Museum Pengairan Sendai

Menilik 400 tahun sejarah dan teknologi pengairan

Oleh Justin Velgus   

Dua pahlawan legendaris dipisahkan selama 250 tahun, keduanya berjuang untuk melawan musuh yang mustahil untuk dikalahkan. Satu bergumul dengan api, dan penyakit lainnya. Bergantung pada keseimbangan yang akan menjadi masa depan satu juta orang, penduduk kota saat ini. Solusi untuk kedua masalah ini adalah untuk mengontrol pemberi kehidupan: air. Ini adalah kisah kembali ke pengembangan sistem air tertua ketiga di Jepang ditemukan di Sendai, di daerah Miyagi. Dengan pengenalan yang mengasikkan, saya meneliti secara online, saya tahu saya harus berangkat ke Museum Pengairan Sendai untuk melihat bagaimana menariknya di sana.

Sendai memiliki pusat kota yang terpusat, tapi membentang secara geografis dari Samudra Pasifik ke pegunungan yang berbatasan dengan Yamagata. Museum Pengairan Sendai adalah kunjungan berikutnya, yang diakses melalui 40 menit berkendara dari Stasiun JR Sendai atau 20 menit berjalan kaki dari Stasiun Kumagane sepanjang garis Senzan. Daerah ini penuh dengan alam. Bahkan berdekatan dengan jalur pendakian ini merupakan bagian dari pengalaman nantinya. Mudahnya berjalan-jalan membawa Anda melewati kantor manajemen lama dengan jendela bulat retro, taman miniatur, atau air mancur kepala kambing yang unik (tidak lagi bekerja). Meja piknik juga tersedia disana yang mengunggah suasana. Langkah selanjutnya membawa Anda kepada bendungan Aoba # 1 lalu menaiki tangga berliku untuk sebuah patung sederhana yang mengabadikan semangat dewa air. Bendungan dengan efek air terjun, terbuat dari desain di mana air nya mengalir jatuh di atas batu yang miring. Ada yang mengatakan bahwa seorang ahli dengan mata yang bagus dapat melihat kualitas air yang jatuh hingga mengalir ke sungai. Para penggemar bendungan datang ke sini hanya untuk melihat bendungan bersejarah, rasa bangga dalam "kartu bendungan" yang diberikan kepada mereka saat memasuki museum.

Dengan tiket gratis, Anda akan dibuat tertarik baik itu orang dewasa maupun anak-anak. Lantai pertama bangunan adalah panel waktu dan informasi (Bahasa Jepang saja, tapi pamflet Bahasa Inggris tersedia), ada beberapa artefak teknologi saluran pembuangan, dan gambar yang imajinatif. Lantai kedua memberikan penjelasan yang lebih luas tentang bagaimana air didaur ulang melalui alam, dan bagaimana sistem air dari bumi semua terhubung. Banyak mainan dan gambar kartun membuat hal ini menyenangkan untuk anak-anak. Saya sangat menikmati foto-foto bersejarah, khususnya dengan seorang pria berdiri di badai luar biasa, sedang menguras terowongan tiga kali tinggi badannya.

Sejarah sistem air di museum menceritakan sebuah cerita yang sangat menarik. 400 tahun yang lalu Date Masamune, penguasa feodal lokal, menjadikan kota berkembang. Dengan 50.000 orang, kota dengan benteng-benteng berkembang dalam beberapa periode waktu. Insinyur di kota samurai menciptakan sebuah sistem kanal yang luas disebut Yotsuya Yusui. Mengarahkan bagian dari Sungai Hirose menjadi serangkaian saluran air di atas dan bawah tanah di seluruh kota, warga diberikan air untuk penggunaan sehari-hari dan ukuran yang cukup dekat untuk memerangi kebakaran.

Generasi selanjutnya adalah bagian barat perlahan membuat dirinya dikenal di Jepang, populasi kota membengkak. Kebutuhan dan kemajuan untuk layanan seperti listrik, pengumpulan sampah, dan limbah menjadi prioritas. Pembuangan yang tidak tepat dari limbah dan pemberantasan kemiskinan yang meningkat menjadikan sumur sebagian besar terserang kolera, membunuh ribuan orang. Saat ini bantuan bukan lagi dari lokal, tapi seorang pria Inggris dari belahan dunia sana. Secara otodidak, W.K. Burton mungkin adalah orang yang paling penting dalam teknologi sistem air modern yang Anda pernah dengar. Dia menjalani kehidupan yang penuh warna prestasi melalui fotografi, menjadi profesor universitas Jepang, dan membangun beberapa proyek arsitektur, seperti gedung pencakar langit Jepang. Meskipun karyanya dalam sistem sanitasi dari London ke Taiwan untuk seluruh Jepang mungkin kontribusinya terbesar bagi umat manusia. Tentu saja, ia juga membuat perubahan yang signifikan terhadap sistem air di Sendai.

Kisah dua pahlawan, banyaknya informasi, kawasan yang menyenangkan bagi anak-anak, dan alam yang kaya di seluruh perjalanan rekreasi ke Museum Pengairan Sendai yang menyenangkan. Artis Nikka Whisky Distillery, taman hiburan pegunungan Sendai, dan sumber air panas yang terletak dua penghentian lebih dengan kereta api atau jalan pintas.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Fathin Kemala

Fathin Kemala @fathin.kemala

saya belum pernah ke jepang, mau donk kesana. amiiinn  

Artikel asli oleh Justin Velgus

Tinggalkan komentar