Ramen Bannai

Salah satu kedai ramen terkenal di Kitakata

Oleh Tom Roseveare   

Ramen Kitakata adalah salah satu gaya ramen yang berbeda, merupakan salah satu ramen dari tiga besar selain ramen Sapporo dan Hakata. Ramen ini berasal dari kota Kitakata Fukushima di utara Aizu, di mana terdapat 120 kedai ramen yang beroperasi (rasio per-kapita tertinggi di Jepang).

Gaya ramen ini berasal dari kedai lokal Genraiken pada tahun 1926 yang perlahan berkembang dari waktu ke waktu, bersamaan dengan asa-ra (ramen pagi hari), yang merupakan sebuah tradisi dari kedai di kota ini dimana kedai buka pada pukul 7 pagi (yang mungkin dikarenakan sangat populer diantara penduduk lokal).

Ramen bergaya Kitakata menggunakan dasar saus Kitakata, dengan niboshi (sarden) dan tulang daging babi sebagai tambahannya. Mienya cukup tebal, pipih, keriting dan lembut namun tetap kenyal. Taburan yang biasa digunakan adalah rebung, daun bawang dan rebusan daging babi yang diberi bumbu - bisa jadi ini merupakan hidangan paling berbeda di kedai ramen Bannai Shokudou  (坂内食堂).

Dapat dikatakan bahwa Bannai dibuka pada tahun 1958 yang membuat ramen Kitakata menjadi terkenal di seluruh penjuru Jepang dan lainnya, dengan kedai waralaba berjumlah lebih dari 60 di seluruh Jepang, dan beberapa kedai di Los Angeles. Sebagai salah satu kedai ramen yang terkenal di Kitakata, mengunjungi kedai aslinya di Fukushima sangatlah disarankan.

Anda bisa memilih Shina-Soba(¥650), Negi Ramen (¥850), Niku Soba (¥950), Negi Char siu (¥1050) pada menu. Saat mengujungi pertama kali, saya memilih sajian daging Niku Soba bersama dengan ramen dan sajian Shina Soba standar. Saya rasa, Niku Soba menggambarkan ramen Kitakata yang membuat para pengunjung yang datang untuk mencoba pertama kalinya penasaran. Kuah kaldu menggunakan sarden dan daging babi, dengan mie lokal Kitakata bermerk Soga Seimen. 

Selain ada banyak daging, Anda akan menemukan taburan lain dan mie bergaya Kitakata yang istimewa di bawah lapisan utamanya. Menyantap semangkuk ramen ini sangat menyenangkan, meskipun porsi Shina Soba tidak begitu besar untuk kebanyakan orang, terutama jika Anda berkeliling ke kedai lainnya di kota ini pada hari yang sama.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Odilia Sindy Okinawati

Odilia Sindy Okinawati @odilia.djoenar

Travel is my soul!

Artikel asli oleh Tom Roseveare

Tinggalkan komentar