Kuil Fuji Sengen

Titik awal lintasan menuju Gunung Fuji

Oleh Celine Villeneuve   

Tersembunyi di jantung hutan cedar yang lebat, terdapat Sengen Jinja. Nama lengkapnya adalah Kitaguchi Hongu Fuji Sengen Jinja, dan merupakan salah satu dari kuil Asama yang dibangun untuk menghormati dewa di Gunung Fuji, yang disebut Konohanasakuya-hime.

Pada masa kini ratusan pendaki memulai perjalanan mendaki Gunung Fuji dari stasiun ke-5, tapi dahulu kala para peziarah memulai perjalanan panjang mereka ke puncak gunung dari Kuil Sengen di Fujiyoshida.

Suasana mistis tempat ini akan menyelimuti siapapun yang baru tiba dan melintasi jalanan teduh berjajar dengan lampion batu, sampai mereka mendapati sebuah torii yang mengagumkan.

Area ini merupakan tempat dari beberapa bangunan, semuanya berwarna merah membara, dan terdapat tiga pohon suci raksasa, masing-masing berumur 1.000 tahun!

Dalam gambar adalah salah satu bangunan dimana pengunjung bisa melihat mikoshi yang mewah, yaitu kuil portable yang didesain untuk membawa roh-roh para dewa. Salah satu dari mereka menonjolkan Fujisan yang merah terang.

Tiap tahun, antara 26 dan 27 Agustus, Sengen Jinja mengadakan festival bernama Yoshida no Himatsuri. Untuk berterima kasih kepada dewi-dewi Konohanasakuya-hime atas perlindungan mereka, obor-obor setinggi tiga meter diletakkan mulai dari pintu masuk suaka sampai jalan utama di Fujiyoshida. Ketika obor-obor itu dinyalakan, seluruh kota tampak membara seperti sebuah api unggun yang cantik.

Suaka alias sanctuary nya dapat diakses dari Stasiun Fujisan dan Kawaguchiko menggunakan bis (menuju Yamanakako).

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Celine Villeneuve

Tinggalkan komentar