Mata Air Oshino Hakkai

Atap jerami, kolam suci, dan pemandangan Gunung Fuji

Oleh Cathy Cawood   

Tampaknya tidak selalu ada lima danau di kawasan Lima Danau Fuji (Fuji Five Lakes)! Suatu ketika, ada sebuah danau bernama Danau Utsu. Sekitar 800 tahun yang lalu, aliran lava dari Gunung Fuji membaginya menjadi Danau Yamanaka dan Danau Oshino, dan untuk sementara jadi ada enam danau. Namun, seiring waktu Danau Oshino perlahan-lahan mengering, meninggalkan delapan kolam mata air. Air di kolam berasal dari pencairan salju di Gunung Fuji, dan mengalir dari tanah setelah disaring melalui lapisan lahar berpori selama sekitar 80 tahun. Ini sangat murni!

Karena berasal dari Gunung Fuji, air di sini tergolong suci. Pada masa lalu, orang yang ingin mendaki Gunung Fuji datang ke sini terlebih dahulu untuk menyucikan diri dengan mencuci di delapan kolam. Saat ini, kolam tersebut menjadi objek wisata yang dikenal sebagai Oshino Hakkai yang meliputi sebuah desa dengan rumah beratap jerami, pabrik yang berfungsi dengan kincir air, dan toko-toko kuno yang menjual berbagai makanan dan suvenir.

Saya pikir pemandangan ini akan mencakup Gunung Fuji jika saja cuaca cerah
Saya pikir pemandangan ini akan mencakup Gunung Fuji jika saja cuaca cerah (Foto: Cathy Cawood)

Delapan kolam diberi nama dari karakteristiknya. Misalnya, Deguchi-ike adalah kolam terbesar, dan terletak agak jauh dari desa di 'pintu keluar' (deguchi) wilayah ini. Shobu-ike dinamai untuk tempat tidur iris (shobu) yang mengelilinginya. Kagami-ike dikatakan menunjukkan refleksi Gunung Fuji yang paling jelas (kagami berarti cermin), dan Okama-ike dinamai demikian karena airnya menggelembung dengan cara mengingatkan pada air mendidih dalam panci (okama berarti panci.) Kolam lainnya adalah Waku-ike, Choshi-ike, Sokonashi-ike dan Nigori-ike.

Sebuah kuil kecil berdiri di tepi Deguchi-ike
Sebuah kuil kecil berdiri di tepi Deguchi-ike (Foto: Cathy Cawood)

Pada hari yang cerah saya diberi tahu bahwa kolam akan terlihat sangat biru, dan ada pemandangan Gunung Fuji yang menakjubkan. Sayangnya saya tidak beruntung karena cuaca, dan bahkan tidak melihat gunung yang terkenal itu. Namun saya selalu terpesona oleh atap jerami yang indah, dan saya menikmati menyaksikan ikan berenang di air jernih dalam kolam. Saya juga mencicipi mata airnya dan memang sangat enak.

Saya juga sangat menikmati berjalan-jalan di sekitar toko dan warung. Saya tergoda untuk membeli beberapa sayuran segar yang enak untuk dibawa pulang, tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya. Kerupuk besar yang baru saja dipanggang juga menggoda saya, tetapi akhirnya saya memilih mochi panggang (kue beras manis lembut) yang dibumbui dengan mugwort. Ada sebuah toko barang antik yang tampak indah, dan saya juga tertarik dengan toko yang menjual syal sutra yang memiliki sekeranjang kepompong ulat sutera di luar pintunya!

Kepompong ulat sutra
Kepompong ulat sutra (Foto: Cathy Cawood)

Jika Anda berkendara ke Oshino Hakkai, tersedia tempat parkir mobil berbayar. Anda juga dapat mencapainya dengan bus biasa atau bus wisata dari Stasiun Fujisan Kereta Api Fujikyu.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Novia Mardasari

Novia Mardasari @novia.mardasari

From Indonesian. Always has reason to visit Japan every year. I'm particularly fond of exploring off the gardens, tea houses, unique dessert, place with good view for enjoy the tea hahaI love learn new things and travelling. My life goal is to learn as many languages as possible! (and visit so many country, of course:) )I like Dango, Berries and Matcha !!!!!!

Artikel asli oleh Cathy Cawood

Tinggalkan komentar