Sehari di Nagoya

Wisata sejarah hingga kuliner, bisa dilakukan semuanya!

Oleh Vicky Amin   

Tak banyak yang melirik Nagoya. Meski merupakan sebuah ibukota prefektur, yakni Prefektur Aichi, dan merupakan kota terpadat ke-4 di Jepang, dengan lokasi yang sebenarnya tidak begitu jauh dari Kyoto dan Osaka, Nagoya seringkali terlupakan dan hanya dilewati oleh para wisatawan dari Tokyo menuju dua kota besar andalan Jepang lainnya itu.

Padahal, Nagoya memiliki sejarah dan budaya yang sangat panjang—menyisakan banyak tempat penting yang patut dikunjungi siapapun yang kebetulan melewatinya. Kabar baiknya, semua itu bisa dijelajah meski hanya punya waktu satu hari!

Kastil Nagoya

Mulailah pada pagi hari, dan langsung menuju salah satu atraksi utama Nagoya: kastilnya. Kompleks bersejarah ini sangat luas, belum termasuk taman dan bangunan-bangunannya, sehingga kemungkinan Anda akan menghabiskan setengah hari di sini. Kastil Nagoya alias Nagoya-jo didirikan pada Zaman Edo, merupakan rumah dari salah satu cabang keluarga paling berkuasa di Jepang, Tokugawa. Tak heran kalau kastil ini merupakan salah satu yang terbesar di Jepang, dan otomatis membuat pemukiman di sekitarnya, Kota Nagoya itu sendiri, menjadi kota terbesar ke-4.

Menara kastil ini sedang dalam tahap rekonstruksi dan kemungkinan baru akan dibuka kembali pada tahun 2022—tapi jangan sedih! Anda masih bisa menikmati sisi sejarah dan kecantikan bangunannya lewat parit-parit yang mengelilingi bangunan kastil, juga taman-tamannya yang luas. Di taman-taman ini juga sering ditemukan pentas ninja yang sangat menarik, di mana penonton bisa berfoto dengan para ninja dan kaisar setelah pentas berakhir!

Honmaru Goten

Meski bangunan menaranya tutup (tenang, Anda masih bisa berfoto di depannya kok!), dahaga pengunjung akan sejarah tetap akan terpuaskan melalui bangunan istana Nagoya-jo yang bernama Honmaru Goten. Bangunan tempat tinggal para shogun ini baru saja selesai direnovasi sehingga bertransformasi menjadi sumber atraksi utama Nagoya-jo. Dalam bangunan kayu yang dikonstruksi dengan teknik tradsisional ini, pengunjung dapat menggali lebih dalam bagaimana kehidupan para anggota keluarga kekaisaran dan para tamunya, serta lukisan-lukisan dan relik-relik apik yang tersebar dalam koridor-koridor khas Jepang dan ruang-ruang berpindu geser kertas.

Kuil Osu Kannon

Setelah puas menjelajah sisi sejarah, kini saatnya beralih ke sisi religi dari kota Nagoya. Salah satu bangunan yang populer dan menarik perhatian adalah Kuil Osu yang berdiri dengan warna merah menyala. Kuil Budha yang dibangun pada Zaman Kamakura ini tadinya berada di Prefektur Gifu, namun dipindah ke Nagoya karena terus-menerus diserang banjir. Objek utama dari kuil ini adalah patung Kannon kayu yang dipahat oleh Kobo Daishi, biksu Budha yang sangat berpengaruh di Jepang. Pekarangan Kuil Osu yang luas juga menjadi tempat favorit orang-orang sekitar yang sering duduk-duduk menikmati keindahan arsitektur kuil sambil berinteraksi dengan burung-burung yang bertamu.

Jalur Belanja Osu

Tepat di belakang kuil, membentanglah sebuah jaringan jalur perbelanjaan yang sangat, AMAT, ramai. Mulai dari toko pakaian, toko sepatu, toko aksesoris, toko mainan, toko anime dan segala hal yang berbau J-Pop, restoran, kafe, tempat jajan dan toko maupun kedai apapun, ada di sini! Anda bisa makan siang di sini atau sekadar membeli camilan (rekomendasi saya: es krim matcha!) untuk dinikmati selagi berkeliling dan berbelanja.

Nagoyako

Menjelang sore, tak ada tempat yang rasa lebih tepat untuk dikunjungi di Nagoya selain area pelabuhannya. Berlokasi di sebelah selatan kota, Nagoyako merupakan salah satu area pelabuhan terbesar di Jepang yang memiliki banyak atraksi sekaligus: taman ria, akuarium, museum, pusat perbelanjaan, dan restoran. Tempat ini sangat terbuka dan dihadapkan langsung dengan perairan, sangat cocok untuk orang-orang yang mulai bosan dengan suasana bising ala kota dengan gedung-gedungnya yang mengintimidasi. Anda bisa menetap di sini hingga matahari terbenam, yang bisa dinikmati dari area taman di sebelah selatan akuarium. Kecantikan alam itu akan semakin lengkap dengan bangunan-bangunan di sekitar pelabuhan yang akan disinari neon-neon terang setelah langit menggelap.

Stasiun Nagoya

Entah selanjutnya berpindah ke kota lain atau kembali ke penginapan, kemungkinan besar Anda akan mengakhiri hari di Stasiun Nagoya. Pusat dari kota ini, dengan banyak toko dan restoran buka baik di dalam stasiun maupun di sekitarnya. Banyak pilihan restoran dan kedai makan tradisional buka di sebelah barat dan timur stasiun, menjadi tempat yang pas untuk mengakhiri hari sambil menikmati makanan khas dari kota ini!

Bonus: Tebasaki!

Kalau diminta untuk memilih satu dari sekian banyak masakan khas Nagoya yang harus banget dicoba dalam kunjungan satu hari ini, maka saya akan merekomendasikan tebasaki alias chicken wings ala Nagoya. Berbeda dari chicken wings pada umumnya, tebasaki yang juga diolah dengan cara digoreng ini memiliki sensasi rempah-rempah yang kaya! Tebasaki cocok dinikmati bersama bir atau sake khas Jepang.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Tinggalkan komentar