Pasar Ikan Nijo

"Pasar Ikan Tsukiji" mini di jantung kota Sapporo

Oleh Valerie Kor   

Pasar Ikan Nijo di Sapporo itu seperti Pasar Ikan Tsukiji di Tokyo (yang sekarang sudah ditutup, dan pasar ikan di ibukota itu telah dipindahkan ke Pasar Toyosu). Meskipun ukurannya jauh lebih kecil, pasar ini masih merupakan tempat terbaik untuk mendapatkan makanan laut segar dan produk lokal tepat di jantung kota Sapporo.

Yang kurang dari Pasar Ikan Nijo sebetulnya hanyalah ukurannya saja, tapi semua itu tertutupi dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan tempat ini. Terletak hanya berselang dua jalan di selatan Taman Odori, taman yang membelah kota Sapporo, Pasar Ikan Nijo hanya berjarak 15-20 menit berjalan kaki saja dari hotel saya (Hotel Pearl City Sapporo yang berada di dekat Stasiun Sapporo).

Salmon segar, telur ikan, kepiting hingga bulu babi bisa dibeli di sini. Pasar Ikan Nijo juga merupakan satu dari sedikit tempat di Jepang di mana aktivitas tawar-menawar masih diterima; jangan ragu untuk mencoba dan menawar harganya semurah mungkin. Harga-harga di restoran juga bervariasi, jadi saya sarankan untuk memeriksa beberapa restoran sebelum memutuskan mana yang akan Anda kunjungi.

Ketika berada di Pasar Ikan Nijo, banyak yang menyarankan mencoba uni-ikura don untuk sarapan. Karena saya tidak begitu menyukai uni, saya memutuskan untuk memilih salmon ikura don yang lebih sederhana.

Saya memilih restoran bernama Ohiso, karena itu adalah satu-satunya restoran yang menawarkan opsi "mini-don". Restoran ini juga merupakan restoran teramai pada hari Selasa pagi yang tenang saat saya ke sana. Porsi mini don menurut saya sangat banyak. Selain itu, salmon lembut dan segar dengan ikura (telur ikan) yang disajikan terasa seenak wujudnya. Jika Anda belum pernah mencoba ikura, ini adalah pengalaman Jepang yang tidak boleh Anda lewatkan!

Anda juga bisa mencoba kepiting-kepiting besar yang sangat terkenal di restoran-restoran di Pasar Ikan Nijo. Berasal dari Asia Tenggara, saya akrab dengan kepiting Sri Lanka, yang biasanya dimasak dengan saus kaya rasa, misalnya saus cabai atau saus lada hitam. Sebagai perbandingan, kepiting di Hokkaido yang lebih besar memiliki rasa manis alami dan tidak diberi tambahan saus apa pun, sehingga restoran-restoran di sini biasanya hanya merebus atau membakarnya saja.

Satu keluhan yang sering saya dengar tentang pasar Ikan Nijo adalah kehadiran banyaknya turis sehingga membuat harga produk-produk yang dijual di sini jadi mahal. Namun, saya merasa bahwa lokasinya yang mudah diakses cukup memberikan kompensasi karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi seperti untuk pergi ke Pasar Curb, yang merupakan pasar ikan terbesar di Sapporo yang berada di dekat stasiun kereta Soen. Karena itu saya katakan; jangan takut menawar di Pasar Ikan Nijo!

Pasar biasanya buka sejak jam 7 pagi dan tutup pada jam 6 sore, dan setiap restoran mungkin memiliki jam buka mereka sendiri.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Valerie Kor

Tinggalkan komentar