Kawaguchiko Music Forest Museum

Untaian dentingan melodi yang indah

Oleh Varsha Vaswati   

Ketika berkeliling di sekitar garis pantai Kawaguchiko di sore hari, kami memutuskan melompat ke atas bus Retro untuk pergi ke Kawaguchiko Music Forest. Ini adalah taman bertema berukuran kecil dan juga museum yang didedikasikan untuk instrumen musik otomatis.

Setelah membeli tiket seharga ¥ 1.300 (di mana kami tidak sadar bahwa ada diskon di internet), kami dipandu melewati bagian kecil yang terbuka hingga ke seluruh area besar taman nan indah. Di sana terhampar rumput terawat baik, jembatan melengkung, danau, air mancur, restoran, toko-toko, dan bangunan berbentuk pondok. Dengan latar pemandangan Gunung Fuji, pameran bunga yang indah di hari yang cerah, lanskap hijau subur, danau dan air mancur yang menari sesuai musik, menjadikan suasana tempat ini menyegarkan. Seseorang dapat menghabiskan seluruh waktunya untuk menikmati taman dengan penataan Eropa yang mempesona.

Setelah berkelok-kelok melalui kebun, kami menyeberangi jembatan kecil untuk memasuki bangunan utama. Aula utama menampilkan kotak musik antik, organ mekanik dan alat musik otomatis lainnya yang sebagian besar berasal dari negara-negara Eropa. Alat musik terbesar di sini adalah organ Perancis dari tahun 1905 yang dijadwalkan untuk dimainkan setiap 30 menit. Dan untungnya tepat setelah kami duduk, acara dimulai! Semua patung miniatur yang diletakkan dengan strategis di seluruh aula memainkan alat musik dalam harmoni yang sempurna.

Setelah menikmati orkestra tersebut, kami mengikuti kerumunan orang yang menyebar menaiki tangga dengan desain elegan. Lantai ini memiliki ruang pameran di sayap kiri dan gedung konser di sebelah kanan. Salah satu atraksi utama dari ruang pameran itu adalah kotak musik rumah boneka cantik dimana bonekanya benar-benar menari mengikuti lagu. Ruang konsernya adalah sebuah auditorium dengan pertunjukan langsung setiap hari. Bagian tengah panggung dihiasi dengan organ musik antik dari seluruh dunia. Pada saat kunjungan kami tidak ada konser dan hanya ada deskripsi narasi dari organ yang dipamerkan. Jadi, untuk sementara kami hanya berkeliling untuk menikmati alam yang indah. Ada pula bangunan lain yang menjadi rumah dari beraneka macam kotak musik kecil yang bisa dipilih untuk dijadikan hadiah khusus. Anda juga dapat mencoba ketrampilan tangan Anda dengan membuat kotak musik Anda sendiri di sana!

Berjalan keluar dari tanah ajaib ini, kami menikmati air mancur menari dan pemandangan orang-orang yang bahagia menikmati pilihan makanan di restoran museum Le Rivage. Setelah puas menikmati 'hutan' indah tersebut, kami berjalan ke Taman Mawar. Ada begitu banyak varietas mawar yang mekar dengan indahnya dalam beraneka ragam warna. Tempat ini memiliki sebuah toko kecil yang menjual lukisan kaca, kaleidoskop dan banyak kerajinan lainnya dengan tema serba mawar. Dengan mengikuti taman mawar ini, kita benar-benar diarahkan keluar dari hutan musik. Betapa menyenangkannya cara untuk keluar dari tempat mengagumkan ini dengan aroma manis ringan yang masih tertinggal bersama dengan kenangan indah.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Varsha Vaswati

Tinggalkan komentar