliner Iwate / Mie Morioka

Iwate dipenuhi dengan berbagai makanan meliputi produk susu, daging sapi, dan bulu babi yang semuanya merupakan pilihan lokal berkualitas tinggi.

Di luar kelimpahan makanan dari pertanian dan laut, bagaimanapun Iwate paling terkenal dengan hidangan populer dari jenis mie yang sering disebut "Tiga Mie Terbaik Morioka."

Wanko Soba, merupakan pengalaman kuliner dan budaya dengan semangkuk kecil soba yang disajikan secara individual dan berurutan oleh seorang pelayan. Lauk-pauknya terdiri dari berbagai sayuran, rempah-rempah, dan daging untuk menghidupkan cita rasa mie. Info lebih lanjut.

Wanko Soba
Wanko Soba (Foto: Geoff Day)

Jajamen adalah hidangan mie mirip udon yang disajikan dengan saus miso daging, mentimun, dan daun bawang. Ubah rasa sesuai selera dengan berbagai bahan seperti jahe, bawang putih, cuka, dan minyak cabai. Info lebih lanjut.

Jajamen
Jajamen (Foto: Geoff Day)

Morioka Reimen adalah hidangan mie lezat ketiga dan merupakan hidangan mie dingin yang terbuat dari mie kenyal, daging sapi, kimchi, mentimun, telur rebus, dan buah. Supnya bisa sangat pedas sehingga buahnya (biasanya apel, pir, atau semangka) bisa menenangkan tenggorokan Anda.

Morioka Reimen
Morioka Reimen (Foto: Geoff Day)

Cara ke sana

Iwate terhubung ke Jepang secara publik melalui jalur kereta dan rute bus. Kereta cepat Shinkansen menghubungkan Tokyo ke ibu kota Morioka, yang biasanya berfungsi sebagai basis untuk tamasya, dalam waktu sekitar 145 menit dengan Tohoku Shinkansen. Halte Shinkansen utama lainnya adalah Ichinoseki di selatan Morioka, nyaman untuk mengakses Hiraizumi. Bus adalah pilihan yang lebih murah dan berangkat secara teratur dari Tokyo. Jika Anda ingin menjelajahi Iwate secara menyeluruh, mobil sewaan mungkin merupakan solusi terbaik untuk kebebasan penuh.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
JapanTravel Featured

Difitur di Japan Travel

Advertising feature

Tinggalkan komentar