Ramen Gyorai

Sup rasa tuna dengan pipa kopi di Tokyo

Oleh Tom Roseveare   

Gyorai (本枯中華そば 魚雷) adalah sebuah kedai ramen di distrik Bunkyo, Tokyo yang unik dibandingkan kedai ramen lainnya. Kedai ini berdiri pada tahun 2010 dan dioperasikan oleh Bond of Hearts group- berasal dari Nagano yang secara perlahan meluas di area Kanto.

Pertama-tama -dan perlu dicatat- kuah di Kedai Gyorai disiapkan dengan sebuah metode tidak biasa dengan menggunakan pipa kopi. Tsukada, pemilik kedai mengatakan bahwa inovasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan aroma asap dari ikan tuna yang dikeringkan dan diekstrak ke dalam kuah sesaat sebelum disajikan kepada pembeli.

Kedua, semangkuk ramen yang disajikan masih setengah jadi - Anda dapat memilih taburan yang mana disajikan terpisah, hal ini membuat Anda untuk mengkreasikan ramen dengan sentuhan tangan Anda sendiri. Sangat jarang pembeli bisa mengkreasikan makanan yang dipesan di Jepang, menurut saya, ini adalah sebuah poin yang bagus untuk sebuah strategi penjualan.

Taburan yang disediakan tergantung pada pilihan Anda saat memesan di mesin tiket. Anda dapat memilih tiga macam taburan (selain daun bawang) yaitu : ayam, daging babi panggang, menma, nemagaritake/rebung, telur puyuh, nori, jamur kikurage, naruto-maki dan bok choy.

Di samping ramen biasa (¥)730), Anda bisa meng-upgrade pilihan Anda ke Tokusei (mewah) (930) atau Aburi (panggang)(¥1030). Ramen mewah disajikan dengan masing-masing dua potong ayam dan daging babi ditambah dengan telur ajitama, sedangkan untuk ramen bakar disajikan dengan masing-masing tiga potong daging ayam dan daging babi. Semuanya ini dapat ditambah dengan tiga macam taburan lainnya sebagai pendamping!

Cara ke sana

Gyorai is just a few minutes north of Korakuen station exit 8 (the opposite direction offering good views of Tokyo Dome). You can't miss the red signage and torpedo outside the shop! 

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Odilia Sindy Okinawati

Odilia Sindy Okinawati @odilia.djoenar

Travel is my soul!

Artikel asli oleh Tom Roseveare

Tinggalkan komentar