Life Safety Learning Center

Pelajari yang dilakukan saat keadaan darurat di Jepang

Oleh Noro Randria   

Jepang adalah negara di mana gempa bumi sering terjadi. Meskipun kebanyakan dari gempa bumi yang terjadi memiliki tingkat intensitas rendah dan tidak dirasakan oleh manusia, beberapa di antaranya sangat menghancurkan, seperti Gempa Besar Tohoku di tahun 2011. Untuk memberi tahu orang-orang berbagai hal seputar gempa bumi dan mengajari mereka apa yang harus dilakukan jika itu terjadi, Ikebukuro Safety Learning Center menyelenggarakan tur cara menyelamatkan diri dari bencana. Pusat ini dijalankan oleh Pemadam Kebakaran Tokyo, sehingga pengunjung juga dapat belajar tentang berbagai hal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran.

Safety Learning Center berjarak lima menit berjalan kaki dari Pintu Barat Stasiun JR Ikebukuro. Untuk ikut serta dalam tur tidak dipungut biaya apa pun. Ada tiga tur yang dijadwalkan per hari, masing-masing berlangsung sekitar dua jam. Tur pertama dimulai pada jam 9.30 pagi dan yang terakhir pada jam 3 sore. Anda dapat datang tanpa melakukan reservasi, tapi disarankan untuk menelepon terlebih dahulu. Jika datang terlambat, Anda masih dapat bergabung dengan grup, kecuali kuota mereka sudah penuh. Ada loker gratis yang tersedia di lobi untuk menaruh barang-barang.

Tur dimulai dengan film pendek yang secara umum berfokus pada bencana yang terjadi pada tahun 2011 serta berbagai dampak yang ditimbulkannya. Setelah film tersebut berakhir, seorang pemandu Jepang datang untuk menjemput peserta tur dan memperkenalkan berbagai eksperimen yang berbeda. Kami belajar cara menggunakan alat pemadam kebakaran dan berkesempatan untuk menggunakan alat-alat tersebut (selang-selang yang diisi air) untuk memadamkan "api" yang berkobar di layar. Kami kemudian diminta untuk menyelamatkan diri dari sebuah rumah yang penuh dengan asap karena kebakaran. Di akhir tur mereka juga memberikan kesempatan bagi peserta yang ingin mengetahui bagaimana gempa berkekuatan 7 skala Richter itu. Setiap bagian tur dimulai dengan memutarkan video-video pendek, tapi selain video pertama yang dilengkapi dengan subtitle Bahasa Inggris, video-video lainnya hanya menggunakan Bahasa Jepang. Namun video-video itu adalah kartun dan tidak terlalu sulit untuk bisa memahaminya.

Saya khususnya terkejut dengan intensitas gempa yang ternyata jauh lebih kuat dari yang saya bayangkan. Juga, meskipun palsu dan tidak berbahaya, asap yang digunakan dalam simulasi benar-benar membuat saya batuk. Sangat menyenangkan mencoba semua kegiatan di sini, tapi kita tidak boleh lupa bahwa situasi seperti itu bisa terjadi setiap saat dan tujuan dari tur ini adalah untuk mempersiapkan kita menghadapi hal-hal itu.

Saya sangat merekomendasikan tur yang ditujukan untuk orang dewasa dan anak-anak ini. Jika Anda tidak mengenal orang Jepang yang dapat menemani Anda, pemandu hanya dapat berbicara Bahasa Inggris dasar, tapi mereka bersedia membantu memastikan semua orang mengerti. Jadi, jangan ragu untuk bertanya kepada mereka jika Anda memiliki pertanyaan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Noro Randria

Tinggalkan komentar