Museum Seni Iwate

Pameran permanen dari para seniman lokal Iwate

Oleh Mifthanzi Ariana Sarashanti   

Gedung modern nan lebar ini dibangun pada tahun 2012 untuk memamerkan karya seni seniman lokal Iwate. Dalam gedung ini terdapat beberapa ruangan pameran permanen dengan berbagai jenis karya seni yang dipamerkan. Lukisan, pahatan, dan pecah belah dengan desain modern kontemporer banyak dipamerkan dalam museum ini.

Iwate Museum of Art terdiri dari dua lantai. Lantai dua digunakan untuk pameran permanen di mana para pengunjung bisa menikmati hasil kerja seni rupa dari para seniman Jepang. Pada bagian ini dipamerkan karya seni dari tiga seniman, yaitu Tetsuro Yorozu, Shunsuke Yamamoto, dan Yasutake Funakoshi.

Salah satu pameran yang membuat saya takjub adalah patung-patung yang lahir dari pahatan tangan Funakoshi Yasutake. Karyanya memiliki cita rasa seni yang unik karena mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Eropa. Funakoshi adalah seorang seniman dan guru besar di bidang seni rupa yang lahir di kota Ichinohe, Prefektur Iwate. Ia menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempelajari teknik pemahatan dan turut berpartisipasi dalam berbagai pameran seni rupa. Berbagai penghargaan sudah ia raih. Salah satunya adalah penghargaan Person of Cultural Merit yang didapatkannya pada tahun 1999, dua tahun sebelum ia meninggal.

Selain ruang pameran, pada lantai dua juga terdapat perpustakaan yang nyaman untuk mempelajari lebih lanjut mengenai seni rupa.

Pada umumnya pengunjung mulai menjelajahi lantai dua terlebih dahulu sebelum menjelajah lebih jauh lantai dasar. Di lantai dasar tersebut seringkali digunakan untuk pameran sementara dan juga acara jumpa seniman. Selain itu terdapat pula toko cinderamata yang menjual berbagai pernak pernik seni rupa.

Harga tiket masuk museum ini adalah sebesar ¥800 dan pengambilan foto di dalam ruangan tidak diperbolehkan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Mifthanzi Ariana Sarashanti

Mifthanzi Ariana Sarashanti @mifthanzi.ariana.sarashanti

Indonesian who loves traveling, writing, and photography.

Artikel asli oleh Mifthanzi Ariana Sarashanti

Tinggalkan komentar