Patung Hachiko, University of Tokyo

Akita Jepang tercinta bersatu dengan tuannya

Oleh Jessica A Paje   

Setelah 80 tahun, sang Hachiko yang tercinta akhirnya berkumpul kembali dengan tuannya di University of Tokyo di bangsal Bunkyo. Simbol nasional dari kesetiaan keluarga, ini adalah patung perunggu kedua yang di bangun di Tokyo untuk memperingati ikatan antara Akita dan sang Profesor.

Di tahun 1924, Hidesaburo Ueno, seorang profesor dari fakultas pertanian di University of Tokyo, mengangkat Hachiko menjadi peliharaannya. Rutinitas mereka sehari-hai adalah berjalan ke Stasiun Shibuya selama seminggu di hari kerja. Dan di sore hari , Hachiko akan kembali stasiun untuk menyambut tuannya dengan semangat.

Di tahun 1925, kegiatan rutin mereka terhenti. Profesor Ueno terkena penyakit cerebral hemorrhage. Dia meninggal dan tak pernah kembali ke stasiun Shibuya. Walaupun Hachiko telah diberikan kepada orang lain setelah kematian Ueno, selama sembilan tahun ia secara rutin melarikan diri dan muncul di stasiun tepat di jam yang sama di saat kereta tiba untuk menunggu tuannya. Pada tanggal 8 Maret 1935, Hachiko mati tanpa sempat bertemu kembali dengan tuannya, Ueno.

Setahun sebelum Hachiko mati, patung perunggu pertama dibangun di stasiun Shibuya di April 1934. Agustus 1948, setelah perang dunia ke 2, patung ini dipindahkan. Sampai saat ini, Hachiko perunggu berdiri menjaga di pitu keluar Hachiko di stasiun Shibuya, yang saat ini terkenal sebagai tempat berkumpul, tempat bertemu dan spot wisata.

Pada 9 Maret 2015, peringatan 80 tahun meninggalnya Hachiko, patung kedua dibangun. Akita inu tercinta berbahagia karena dapat bersatu dengan tuannya, profesor Ueno. Patung yang baru dapat terbangun didukung bantuan dari badan sosial online dan fakultas pertanian. Didesain oleh pematung Tsutomo Ueda dari Nagoya yang menggambarkan Hachiko yang begitu bersemangat melompat menyambut tuannya di akhir waktu pulang kerja. Ueno digambarkan memakai topi, setelan serta jas panjang dengan koper yang diletakan di tanah. Hachiko digambarkan memakai harness seperti pada foto terakhirya. Cinta, kesetiaan dan kegembiraan memancar dari patung nostalgia ini. Sebuah pernyataan mengatakan, jauh di lubuk hati seekor anjing, ia mencintai manusia lebih daripada mencintai dirinya sendiri.

Beberapa buku dan film telah dibuat tentang legenda anjing yang begitu setoa. Hachiko dikenal sebagai pahlawan pada buku anak-anak Jepang di tahun 2009, film Hollywood “Hachi : cerita tentang seekor anjing” dikeluarkan dengan dibintangi Richard Gere (film yang dibuat ulang berdasarkan film yang telah dibuat tahun 1987, film Jepang “Hachiko Monogatari”)

Untuk mengakses lokasi patung Hachiko di tanah yang baru di fakultas pertanian di University of Tokyo, ambil Nanboku Line dan berhenti di stasiun Todaimae. Masuk ke gerbang Nou Seimon (daerah Yayoi dari kampus Hongo) dan patung itu akan ada di sebelah kanan anda. Bila anda masuk melalui kampus utama, kamu akan melewati jembatan penyebrangan.Mengacu kepada no #23 pada peta kampus.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Caroline Imelda

Caroline Imelda @caroline.imelda

Since I'm architec, I love to exploring to find artistic side in every places

Artikel asli oleh Jessica A Paje

Gabung diskusi

Febi Nugraheni Sunarno 3 tahun yang lalu
Duhhh selalu terharu tiap ada cerita soal hachiko, harus banget ini masuk jadwal itenerary