Berburu Oleh-oleh di Nishiki Market

Pasar Paling Terkenal di Kyoto

Oleh Febry Fawzi   7 Mar 2016

Bicara mengenai Kyoto memang tak ada habisnya, ya? Saya sendiri selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kyoto jika datang ke Jepang, tak peduli seberapa jauhnya dari Tokyo. Selain untuk mengunjungi teman, saya memang merasa ada ikatan batin dengan bekas ibukota Jepang selama berabad-abad ini. Tapi sudah datang ke Kyoto, pastinya sayang kalau tidak bawa oleh-oleh. Kalau di Tokyo, dapat dengan mudah mencari oleh-oleh, misalnya di Akihabara, Odaiba, dan tentunya Asakusa, namun di Kyoto, di manakah tempat asik untuk berburu oleh-oleh? Ini dia jawabannya!

Setiap berkunjung ke Kyoto, saya selalu menginap di kawasan Kawaramachi. Selain menyediakan penginapan murah seperti Khaosan Theather atau Piece Hotel Sanjo, kawasan ini juga sangat strategis. Kenapa? Pertama kawasan ini bisa dibilang pusat kotanya Kyoto. Jaraknya hanya beberapa menit naik bus atau subway dari Kyoto Station. Lagi pula, Stasiun Kawaramachi sendiri merupakan salah stau pintu gerbang Kyoto dari Osaka dan kota-kota besar lainnya. Kawasan Kawaramachi sendiri memiliki banyak sekali pusat perbelanjaan dan hiburan, nah salah satunya adalah Nishiki Market.

Nishiki Market sendiri merupakan pasar tradisional yang terletak di sebuah gang atau jalan kecil yang panjangnya mencapai lima blok. Nishiki Market memiliki lebih dari seratus toko dan restoran. Sering juga, pasar tradisional ini dikenal sebagai ‘Dapurnya Kyoto’. Memang tak bisa dipungkiri sih, kalau mau mendapatkan bahan makanan, masakan, camilan, dan hal-hal unik nan tradisional tentang Jepang atau Kyoto, bisa didapatkan di sini. Selain makanan, tempat ini juga terkenal dengan menjual perangkat masak seperti pisau Jepang dan perangkat lainnya.

Sebelum membeli oleh-oleh memang ada baiknya, kita sebagai turis, untuk mengeksplorasi tempat ini terlebih dahulu. Hasrat makan dan menggoyang lidah akan terasa sangat diuji di sini. Tenang.. soal harga, ternyata sangat terjangkau loh! Ada pilihan makanan seperti seafood, asinan, sushi, gorengan, kue-kue, bahkan sampai ada ikan asin! Saya sendiri takjub main ke sini, mata gatal melihat makanan yang disajikan, ingin rasanya mencicipi semua makanan di sini.

Nishiki Market memiliki sejarah selama beberapa abad dan banyak toko yang masih dijalankan oleh keluarga yang sama dari generasi ke generasi! Wow! Semuanya dimulai sebagai distrik penjualan ikan besar-besaran, mungkin semacam Tsukiji Market di Tokyo (pasar ikan terbesar di dunia). Toko pertama di sini buka sekitar tahun 1310. Kemudian toko-toko lainnya yang beragam mulai pindah ke sini, sehingga area ini berubah menjadi toko retail. Sekarang, pasar ini masih ada dan menjadi bagian terpenting dari Kyoto, tak hanya untuk lokal namun juga untuk para turis.

Dari sejarah dan isinya, pasti oleh-oleh yang akan dibawa gak hanya makanan lokal khas Jepang, dong? Ada cerita yang mesti dibagikan. Ada keunikan yang pastinya menggoda untuk diceritakan ke teman-teman dan keluarga di rumah.

Ditulis oleh Febry Fawzi
JapanTravel Partner

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 2 tahun yang lalu
Padahal kemarin Nishiki Market masuk dalam itinerary tapi nggak sempat dikunjungi. Berasa hutang harus balik lagi. Bener deh, kalau kesana pasti mata saya gatal pengen nyicipin semua seperti kata Mas Feb.
Odilia Sindy Okinawati 2 tahun yang lalu
Hahaha iya bener banget. Tapi memang Kyoto bagus dan ga serame kota metropolitan lain, jadi bikin lebih betah.