Patisserie Merci di Utsunomiya

Bahan-bahan segar, tanpa zat aditif atau pengawet

Oleh Stacy Kurokawa   

Saya seketika langsung menjadi bersemangat saat melihat hamparan sawah di sebelah Merci Patisserie. Meskipun letaknya tidak jauh dari barat pusat kota Utsunomiya, Prefektur Tochigi, toko kue ini merayakan dan menampilkan kehidupan pedesaan.

Di Merci, pengunjung tidak hanya akan menemukan hadiah-hadiah, berbagai makanan yang dijual di kafe, kue, dan jajanan manis (kue sus, custard, gelato), tapi juga berak-rak makanan sehat dan telur-telur lokal baru yang berkualitas.

Telur adalah bahan yang sangat penting di toko kue ini. Telur-telur yang mereka pakai pernah memenangkan penghargaan di Tokyo. Peternakan ayam penghasil telur mereka juga berada tak jauh dari toko. Tenyata ayam-ayam di sana dibesarkan di lingkungan yang bersih dan tidak diberik antibiotik, antibakteri, atau pewarna sintetis.

Senada dengan peternakan tersebut, roti dan kue yang dibuat di Merci tidak menggunakan zat aditif dan mereka berusaha sebisa mungkin menggukana bahan-bahan lokal, seperti tepung beras, telur, buah, dan sayuran. Ya, sayuran! Orang Jepang sering menggunakan sayuran untuk memberikan rasa pada kudapan manis mereka. Merci pun juga demikian, menawarkan kudapan manis khas Prancis dan jajanan menggoda serta tak biasa seperti es krim tomat, jeli tomat, dan puding yang dibuat dengan anggur putih dan bayam mouse.

Saya pertama kali mengunjungi Merci dua tahun lalu, kemudian tahun lalu, dan yang terakhir baru kemarin. Makin lama tempat ini semakin menarik, terutama tamannya. Banyak pohon yang sekarang ditanam di sana, juga ada setapak kecil dan tempat duduk di luar ruangan yang dulunya hanya fantasi pengunjung namun sekarang menjadi kenyataan. Toko kue ini terletak di daerah pegunungan dengan pemandangan alam yang asri. Dan sekarang juga ada seekor kelinci yang tinggal di sini.

Peter si kelinci mondar-mandir di sebuah sudut nyaman yang terletak di sebelah kiri pintu masuk Merci saat cuaca cerah. Dia tidak ada di sana saat kami ke sini kemarin, jadi saya bertanya-tanya dalam hati. Setelah saya menghabiskan gelato grapefruit saya, ternyata Peter berada di kandangnya dengan kipas angin bergaya industrial yang meniupkan udara dingin ke badannya dengan sebuah wortel yang berada di bawah tubuh gendutnya. Pegawai Merci kemudian mengeluarkannya dari kandang hanya untuk saya!

Merci Patisserie adalah sebuah tempat yang ideal untuk pergi bercengkerama dengan sahabat sambil menikmati hidangan penutup dan kopi. Toko ini bebas dari penghalang, luas dan bermandikan cahaya matahari bahkan di hari hujan sekalipun. Kafe ini bisa menampung hingga 30 orang, tapi dari tiga sore pada hari kerja saat saya berkunjung ke sana, hanya ada satu atau dua meja saja yang ditempati. Pelanggan terus-menerus datang untuk membeli barang. Secangkir kopi biasa hanya akan membuat Anda merogoh kocek sebesar ¥300 dan satu skup es krim gelato bisa Anda dapatkan dengan harga yang hampir sama.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Stacy Kurokawa

Tinggalkan komentar