Ramen T's Tan Tan

Non-pork Ramen di Tokyo

Oleh Relinda Puspita   26 Jan 2015

Tidak diragukan lagi bahwa ramen merupakan makanan yang wajib dicoba ketika JapanTraveler sedang berada di Jepang. Sayangnya, kandungan daging babi yang umumnya ada di dalam kuah ramen membuat sebagian wisatawan muslim dan vegetarian tidak dapat menikmatinya. Sekarang hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena ada satu restoran ramen yang tidak mengandung hewan, sepeti daging, ikan, telur, dan susu, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan. Saya menemukannya ketika sengaja mencari informasi mengenai non-pork ramen di Tokyo dan langsung mencobanya ketika ke sana.

Restoran ramen ini berlokasi di tempat yang sangat gampang dituju, yaitu di dalam Stasiun Tokyo, jadi sangat pas dinikmati ketika sedang menunggu jadwal kereta atau sengaja turun di sini. Jika JapanTraveler memang tidak ada keperluan di stasiun ini maka saya menyarankan untuk membeli tiket kereta yang paling murah saja. Begitu masuk, langsung berjalan mengikuti petunjuk ke arah Keiyo Line, sampai menemukan dinding dengan tulisan Keiyo Street yang ada di ujung, dekat pintu. Tepat di depan tulisan inilah restoran ramen itu berada. Sebenarnya posisinya sangat gampang ditemukan, tetapi dengan banyaknya orang yang berlalu-lalang serta maraknya barisan kios-kios makanan dan toko-toko, diperlukan ketelitian untuk menemukan lokasinya.

Nama restorannya sangat unik karena tertulis dalam huruf latin dan katakana, yang bila dibaca berbunyi T's Tan Tan. Berdasarkan menu yang ada dan pengalaman pribadi, kuah ramen yang ada di sini mengandung unsur kacang-kacangan, dan sama sekali tidak ada unsur hewani, seperti yang tertera di buku menunya. Selain itu, walaupun menu utama dan yang menjadi favorit adalah ramen, terdapat juga menu lain seperti salad, nasi dan kari. JapanTraveler bisa memilihnya di buku menu yang tersedia dalam Bahasa Inggris.

Meskipun mungkin rasa ramennya berbeda dari ramen yang dijual pada umumnya, restoran ini tampak tidak pernah sepi pengunjung. Ruangan yang cukup luas dan banyaknya tempat duduk yang ada menandakan bahwa restoran ini biasa menampung banyak orang. Saya sudah dua kali ke sini, yaitu saat sarapan dan makan siang, dan dari kedua waktu tersebut, pada saat makan sianglah pengunjung biasanya sangat ramai, bahkan terkadang harus mengantri, seperti yang pernah saya alami. Hal ini tidak heran karena selain rasa makanannya memang enak, harganya pun lumayan terjangkau.

Asyiknya, restoran ramen ini sudah buka dari jam 7 pagi, sehingga bagi yang tidak sempat sarapan di rumah atau mungkin di penginapan, bisa mampir ke sini sambal menikmati kesibukan warga Tokyo di pagi hari.

Ditulis oleh Relinda Puspita
JapanTravel Member

Tinggalkan komentar