Mencicipi Kuliner Daerah San'in

Sekilas tentang kuliner sorotan Tottori dan Shimane

Oleh Niaya Harper   

Banyak orang menjelajahi berbagai daerah di Jepang hanya untuk mencicipi makananannya, dan Wilayah San'in adalah salah satunya. Tiap daerah yang ada di San'in memiliki makanan unggulannya masing-masing, dan berikut adalah lima jenis kuliner yang patut Anda coba saat berada di Wilayah San'in.

Wagyu Tottori (Daging Sapi)

Ternak mulai diperkenalkan di Prefektur Tottori pada Zaman Edo dan sejak saat itu praktek beternak sapi telah diturunkan dari generasi ke generasi. Saat Anda menjumpai wagyu (daging sapi Jepang), kebanyakan daging yang Anda lihat berasal dari Tottori. Wagyu Tottori mengandung asam oleat konsentrasi tinggi yang membuat tekstur dagingnya sangat lembut seperti meleleh dalam mulut. Wagyu Tottori dikenal memiliki rasa yang sangat lezat sehingga tak heran bila pada tahun 2017 terpilih sebagai "Wagyu Terbaik di Jepang". Meskipun wagyu biasanya dimakan dalam bentuk steak atau yakiniku, di Tottori lebih dikenal dengan gaya shabu-shabu-nya, yang konon katanya membuat rasa daging sapinya lebih menonjol dan nikmat.

Pir Nijisseiki Tottori

Nijisseiki secara harfiah berarti "abad ke-20", dan Pir Nijisseiki adalah buah emasnya Tottori. Dengan kulit buah berwarna kuning-kehijauan yang hampir transparan, daging buah yang mengandung banyak air dengan rasa yang segar dan manis, serta tekstur buah yang renyah, tak heran jika Tottori menjadi penghasil pir terbesar di Jepang. Ketika orang berpikir tentang kuliner yang berasal dari Tottori, kebanyakan dari mereka akan teringat pada pir. Buah yang satu ini memang benar-benar terkenal di Tottori, bahkan sampai-sampai ada sebuah museum yang didedikasikan untuk pir! Agustus dan September adalah puncak musim petik buah pir. Perkebunan-perkebunan yang ada di Tottori akan dipenuhi oleh pengunjung yang antusias ingin memetik buah-buah yang sudah masak. Kami juga menyarankan Anda mencoba es krim soft-serve rasa pir yang dibuat mengunakan buah-buah dari perkebunan setempat yang tersedia di seluruh prefektur.

Soba Shimane Izumo

 (Foto: Niaya Harper)
(Foto: Niaya Harper)

Meskipun ada berbagai jenis soba (mie buckwheat alias gandum hitam) di seluruh Prefektur Shimane, tapi soba Izumo-lah yang terkenal sebagai salah satu dari tiga jenis soba utama Jepang di samping dua rivalnya soba Wanko dari Iwate dan soba Togakushi dari Nagano. Yang membuat soba Izumo berbeda adalah tepung buckwheat yang dipakai untuk membuat soba berasal dari biji gandum hitam yang kulit arinya tidak dibuang, sehingga warnanya lebih gelap dan rasanya pun lebih kuat. Kehadiran kulit ari tersebut membuat soba Izumo lebih bernutrisi dan juga memberikan manfaat kesehatan lebih banyak pada makanan klasik ini. Waktu terbaik untuk memakan soba Izumo adalah saat biji-biji gandum hitamnya baru dipanen pada bulan November -- di sana bahkan ada sebuah festival untuk merayakan musim panen gandum hitam.

Ada dua cara yang biasanya dipakai untuk memakan soba Izumo. Yang pertama disebut Warigo, di mana soba disajikan di piring keramik bundar tingkat tiga dan dimakan menggunakan saus serta berbagai jenis taburan. Sedangkan yang kedua dinamakan Kamage, di mana soba disajikan di dalam sebuah mangkuk lengkap dengan kuahnya. Anda juga bisa menambahkan jenis saus kesukaan Anda saat Anda menyantapnya.

Kepiting Matsuba

 (Foto: Niaya Harper)
(Foto: Niaya Harper)

Kepiting salju yang ditangkap di daerah Tottori dikenal sebagai "Kepiting Matsuba", hanya jika kepiting tersebut berjenis kelamin jantan. Rasa khas yang dimiliki kepiting-kepiting tersebut berasal dari laut tempat mereka tinggal; dasar laut daerah tersebut yang kaya akan plankton membuat daging kepitingnya memiliki rasa yang sungguh nikmat. Meskipun Hokkaido adalah daerah yang paling terkenal sebagai produsen kepiting di Jepang, Tottori sebenarnya adalah daerah yang menghasilkan kepiting dengan volume terbanyak di seluruh Jepang. Waktu terbaik untuk menikmati lezatnya kepiting Matsuba adalah dari bulan November sampai Maret. Anda bisa memilih apakah kepiting yang Anda makan dimasak dengan cara direbus atau dipanggang. Kedua cara tersebut menghasilkan kepiting yang rasanya sama enak.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Niaya Harper

Tinggalkan komentar

Kembali ke konten