Air Terjun Otaki Akiu

Air terjun dengan banyak destinasi wisata di dekatnya

Oleh Justin Velgus   

Daerah Akiu memiliki beberapa destinasi wisata, yang paling terkenal mungkin adalah onsen dan Pabrik Penyulingan Wiski Nikka di Sakunami yang berlokasi tak jauh dari sana. Namun, jika Anda lebih memilih mencari destinasi yang alami, kenapa tidak mencoba berkunjung ke Air Terjun Otaki Akiu? Air terjun ini dinobatkan sebagai satu dari 100 air terjun terbaik di Jepang.

Setelah melewati tempat parkir dan halte bus, Anda akan menjumpai tempat beristirahat dan sebuah pasar kecil. Pastikan untuk membeli oleh-oleh atau camilan di sini. Setelah melewati gerbang torii, Anda akan memasuki sebuah dunia baru. Pohon-pohon tinggi dan kuil khas pedesaan membawa Anda pada lingkungan yang jauh dari hiruk-pikuk kereta atau jalanan kota yang padat. Dibutuhkan waktu selama dua puluh menit berjalan kaki untuk naik dan turun beberapa anak tangga yang dipahat di permukaan gunung, lalu menembus hutan yang akan membawa Anda ke sebuah jembatan.

Jembatan ini membentang di atas ngarai yang dipenuhi berbagai pemandangan hijau. Tengoklah ke bawah dan Anda akan melihat air Sungai Natori yang jernih. Meskipun saya mengunjungi tempat ini pada akhir musim semi yang dipenuhi dengan tanaman hijau yang menarik, kawasan ini juga sangat cantik dengan dedaunan musim gugurnya. Dengan menyeberangi jembatan, Anda akan tiba di tempat parkir yang lain, sebuah alternatif jika Anda datang dengan mobil dan tidak mau terlalu banyak mendaki. Dari sana beloklah ke kiri dan susurilah setapak untuk mencapai air terjun.

Setelah 10-15 menit mendaki serta menuruni tangga dan lereng, Anda akan sampai di bagian bawah air terjun. Perhatikan langkah Anda saat memijak bebatuan besar selagi berjalan menuju tepi air terjun. Akhirnya, semua perjuangan akan terbayarkan. Udara di sini dipenuhi dengan kabut air terjun yang menyegarkan dan udara segar pegunungan. Seperti kebanyakan air terjun, semakin lama Anda menatap air yang jatuh, semakin banyak energi spiritual yang Anda rasakan. Anda bisa mendaki sebuah jalur pendakian di dekatnya lalu melintasi sebuah sungai kecil untuk bisa lebih dekat lagi dengan air terjun dan menuju kolam di dasar air terjun. Hanya saja, jangan terjun ke bawah karena kolamnya cukup dangkal!

Meskipun air terjunnya cantik, saya tidak akan mengatakan itu mengesankan. Tapi di sisi lain, area di sini benar-benar tenang dan saya merasa sangat santai setelah melihat alam sekitar selama hampir dua puluh menit. Ini adalah air terjun yang menjadi satu dari seratus air terjun terbaik Jepang, tapi menurut saya tempat ini tidak cukup layak didatangi jika Anda hanya ke sini untuk melihat air terjun. Pastinya ada air terjun lain yang lebih spektakuler dari yang satu ini. Namun, itu bukan berarti saya akan mencegah Anda berkunjung ke sini. Seperti yang saya jelaskan tadi, ada banyak destinasi wisata lain di daerah ini dan di tempat-tempat tersebut Anda bisa menikmati indahnya alam pegunungan untuk menghilangkan berbagai kepenatan yang Anda rasakan. Anda juga bisa pergi ke kuil dan kebun botani menarik di sisi lain tempat parkir (waktu saya ke sana, kedua tempat itu sudah tutup karena saya tiba saat sore hari) dan tentu saja pendakian Anda tidak sia-sia. Hal menarik yang disuguhkan di sini bukan hanya destinasi utamanya saja, tapi juga seluruh pengalaman yang Anda lalui untuk pergi ke sana.

Cara ke sana

Untuk kebanyakan wisatawan, Anda harus naik bus untuk menuju ke Otaki Akiu. Naiklah bus di halte nomor 8 di Pintu Keluar Timur Terminal Bus Stasiun JR Sendai. Lalu turunlah di halte terakhir. Namun jika memungkinkan, saya sangat merekomendasikan bepergian dengan mobil. Ini memberikan Anda akses yang mudah ke tempat-tempat wisata terdekat dan yang terbaik dari semuanya, Anda bisa menikmati perjalanan menyenangkan melintasi pegunungan dan hutan. Kedua cara tersebut sama-sama menyuguhkan keindahan alam bukan?

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Justin Velgus

Tinggalkan komentar