Berbagai Kegiatan di Gunung Fuji

Lebih dari sekedar pegunungan

Oleh Niek Ceylan   

Di mana ada gunung, di kaki gunungnya pasti akan Anda temukan setidaknya satu mesin penjual minuman otomatis dan toko kelontong. Namun ketika gunung itu adalah daerah pegunungan yang luas, di sana mungkin akan Anda temui setidaknya sebuah taman hiburan, sebuah desa Ninja dan banyak hal menakjubkan lainnya. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan semua informasi yang Anda butuhkan untuk berbagai kegiatan petualangan untuk relaksasi di sekitar Gunung Fuji yang megah.

Ketika Anda mendekati tempat ini dengan kereta api atau bus, Anda sudah mendapatkan keistimewaan untuk melihat gunung yang indah ini di kanan Anda. Tetapi ketika Anda melihat ke kiri, Anda akan menemukan sebuah desa Ninja, sejumlah rollercoasters, dan alam yang indah. Jadi, bukan hanya Gunung Fuji yang bisa Anda nikmati ketika mengunjungi Prefektur Yamanashi.

Di bulan Oktober 2015, sebuah Desa Ninja sungguhan (Oshino Ninja, biaya masuk ¥ 700) dibuka di kaki Gunung Fuji. Ada banyak hal yang bisa dijelajahi oleh pengunjung segala usia yang tertarik dengan ninja atau sejarah Jepang. Dan bahkan jika tidak ada dorongan untuk mempelajari tentang ninja, Anda tetap dapat menikmati tamannya yang terbentang indah dan berbeda di setiap musim sepanjang tahun. Desa Ninja menawarkan rumah tipuan (Karakuri Yashiki) dimana Anda akan mempelajari cara cerdas membodohi penyusup, dan jika taktik ini tidak berhasil, Anda dapat mempraktekan keahlian ninja Anda dengan melemparkan bintang di Dojo Oshino Shuriken.

Setelah menikmati berjalan-jalan melalui taman lagi, dan mungkin mendinginkan kaki Anda dalam bak untuk merendam kaki dengan pemandangan Gunung Fuji, Anda dapat mencoba makanan tradisional lokal seperti soba dan tahu (¥ 2.500) di restoran. Untuk melengkapi kunjungan Anda, jangan lupa untuk mampir ke toko suvenir, karena Anda akan menemukan banyak alat yang berguna dan peralatan bertema Ninja. Tidak ada situs Inggris tersedia, tapi di taman itu sendiri informasi yang diberikan adalah dalam bahasa Inggris.

Bila Anda masih merasa sedikit lapar di sore hari dan perut Anda rindu untuk mencicipi kudapan manis, La ville de Lisa et Gaspard mungkin bisa menjadi penawar. Dekat pintu masuk Fuji Q Highland, Les Reves Salon de Tea menyediakan teh Perancis berkelas dalam skala penuh, snack dari macarons hingga mini sandwich atau sekedar cokelat lezat. Dengan hanya membayar ¥ 2500, dua orang dapat menikmati seperangkat minuman teh sore dengan ramuannya berasal dari daun teh Hediard yang pas manisnya di restoran cantik bertema Perancis, dengan semua kursi menghadap Gunung Fuji. Sepertinya Anda dapat memiliki semuanya.

Setelah kunjungan ke Museum Fujiyama (tiket masuk ¥1.000), tepat di samping Desa Perancis, Anda dapat sepenuhnya menikmati ketenangan pemandian air panas Fujiyama Onsen (¥ 1.250) dekat pintu keluar museum. Jika ini tidak cukup, Anda dapat menghabiskan malam Anda di Highland Resort Hotel & Spa untuk melanjutkan lebih banyak kegiatan pada hari berikutnya. Misalnya berjalan sepanjang Fujiyama Sky Balcony, sebuah jalan menanjak setinggi 50 meter di sepanjang tepi atap hotel, dengan tentu saja panorama bagus Gunung Fuji sebagai pemandangannya. Jika ingin lebih memacu adrenalin, kunjungan ke Fuji-Q Highland, sebuah taman dengan beberapa rollercoasters ekstrim dan unik, akan menjadi tambahan yang cocok untuk hari penuh petualangan.

Kegiatan-kegiatan ini hanyalah beberapa contoh menarik dari aktivitas di dataran tinggi di dekat Gunung Fuji. Tapi Fuji Kyuko, perusahaan yang menyediakan aktivitas di dekat pegunungan itu masih memiliki lebih banyak lagi penawaran lain. Kunjungi website bahasa Inggris mereka untuk informasi lebih lanjut.

Transportasi ke sana dapat menggunakan kereta api ke stasiun Kawaguchiko, dengan perhentian terakhir di Jalur Kyuko Fuji. Jalur ini juga menyediakan akses yang sempurna untuk semua kegiatan di dekat Gunung Fuji.Terdapat juga beberapa bus yang dioperasikan dari Tokyo ke daerah Gunung Fuji. Anda dapat menemukan semua informasi transportasi di website.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Niek Ceylan

Tinggalkan komentar