Garan di Koyasan

Mengagumi keindahan Aula Kondo & Pagoda Daito

Oleh Febry Fawzi   23 Sep 2014

Ada sebuah kekuatan magis yang entah bagaimana menarik saya untuk berkunjung ke Koyasan. Ketika pertama kali membaca sejarah dan deskripsinya di sebuah literatur, saya langsung yakin bahwa Koyasan akan menjadi sebuah destinasi yang wajib dikunjungi. Kesempatan ini bisa terwujud ketika saya berkunjung ke kawasan Kansai pada bulan September. Selain perjalan menuju Koyasan yang spektakuler, objek wisatanya yaitu Oku-no-in dan Kongobuji, saya juga terpesona dengan sebuah situs menawan di jantung kota Koyasan, sebuah pusat ajaran Shingon Buddhism, yaitu Garan.

Pagoda berwarna merah dengan atap hijau pudar ini menarik perhatian saya. Rupanya ini adalah Konpon Daito Pagoda, yang merupakan satu dari beberapa bangunan otentik yang terdapat di area Garan. Di sisi lain, Garan dan Koyasan memiliki sejarah panjang yang dimulai dari datangnya seorang Kobo Daishi. Dia adalah pendiri ajaran Shingon Buddhism, yang saat itu baru saja kembali dari Cina di mana ia memperdalam ajarannya dan kemudian kembali ke Jepang. Saat kembali ke Jepang dan mencari tempat untuk mendirikan pusat dari ajarannya, dia berjalan melewati kawasan Koyasan dan kemudian menemukan sebuah tempat berkat arahan dari sankosho miliknya yang tersangkut di sebuah pohon pinus, tepatnya sebuah titik di mana Garan sekarang bediri.

Dua buah bangunan yang paling menonjol di wilayah Garan ini adalah aula Kondo dan juga sebuah pagoda super besar Konpon Daito Pagoda. Aula Kondo sendiri merupakan sebuah bangunan kuil berbahan kayu yang sangat besar di mana biasanya menjadi tempat perayaan upacara-upacara keagamaan. Gedung ini sempat terbakar beberapa kali selama berabad-abad silam, sementara bangunan yang sekarang merupakan hasil rekonstruksi yang dilakukan pada taun 1932. Bangunan ini merepresentasikan sebuah pencitraan akan Yakushi Nyorai, yaitu Dewa Penyembuh di ajaran Buddha.

Sebelahnya aula Kondo terdapat pagoda raksasa yaitu Konpon Daito. Bangunan setinggi 45 meter ini memiliki dua buah lantai dan arsitekturnya bergaya pagoda tahoto. Jika Anda masuk ke dalam pagoda ini, And abisa menemukan sebuah patung dari Dainichi Nyorai, yaitu dewa utama di ajaran Shingon Buddhism.

Kobo Daishi memang yang membangun Kondo Hall dan Daito Pagoda namun ia tak dapat menyelesaikannya. Penerusnya lah yang kemudian menyelesaikan pembangunan kedua situs sakral ini. Tak hanya itu, penerusnya jugalah yang membuat pelebaran lahan dan juga penambahan bangunan seperti Toto (pagoda sebelah timur), Saito (pagoda sebelah barat), Meido (aula pendiri), dan Kuil Koya Myojinm yang merepresentasikan seorang dewa untuk Gunung Koya.

Sejarah yang menarik ini juga dibalut dengan pemandangan yang spektakuler. Saya masih berdecak kagum dengan kemegahan pagoda Konpon Daito ini. Pelataran ini dikelilingi oleh hijau nan sejuk pepohonan pinus. Sore itu saya enggan pergi dari pelataran Garan ini, saya ingin terus mengagumi keindahan arsitektur bangunan-bangunan ini sambil menikmati sejuknya udara Koyasan di sore hari pada akhir musim panas.

Berkunjung ke Garan di Koyasan sangat mudah. Koyasan sendiri dapat diakses dari pusat kota Osaka. Perjalanan dengan Nankai Railways dari Stasiun Namba atau Shin-Imamiya. Kereta Nankai Koya Line ini akan berhenti di Stasiun Gokurakubashi. Perjalanan akan dilanjutkan dengan cable car menuju stasiun Koyasan. Terdapat bus yang melayani rute menuju kawasan Garan.

Ditulis oleh Febry Fawzi
JapanTravel Partner

Tinggalkan komentar