Yakushima - Shiratani Unsuikyo

Berkeliaran di sebuah hutan bak surga yang dipenuhi lumut

Jadi, alasan orang berduyun-duyun ke Yakushima adalah Jomon Sugi, pohon tertua di Jepang. Namun, saya lebih memilih Shiratani Unsuikyo. Rupanya hutan dalam film anime terkenal Princess Mononoke didasarkan pada hutan di sini. Batu-batu berlumut hijau yang cantik dan rusa yang berkeliaran bebas cukup untuk merangsang imajinasi siapa pun.

Dibanding di Jomon Sugi, jalan-jalan di sini terasa jauh lebih santai. Saya menghabiskan sekitar empat jam di sini dibandingkan dengan delapan jam di Jomon. Ini berarti Anda memiliki lebih banyak waktu untuk berjalan santai dan menikmati pemandangan dan suara, daripada bergegas untuk melihat satu pohon istimewa. Jalan setapaknya adalah jalan batu buatan manusia dekat pintu masuk, tetapi tidak butuh waktu lama untuk kemudian berubah menjadi jalan hutan pedesaan yang tertutup bebatuan. Jangan salah, ini bukan berarti akan seperti mendaki gunung atau trekking hutan yang ekstrim, namun dengan jalan ini Anda tidak perlu melakukan perjalanan jauh hanya untuk bisa merasa seperti sedang berkeliaran di hutan sihir yang ajaib.

Dengan demikian, setelah hari sebelumnya melakukan trekking selama 8 jam di hutan, beberapa jam di sini, saya merasa menjadi jauh lebih peka terhadap lingkungan yang indah. Dan sedikitpun saya tidak sadar bahwa yang terbaik belumlah muncul. Dan jika Anda datang ke sini, Anda harus berjalan ke Taiko Iwa yang namanya berarti sesuatu seperti gendang batu besar.

Jalan kemudian menjadi cukup curam menuju bebatuan dan saya harus mengakui, di saat itu saya sempat berpikir 'apakah ini benar-benar layak?’ Kemudian Anda sampai ke puncak. Tiba-tiba entah dari mana, jalan menurun ke bebatuan. Sebelum Anda sadar bahwa Anda sedang berdiri di atasnya, napas Anda sudah dirampas oleh panorama megah dari daerah sekitarnya.

Ini adalah salah satu tempat yang saya harap sudah saya ketahui sebelumnya. Suatu tempat yang dengan diam-diam bisa saya datangi untuk merenungkan hidup, masalah-masalah saya atau hanya sekedar duduk dan bersantai. Anda pasti bisa melakukannya di sini. Tapi tempat ini bukan tempat rahasia. Memang tidak ramai seperti Jomon Sugi, tetapi ada sejumlah orang yang melakukan perjalanan ke sini. Saya berada di jalur ini pada pukul 6 di pagi hari dan saya pikir itu layak dilakukan.

Dalam perjalanan kembali, saya disambut oleh apa yang tampak seperti sebuah adegan dari film Bambi. Seekor rusa masuk dari sebelah kiri, mengunyah sesuatu di mulutnya, melenggang di antara saya dan teman saya dan berjalan ke sisi lain jalan ini kemudian masuk ke hutan tanpa peduli pada dunia sekitarnya.

Tempat-tempat lain di Jepang, seperti Miyajima memiliki banyak rusa, tapi terasa agak kurang alami, rusa di sana seperti mengemis minta makan atau perhatian. Di Yakushima, rasanya seperti Anda melihat sekilas habitat alami mereka. Mereka tidak merasa takut dan melakukan aktivitasnya secara bebas. Namun ini karena kurangnya predator di pulau itu, bukan karena tidak adanya makanan gratis dari wisatawan.

Ada papan penunjuk di sana yang menyampaikan, jangan memberi makan pada binatang (jelas bukan seperti dalam kisah Gremlin yang kemudian berubah menjadi semacam monster) dan itu memang penting untuk menjaga lingkungan alami Yakushima ini.

Di seluruh hutan, ada berbagai tempat di mana Anda dapat memilih sebuah batu besar dan beristirahat, bahkan berbaring. Jalannya harus cukup tenang sehingga Anda dapat memiliki sedikit waktu untuk diri sendiri jika itu yang Anda cari.

Juga, jika Anda sedang mencari tempat menginap, Garappa to Kenkichi Minshuku sangat bagus. Ruangannya memang basic, tapi staf di sana ramah dan berpengetahuan. Mereka juga memiliki 100 shochu (alkohol Jepang) yang berbeda yang tersedia untuk dicicipi.

Info lebih lanjut

Cari tahu tentang Shiratani Unsuikyo

0
0

Tinggalkan komentar