Tenjin Matsuri [Batal]

Satu dari tiga festival musim panas terbesar di Jepang

Akhir
Jul
Tempat: Tenmangu Shrine Kapan: Akhir Jul 2021
Perhatian: Tanggal untuk event ini belum terkonfirmasi. Halaman ini akan diperbarui dengan tanggal resmi setelah diumumkan oleh pihak penyelenggara. Harap cek situs event resmi untuk info terkini.

Batal

Telah diinformasikan bahwa event tahun ini telah dibatalkan - harap cek situs resmi untuk info lebih lanjut.

Terakhir diperbarui: 20 Mei 2020

Tenjin Matsuri (天神祭) adalah salah satu festival air dan cahaya paling simbolik di Osaka, yang juga dikatakan sebagai satu dari tiga festival terbesar di Jepang, yang diadakan pada tanggal 24-25 Juli. Tenjin adalah 'dewa langit' dan matsuri berarti festival dalam Bahasa Jepang. Festival besar lainnya adalah Gion Matsuri di Tokyo, dan Kanda Matsuri di Tokyo.

Osaka, yang juga dikenal sebagai Kota Air dan Cahaya, sudah mengadakan festival ini sejak lebih dari ribuan tahun lalu. Festival ini bermula pada tahun 951 untuk memperingati prosesi pendewaan seorang cendekiawan bernama Sugawara no Michizane, yang sekarang dihormati sebagai Dewa Pembelajaran.

Datanglah untuk melihat dan merasakan sendiri bagaimana Jepang merayakan datangnya musim panas. Tenjin Matsuri adalah penggabungan dari sebuah festival perahu, pentas 3000 kembang api, serta parade Omikoshi alias kuil berjalan. Tentu saja akan ada banyak energi dari para peserta festival yang mengenakan yukata-yukata (kimono musim panas) berwarna-warni, serta geta (sandal kayu) sebagai bagian dari acara musim panas tahunan ini.

Mulailah perjalanan seru Anda ke dalam festival ini dari Kuil Tenmangu. Untuk Anda yang terbiasa bangun pagi, pada tanggal 24 Juli, Yomiya-sai (prosesi sebelum festival dimulai) akan diadakan sejak pukul 7:45 pagi dengan ritual-ritual dan doa-doa untuk kelancaran festival.

Ada pula pentas penabuhan gendang Jepang taiko yang diiringi dengan para penari danjiri (pembawa omikoshi) serta tarian naga untuk menandai dimulainya festival. Jangan lewatkan omikoshi-omikoshi emas yang dipajang di Kuil Tenmangu, yang akan digunakan dalam festival.

Pada jam 11 Kuil Tenmangu akan dipenuhi orang-orang berkostum yang sedang bersiap-siap untuk mengambil omikoshi. Salah satu prosesi yang tidak boleh Anda lewatkan adalah ketika parade memasuki jalan Midosuji menuju jembatan Tenjinbashi.

Musik tentunya menjadi bagian penting dari sebuah festival, dan untuk Tenjin Matsuri, Anda bisa melihat orang-orang, baik tua maupun muda, berpeluh dalam keringat akibat udara musim panas, berteriak-teriak kencang, memainkan musik tradisional selagi 20-30 danjiri meneriakkan nyanyian sambil mengangkat omikoshi sakral yang beratnya bisa mencapai ratusan kilogram!

Pukul 6 sore, prosesi perahu akan dimulai di Sungai Okawa. Cobalah temukan prosesi dengan para aktor kabuki di dalamnya, atau perahu dengan boneka-boneka Jepang, selagi Anda menikmati jalan-jalan di pinggir sungai melewati stan-stan jajanan yang buka.

Pada tanggal 25 Juli, hari festival sesungguhnya yang dikenal dengan nama Honmiya, acara utamanya terdiri dari prosesi di darat, di perairan dengan perahu, serta pentas kembang api pada malam hari.

Sorotan utama dari hari ini adalah kembang api hanabi yang dimulai pada pukul 7:30 malam dengan pengunjung yang pastinya sangat banyak. Di Jepang, festival musim panas tidak akan terasa lengkap tanpa hanabi, yang pada acara ini akan menampilkan 3000 kembang api spektakuler! Pentas ini jelas menjadi sebuah penutup meriah dari festival yang begitu semarak.

Orang-orangnya, energinya, suara serta warna-warna yang muncul dari Tenjin Matsuri adalah sebuah pengalaman di Jepang yang pastinya tidak ingin dilewati oleh wisatawan manapun.

Cara ke sana

It is an easy stroll from Osaka Tenmangu Station.

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Jeannie Gan

Tinggalkan komentar