Kafe Kohanyu

Kafe sisi sungai di pedesaan Kochi

Oleh Mandy Bartok   

Kota pedesaan Kami di perfektur Kochi terkenal dengan Musium Anpanman. Sejauh yang saya lihat, hal yang tidak dimilikinya adalah restoran menarik. Jadi ketika melihat tanda kafe dan onsen di sisi lain sungai kota, saya mengambil kesempatan dan menerjang jalan raya kecil memutar menuju Kohanyu.

Sangat layak perjuangan mencapai sisi sungai ini. Kohanyu memiliki banyak hal (kafe, onsen, galeri) akan tetapi tujuan utama saya adalah mendapatkan makan siang lezat. Mengenai hal itu, Kohanyu lebih dari sekedar makanan. Dimungkinkan untuk memesan makan siang bagi seorang diri, seperti omelet Jepang, berbagai macam pasta, atau makanan khas Kochi tataki (tuna cakalang bakar). Akan tetapi dengan alasan harga, layak untuk mencoba salah satu makanan menu harian. Saya memilih bistik hamburger, daging sapi lokal dengan bumbu yang disajikan dengan makanan pendamping. Karena musim semi, saya diberikan sayur musiman tertentu seperti rebung dan minyak sayuran hijau, dan beberapa pilihan makanan berbahan dasar tahu. Semangkuk nasi merah dan sup miso sebagai pendamping melengkapi makan siang utama, ketika saya menambahkan beberapa minuman tambahan dari perasan jus apel, wortel, dan kol segar. Ketika bertanya pada pegawai, mereka memberitahukan bahwa bahan baku semua menu berasal dari tumbuhan lokal; nasinya bahkan organik.

Anda dapat selalu mengunjungi Kohanyu hanya karena makanan penutup atau kopi. Pilihan makanan manisnya mungkin terlihat mahal akan tetapi ukuran porsinya besar dan kue apel yang saya pesan datang dengan es krim sebagai makanan pendamping tambahan. Berbagai macam jenis minuman berkafein dapat dipilih, bersama beberapa pilihan coklat.

Apabila cuacanya mendukung, Anda harus mencoba bagian teras. Beberapa meja empat orang dan bangku panjang tersedia untuk makan malam dan pemandangan ke sungai dan hutan disekitarnya sangat indah. Hembusan angin dapat datang tiba-tiba dari arah sisi sungai, akan tetapi tersedia selimut apabila kedinginan.

Kohanyu hanya dapat dicapai dengan mobil, kecuali Anda tidak keberatan berjalan kaki selama 20-30 menit melintasi sungai dari kota Kami tempat pemberhentian bus lokal terdekat. Tempat parkir berada di bukit atas restoran.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Dian Retno Mayang Sari

Dian Retno Mayang Sari @dian.retno.mayang.sari

My 2nd home country is my-yasashi-yokoso Japan!

Artikel asli oleh Mandy Bartok

Tinggalkan komentar