Shirakawago, Desa Warisan Dunia

Desa yang tertutup salju selama musim dingin

Oleh Relinda Puspita   29 Nov 2014

Pernahkah JapanTraveler membayangkan berdiri di suatu tempat yang penuh salju? Hanya warna putih yang mendominasi. Kalau belum, silahkan datang ke Shirakawago di Gifu, pada musim dingin. Musim dingin berlangsung sekitar bulan Desember hingga awal Februari. Ke Shirakawago merupakan salah satu kunjungan wajib para turis selama musim dingin di Jepang. Dipertahankannya rumah-rumah tradisional beratap jerami yang kokoh dan terawat membuat UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai salah satu warisan dunia yang ada di Jepang.

Suasana bak di negeri dongeng akan terlihat begitu JapanTraveler melihat Shirakawago dari atas. Untuk itu biasanya pengunjung akan menuju bukit yang ada di seberang desa. Terlihat warna hitam putih yang merupakan gambaran dari salju dan rumah-rumah kayu di sana. Pemandangan atap segitiga dengan jendela-jendela kecil di loteng rumah, serta pegunungan di belakangnya benar-benar memanjakan lensa para fotografer yang ke sana.

Pengunjung harus menyeberangi jembatan untuk menuju desa Shirakawago. Begitu sampai, warna putih akan menutupi hampir semua jalanan yang dilalui. Kita akan takjub melihat timbunan tebal di atap rumah, dan tumpukan salju yang menutupi sebagian dinding rumah membuat kita membayangkan berapa lama salju turun di desa ini, lalu hamparan salju di setiap halaman rumah membuat kita ingin berlarian dan bergulingan di tengah-tengahnya. Kapan lagi bisa bermain salju sepuasnya! Apalagi kalau kebetulan ada hujan salju. Benar-benar seperti dalam mimpi.

Rumah-rumah yang ada di sana bisa dimasuki secara gratis, tetapi ada juga yang mengenakan tiket masuk. Kita bisa naik sampai ke loteng paling atas dan melihat suasana pedesaan dari dalam rumah. Rumah umumnya terbuat dari kayu, dan masih menyimpan beberapa peralatan pertanian dan menenun. Sangat bernuansa Jepang zaman dahulu. Daerah ini memang merupakan daerah pertanian, dan halaman yang tertutup salju itu sebenarnya areal persawahan yang bisa dilihat pada musim panas. Di tengah-tengah rumah di lantai bawah, biasanya ada perapian yang biasa digunakan untuk memasak air oleh penghuninya. Kita bisa duduk di pinggirnya untuk menghangatkan badan.

Bukan hanya rumah-rumah tempat tinggal yang ada di sana. Pengunjung juga bisa menemukan restoran atau toko suvenir untuk membeli oleh-oleh. Hutan yang ada di belakang perumahan di sana juga asyik untuk dijelajahi.

Jika JapanTraveler berniat ke sana, jangan lupa mengenakan sepatu yang solnya anti licin, supaya tidak terpeleset. Bawa payung juga kalau tidak ingin basah karena hujan salju.

Ayo, ke Shirakawago musim dingin ini!

Ditulis oleh Relinda Puspita
JapanTravel Member

Tinggalkan komentar