Belajar Tentang Natto

Kacang kedelai yang difermentasi

Oleh Michael Papp   

Natto adalah kacang kedelai fermentasi yang sangat terkenal di tengah rakyat Jepang. Natto dapat dinikmati kapan saja. Makanan ini memiliki tekstur yang berserabut dan bau yang tajam (beberapa orang asing bahkan menyebut baunya tidak enak). Biasanya natto disajikan bersama tare (sejenis kecap), dan karashi atau mustard, kemudian dimakan bersama nasi panas.

Tak ada yang mengetahui asal muasal dari natto. Beberapa sumber mengatakan bahwa natto pertama kali dinikmati pada era Shotoku Taishi (574-622 M). Sumber lainnya menyatakan bahwa Hachiman Yoshiee dari klan Minamoto (1039-1106 M) adalah orang pertama yang menemukan natto. Meskipun kita tidak tahu pasti kapan atau oleh siapa natto ditemukan, konon katanya natto dibuat berdasarkan ketidaksengajaan. 

Proses pembuatan natto memakan waktu lama. Sebelum proses pendinginan dan tahap melalui mesin lainnya, diperlukan waktu empat sampai lima hari untuk membuat natto. Secara tradisional, kacang kedelai yang digunakan direbus hingga empuk. Kemudian tiriskan kacang kedelai dan tempatkan di seikat jerami atau wara. Kunci pembuatan natto adalah natto-kin atau bakteri natto. Bakteri ini adalah probiotik yang ada pada jerami. Karena itulah kacang kedelai yang sudah direbus ditempatkan dalam ikatan jerami untuk memulai proses fermentasinya. Setelahnya digali sebuah lubang yang kemudian dipanaskan dengan api. Hal ini diperlukan sehingga panas yang ditimbulkan akan membangunkan bakteri setelah ikatan jerami ditempatkan di dalam lubang. Selanjutnya ikatan jerami tersebut didingankan untuk proses fermentasi. Karena proses fermentasi ini membutuhkan termperatur yang dingin, pada musim dingin biasanya natto dibuat di luar ruangan baru kemudian dimasukkan ke dalam kulkas. Setelah beberapa hari, natto siapa untuk dimakan sebagai makanan musim dingin yang lezat dan menyehatkan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Khoirunnisa Wirdaningrum

Khoirunnisa Wirdaningrum @khoirunnisa.wirdaningrum

A little living wanderer wandering around one place to another.

Artikel asli oleh Michael Papp