Ramen King Kong Ikebukuro

Ramen yang benar-benar ramen!

Oleh Amanda Yungmann   

Ikebukuro, dikenal dengan perang ramennya untuk mencari terbaik diantara yang pilihan terbaik. Ketika Anda berjalan di jalan yang ramai, Anda akan mendengar teriakan pegawai untuk mengunjungi kedai ramen mereka. Namun, mana yang sebaiknya dikunjungi? Perut Anda sudah keroncongan ingin segera memakan sesuatu, namun lidah Anda masih memikirkan pilihan yang sesuai dengan kemauan Anda, sementara waktu berlalu dengan cepat. Mari membuat keputusan sederhana :

King Kong spesial di bidang tipe ramen yang saya suka, yaitu tsukemen. Tidak seperti ramen yang disajikan bersamaan dengan kuah panas, kuah panas pada tsukemen disajikan terpisah dari bahan lainnya. Ini sangat mengagumkan karena mienya disajikan dalam keadaan dingin, yang membuat Anda dapat menikmati ramen bahkan pada musim panas sekalipun. Teman-teman yang datang bersama saya, langsung dapat menyantap mienya tanpa khawatir kepanasan. Secara umum, tsukemen memiliki kelebihannya sendiri.

Apakah semua tsukemen cukup enak untuk dicoba? Sebenarnya itu tergantung dari kuah dan makanan pedamping yang disajikan bersama. King Kong mendapatkan nilai tertinggi dan itulah alasan kenapa saya selalu kembali ke sini. Kuahnya memiliki rasa yang sedikit manis, percaya atau tidak, mungkin ini dikarenakan adanya tambahan dari buah dan beri. Buah-buahan ini merupakan campuran halus yang tepat bersama daging babi giling yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Bagi saya cara mereka mengolah daging adalah bagian terbaik dari makanan ini. Irisan daging babi herbal yang segar dipanggang mampu mengalahkan rasa daging dalam campuran kuah sup.

Makanan favorit saya di kedai ini adalah Tsukemen Torofuru, semangkuk mie yang disajikan bersama semangkuk kuah, dua iris daging babi panggang, dan irisan lemon. Sedangkan favorit teman saya adalah semangkuk Tsukemen King Torofuru yang hampir sama dengan Tsukemen Torofuru namun ditambah dengan dua iris daging babi panggang, telur rebus, nori (rumput laut kering), dan menma (acar rebung) yang disajikan dalam piring terpisah. Masih banyak pilihan lain yang bisa Anda lihat ketika memasuki kedai ini. Menu dalam bentuk gambar dapat ditemukan di pintu masuk dan mesin pemesanan dimana Anda membeli tiket untuk pesanan Anda.

Saran saya, pergilah sebelum jam makan siang atau makan malam. Tsukemen di kedai ini sangat terkenal, jadi apabila Anda datang pada jam sibuk Anda harus mengantri terlebih dahulu sebelum menyantapnya. Hanya ada 13 kursi yang tersedia di konter, tapi pengunjung cenderung makan dengan cepat agar antrian tidak terlalu panjang. Saya sendiri tidak pernah menunggu lebih dari 10 menit. Namun, apabila Anda harus mengantri, makanan ini sangat pantas untuk ditunggu!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Odilia Sindy Okinawati

Odilia Sindy Okinawati @odilia.djoenar

Travel is my soul!

Artikel asli oleh Amanda Yungmann

Tinggalkan komentar