Musim Gugur di Hitachi Seaside Park

Menyaksikan padang karpet merah merona

Oleh Vicky Amin   

Hitachi Seaside Park, sebuah taman di sisi Samudera Pasifik yang berlokasi di kota Hitachi, Prefektur Ibaraki, mungkin lebih terkenal akan bunga nemophilia yang mekar pada musim semi. Sepanjang akhir April hingga pertengahan Mei, hamparan padang bunga berwarna biru itu akan tampak seperti menyatu dengan langit, menciptakan sebuah ilusi optik yang menakjubkan. Tapi bagaimana setelah musim semi berlalu? Kesempatan berikutnya adalah pada bulan Oktober saat musim gugur tiba, ketika warna merah kini yang akan mendominasi sang taman.

Kali ini giliran bunga kochia, semacam tanaman semak setinggi 10-15cm yang menjadi primadona sang taman. Sepanjang musim panas, kochia yang menyelimuti bukit Miharashi (bukit yang juga menjadi rumah dari bunga-bunga nemophilia) masih menampilkan warna hijau sebagaimana tanaman semak-semak pada umumnya. Ketika musim panas berlalu, kochia-kochia ini akan perlahan berubah warna menjadi merah, dan puncaknya, pada bulan Oktober, semuanya akan menampilkan warna merah scarlet yang menggetarkan hati.

Sayangnya, ketika saya berkunjung ke Hitachi Seaside Park, kochia-kochia ini belum sepenuhnya berubah warna menjadi merah darah. Meski demikian, saat itu warna-warna hijau sudah mulai memudar dan elemen-elemen jingga sampai merah sudah mulai mengusir aura-aura musim panas yang masih tersisa di bukit Miharashi. Hasilnya? Silakan nikmati foto-foto transformasi kochia yang saya dapatkan ketika berkunjung ke taman ini pada pertengahan Oktober!

Cara ke sana

Hitachi berjarak 2 jam perjalanan kereta dari Tokyo. Stasiun terdekat dari Hitachi Seaside Park adalah Stasiun Katsuta di jalur JR Joban Line (yang bisa dicapai juga dengan menaiki kereta dari Stasiun Mito di Mito, kota tetangga Hitachi). Dari Stasiun Katsuta, ada layanan bus yang akan mengantar langsung ke Hitachi Seaside Park.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.