Pewarnaan Sutra Yuzen

Belajar membuat kimono tradisional Jepang

Oleh Rey Waters   

Miwa baru-baru ini bertemu dengan teman-teman SMA-nya di sebuah acara reuni dan berjumpa dengan seorang wanita yang merupakan seniman berpengalaman yang mengajar di kelas pewarnaan kain untuk kimono. Dia kemudian mendaftar di kelasnya. Saya memutuskan untuk ikut agar bisa melihat secara langsung bagaimana proses yang rumit ini dikerjakan.

Setelah sekitar lima belas menit mendengarkan seorang ahli memberikan instruksi, saya terpesona dengan bagaimana semuanya berlangsung.

Instruktur kami, Nanako Yakura, sudah lebih dari dua puluh lima tahun berpengalaman dalam mendesain, mewarnai, dan membuat kimono. Dia tiap tahun menghasilkan satu kimono dan menjualnya hampir sepertiga harga toko profesional.

Ada dua jenis kain sutra yang digunakan untuk membuat kimono. Yang satu diwarnai terlebih dahulu lalu ditenun. Sedangkan yang lain disebut Yuzen di mana kimono awalnya digambar dengan tangan dan kemudian diberi warna. Pewarnaan Yuzen diciptakan sekitar tahun 1700 di Zaman Edo

Keahlian Yakura-san adalah mendesain dan membuat kimono Yuzen.

Ada banyak jenis Yuzen, pakaian formal berkelas Tomesode, yang dibuat khusus berdasarkan waktu, tempat dan acara.

  • Kuro-Tomesode (Hitam) digunakan untuk acara formal seperti pernikahan. Wanita yang sudah menikah memakai ini untuk menghadiri pernikahan kerabat.
  • Iro-Tomesode adalah pakaian dengan satu warna saja selain warna hitam dengan motif di bawah pinggang. Juga dipakai oleh wanita yang sudah menikah di pernikahan kerabat.
  • Houmonngi, memiliki motif di seluruh pakaian, bersifat semi-formal dan digunakan oleh wanita yang sudah menikah/belum menikah untuk berkunjung dan menghadiri upacara pernikahan teman.
  • Furisodie adalah pakaian formal yang digunakan wanita lajang saat upacara penyambutan kedewasaan, pernikahan, dan upacara formal lainnya.
  • Tsukesage adalah pakaian kasual dan motifnya harus terhubung satu sama lain di bagian depan kimono.

Kami memulai kelas dengan dua siswa lain yang sudah berada di tingkat mahir dan sedang mengerjakan proyek yang berbeda. Mereka juga teman sekelas Miwa dulu. (Kelas terbatas hanya untuk tiga orang) Kami mulai dengan sepotong kain yang sudah diberi pola oleh Yakura-san. Kain tersebut memiliki garis tepi bermotif bunga yang dibuat dengan lem pewarnaan, yang dalam proses selanjutnya akan hilang.

Kain yang disebut Fuksua ini digunakan sebagai hadiah dengan uang di dalamnya. Kuas yang dipakai terbuat dari berbagai bulu hewan. Yakura-san lebih suka kuas dari bulu rakun dan musang.

Warna putih dibuat dari kulit kerang bakar yang dibuat menjadi bubuk dan dicampur dengan pasta. Putih dan Merah digunakan untuk menandakan kalau itu adalah motif bunga sakura, dan kelopak bunga yang besar merupakan simbol dari kebahagiaan. Motif bunga "Buket" diperuntukkan bagi wanita muda untuk merayakan kebahagiaan.

Semua desain memiliki makna. Desainer akan memahami apa yang diinginkan pemesan dan kemudian membuat rancangan yang sesuai dengan itu.

Yakura-san suka melukis dengan warna-warna cerah cantik seperti putih, oranye, merah, kuning, hijau, ungu, biru, dan indigo. Menurutnya, melukis dengan warna-warna cerah menggambarkan kebahagiaan. Dia berusaha membuat semua pola di kimono-nya yang ketika pemakainya mengangkat lengan akan membuat motifnya bisa menyatu dan ketika digantung akan berubah menjadi sebuah hiasan.

Dia menggambar sebuah pola, lalu memberi kain yang sudah didesain dengan bubuk kue beras yang berfungsi sebagai lem, dan kemudian menggambarnya di bagian dalam dan luar kain.

Setelah mewarnai, dia meletakkan kain ke dalam alat penguapan dengan handuk dan koran selama 40 menit (kertas menyerap lem) untuk membuat pewarnanya merasuk ke dalam kain. Setelah diuapi, kain direndam dalam air hangat untuk membersihkan sisa lem. Lalu, kain digulung dengan handuk dan disetrika.

Untuk menambahkan emas ke desain, dia menggunakan lem emas yang dimasukkan ke dalam sebuah tabung kecil dan menekannya secara perlahan untuk menggambar garis di atas kain.

Toko profesional akan menjual sebuah kimono dengan harga 1 juta yen atau lebih. Kimono yang dilukis dengan tangan harganya bahkan bisa mencapai 2 juta yen atau lebih! Ketika dia menjelaskan kepada saya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kimono, saya segera menyadari kenapa harganya sangat mahal. Untuk Yakura-san, proses mendesainnya saja mungkin membutuhkan waktu 3 bulan, lalu 2 minggu untuk membuat garis-garis tepi pada setiap motif di kain, satu minggu untuk mengeringkan pasta yang digunakan untuk membuat garis tepi, serta tambahan waktu 2-3 bulan untuk mewarnai dengan tepat, dan satu hari untuk mencuci, melepas lem, dan melakukan koreksi.

Yakura-san membuat kimono untuk wilayah Tohoku, bagi mereka yang kehilangan orang terkasih dan kimono mereka saat gempa bumi 2011. Desainnya adalah sebuah gelombang dari kipas, serta sehelai bulu burung mitologi phoenix yang menjadi jembatan menuju ke surga dan kehidupan selanjutnya. Tujuannya membuat ini adalah untuk membawa kebahagiaan bagi para keluarga di surga. Yakura-san aktif dalam kelompok sukarelawan yang menyumbang untuk para wanita yang membutuhkan.

Dia menunjukkan kepada kami kimono hitam cantik (kuro-Tomesode) yang dia buat untuk pernikahan putranya kelak. Desain dan warnanya yang rumit dibuat dengan sangat halus, sehingga Anda tidak akan pernah menduga kalau kimono ini dibuat dengan proses pewarnaan.

Tempat ini juga menawarkan berbagai hal lain, seperti menambahkan lambang keluarga seukuran perangko yang dilukis dengan tangan menggunakan tinta India.

Saya bahkan mencoba mengoleskan warna ke kain yang sedang Miwa kerjakan. Dibutuhkan tangan yang stabil dan mata yang fokus agar tidak membuat kesalahan. Ketika kami selesai, Yakura-san membungkus kain kami dengan hati-hati agar bisa kami pajang di rumah kami.

Yakura-san berkata, "Yuzen adalah misi saya dan saya ingin menjadi sebuah noktah pada garis panjang sejarah Yuzen."

Kalau tertarik, Anda bisa mengirim email kepadanya untuk bertanya kapan kelas selanjutnya dibuka, atau kunjungilah juga situs mereka untuk mengetahui kelas-kelas lain yang ditawarkan di seluruh Jepang. Serta jangan sungkan untuk mengirim email untuk mengetahui harga, ketersediaan, dan arah menuju sekolahnya di (nanakoykr@aol.com).

Seni mewarnai kimono adalah pengalaman belajar menarik yang bisa Anda tambahkan dalam perjalanan Anda ke Jepang.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Rey Waters

Gabung diskusi

Vicky Amin 2 bulan lalu
Satu kimono harganya 2 juta yen? Pantes gak masalah satu tahun cuma ngehasilin satu kimono aja :'D