Ramen Setagaya

Menjelajah Pasar Edo di Haneda

Oleh Tom Roseveare   

Terletak di pinggiran utara Haneda yang menyenangkan dan bergaya rekreasi kota tradisional yang terinspirasi zaman Edo, Ramen Setagaya (ら ー め ん せ た が 屋) dengan angkuhnya menghadap ruang keberangkatan internasional. Tempat ini merupakan kesempatan terakhir untuk mereka yang sering bepergian untuk bergabung menikmati ramen sebelum gerbang keberangkatan ditutup.

Grup di balik tempat ini pada awalnya terkenal karena menjual 2 merek di 1 toko dan melayani jenis ramen yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhan kerumunan pencari menu makan siang / makan malam di cabang awalnya di Nozawa pada tahun 2000. Dengan menjual shio / ramen asin untuk kerumunan makan siang di bawah merek Hirugao, dan Shoyou gyoukai / ramen kaldu ikan yang mengisi celah waktu malam, akhirnya Setagaya menjadi sukses karena kedua variannya itu dan sekarang beroperasi sebagai rantai yang berbeda di seluruh Jepang. Cabang Setagaya di Haneda ini ikut bergabung pada 2010.

Ramen Setagaya juga tidaklah asing bagi wisatawan yang datang dari tempat yang jauh. Pemilik / koki aslinya yaitu Tsukasa Maejima bahkan membuka cabang New York di tahun 2007.

Menu

Menu utama yang ditawarkan adalah ' ramen Setagaya ' (¥ 1.080) yang menjadi asal nama tempat makan ini, yaitu mangkuk berisikan shoyu atau kecap yang kaya rasa, sup dasar dikombinasikan dengan bahan ikan dan daging, dan mie ramen keriting  dengan ketebalan medium. Toppingnya murah hati dan sudah termasuk telur rebus lembut, daging babi charsiu lembut dan aosa, sejenis rumput laut, dari Sungai Shimanto Kochi yang mengubah mangkuk mie ini menjadi hidangan sempurna .

Lanjut ke bagian bawah menu akan kamu temui versi Tsukemen (mie yang dicelupkan) (¥ 1,1130), bersama lebih banyak pilihan ramen dasar / Tsukemen (¥ 830 / ¥ 880). Mereka juga merekomendasikan ramen tori-shio (¥ 880), atau ramen ayam asin berdasarkan gaya ramen Setagaya yang menggunakan sup kaldu ikan. Pilihan menu jelas harus bisa menarik semua pengunjung. Di sini juga ditawarkan berbagai makanan tambahan dan minuman, dengan gyouza dan bir dari tong yang sering menjadi prasyarat dalam pesanan saya.

Karena berlokasi di bandara, pastikan bahwa ada ruang tambahan untuk menyimpan koper sehingga kamu dapat fokus pada mie ramenmu dengan tenang dan nyaman. Terdapat kounter (8) dan meja (12) yang menyediakan banyak tempat duduk, tergantung pada ukuran kelompok atau berapa banyak waktu yang kamu miliki sebelum gerbang keberangkatan ditutup.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Tom Roseveare

Tinggalkan komentar