Pasar Ikan Tsukiji

Ekonomi, budaya, dan pariwisata, membaur jadi satu

Oleh Vicky Amin   6 Mei 2016

Pernah bertanya-tanya mengapa kuliner Jepang selalu terkesan segar dan menyehatkan? Terang saja,  sumber daya alam terbarukan seperti ikan, sayur-mayur, buah-buahan, dan daging-dagingan adalah senjata andalan Jepang. Jadi jangan heran juga kalau pasar-pasar grosir yang menjadi pusat dari distribusi dan jual-beli komoditi ini tersebar di seluruh penjuru negeri. Di Jepang, terdapat 88 pasar pusat grosir yang tersebar di 56 kota. 54 di antaranya adalah pasar ikan—dengan alah satu yang paling terkenal, dan paling sibuk, ada di area Tsukiji di Tokyo.

Siapa tak kenal tempat ini? Tsukiji adalah destinasi turis paling populer di Tokyo, meski pada dasarnya pasar basah ini bukan diciptakan untuk menjadi tempat wisata. Pasar Ikan Tsukiji, alias Tsukiji Fish Market (築地市場, Tsukiji Shijō) adalah pasar grosir yang menjual ikan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Bersama Ohta dan Adachi, Tsukiji menjadi bagian dari Pasar Pusat Grosir Tokyo (Tokyo Central Wholesale Market). Di antara ketiganya, Tsukiji merupakan pasar yang paling besar, menangani 87% dari keseluruhan produk laut yang dihasilkan Pasar Pusat Grosir Tokyo. Ini menjadikan Tsukiji sebagai pasar ikan terbesar di dunia, mengolah lebih dari 450 jenis hasil tangkapan laut seberat 2000 ton per hari.

Dengan peran yang sebegitu penting, sudah jelas kalau aktivitas bisnis serius terjadi di dalam Pasar Ikan Tsukiji. Jadi sebenarnya, memasuki wilayah terluar sekalipun seharusnya sama ketatnya dengan memasuki gedung-gedung perkantoran. Tapi karena menampilkan proses jual-beli ikan yang terkesan sangat tradisional, dengan truk-truk dan kendaraan pengangkut ikan yang sibuk berkeliaran, Pasar Ikan Tsukiji harus rela didatangi turis setiap hari.

Pasar Luar Tsukiji (Outer Market)

Pengunjung memang bebas keluar-masuk pasar, namun aksesnya hanya terbatas pada wilayah pasar luar saja—sedangkan pasar dalam memberlakukan kuota pengunjung per hari. Pasar ini menyerupai pasar-pasar basah yang biasa kita lihat di Indonesia, namun tentu saja, barang dagangan dikuasai oleh ikan-ikan segar. Banyak pula penjual sayur-sayuran, toko-toko cenderamata, toko baju, toko peralatan masak, dan kedai-kedai makan yang bahkan sudah buka sebelum matahari terbit. Pasar Luar Tsukiji juga terkenal dengan restoran-restoran sushinya yang segar, yang tiap pagi pasti memiliki antrean panjang bagi mereka yang sudah (atau tidak kebagian jatah) masuk ke pasar dalam.

Berkeliling Pasar Luar Tsukiji saja sebenarnya sudah cukup menggambarkan kesibukan ala pasar grosir ikan, dengan ratusan orang berhilir-mudik menaiki kendaraan-kendaraan pengangkut boks yang sangat khas, dan para pedagang menjajakan hasil tangkapan laut mereka. Anda juga mungkin akan mendapati orang-orang yang sedang bergegas memasuki pasar dalam untuk melakukan pelelangan. Tentu saja semua akan semakin terasa kalau Anda datang pagi-pagi buta, ketika aktivitas distribusi dan jual-beli sedang heboh-hebohnya.

Pasar Dalam Tsukiji (Inner Market)

Pasar Dalam Tsukiji adalah tempat di mana pusat perdagangan dan bisnis yang sesungguhnya bertempat. Di dalam aula besar inilah kegiatan jual-beli ikan terjadi, ditemani ratusan bahkan ribuan akuarium, kotak-kotak pendingin, daging-daging ikan segar yang sedang dipotong-potong, lengkap dengan lantai becek dan bau amis yang menyerbak.

Kegiatan di pasar dalam dimulai pagi sekali, sekitar pukul 3, ketika para perantara memperhatikan dan mengira-ngira harga dari hasil-hasil tangkapan laut yang nantinya akan dilelang. Pukul 5 pelelangan pun dimulai, dan selesai sampai ikan-ikan yang dilelang habis. Setelah itu ikan-ikan akan dibawa ke stan masing-masing agar dapat segera dibeli. Aktivitas ini terjadi sekitar pukul 7 pagi sampai 11 siang, menjadikan jam-jam itu sebagai saat-saat tersibuk di Pasar Ikan Tsukiji.

Pasar Dalam Tsukiji sama sekali tertutup untuk umum. Hanya mereka yang sudah mendaftar saja, yang boleh memasuki area pasar dalam, khusus untuk menyaksikan aktivitas pelelangan tuna.

Pelelangan Tuna (Tuna Auction)

Meski tertutup untuk umum, kesempatan untuk mengintip kegiatan di Pasar Dalam Tsukiji masih ada karena tiap harinya sebanyak 120 pengunjung diperbolehkan untuk masuk dan menyaksikan sengitnya pelelangan ikan tuna. Pendaftaran pengunjung dibuka sebelum pukul 5 pagi di Pusat Osakana Fukyu (Fish Information Center) di Pintu Kachidoki.

Pelelangan ikan sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pelelangan pada umumnya, dengan juru lelang yang berteriak membuka harga disambut para peserta lelang yang berlomba-lomba menaikkan tawaran mereka. Namun mengingat yang mereka perebutkan adalah ikan, dan kegiatan ini terjadi di tengah pasar ikan pada waktu yang sangat dini, menjadikan pengalaman menyaksikan pelelangan tuna sebagai salah satu yang paling unik se-Tokyo.

Sayangnya, akhir-akhir ini sering terjadi berbagai masalah terkait membludaknya jumlah wisatawan. Meski semuanya mengikuti peraturan yang ada, terlalu banyaknya orang-orang yang tak berkepentingan sedikit menghalangi kelancaran aktivitas jual-beli ikan di dalam pasar, terutama pada saat pelelangan. Karena masalah ini, terkadang pelelangan tuna sama sekali tidak menyediakan kuota untuk pengunjung, sehingga Anda harus mencari info terlebih dahulu sebelum berkunjung ke Tsukiji.

Ditulis oleh Vicky Amin
JapanTravel Partner

Gabung diskusi

Febi Nugraheni Sunarno 2 tahun yang lalu
Wah baru tau tuna auction skrg udah gak boleh dikunjungi, nice inpo bgt vic
Vicky Amin Penulis 2 tahun yang lalu
Cuma di saat-saat tertentu sih, kalau aktivitas di pasar lagi sibuk banget (terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru). Kebanyakan hari lain masih boleh kok ;)