Kitano Ijinkan

Sentuhan Eropa di Puncak Bukit Yamate

Oleh Irma Syahriar   

Di kaki Gunung Rokko di Kobe, bagian utara Stasiun Sannomiya, ada wilayah bernama Kitano. Hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun ke lereng bukit Yamate untuk sampai ke sana. Saat JapanTraveler menginjakkan kaki di Kitano, kalian akan segera mengenali banyaknya rumah-rumah tua bergaya Eropa di antara cafe-cafe modern dan toko-toko yang menjual aneka suvenir. Rumah-rumah ini dikenal dengan nama ijinkan.

Ijinkan dulunya adalah tempat tinggal bagi orang asing, seperti pedagang dan diplomat yang datang ke Jepang setelah dibukanya Kobe sebagai Treaty Port pada abad ke-19.

Awalnya ada ratusan ijinkan di wilayah Kitano, namun sekarang hanya sedikit yang tersisa, dan hanya sekitar belasan rumah yang dibuka untuk umum. Setiap rumah memiliki ciri khas dan arsitekturnya masing-masing, yang memberikan sentuhan internasional bagi daerah sekitarnya. Rumah-rumah tersebut dilestarikan oleh pemerintah daerah, bahkan secara resmi diakui sebagai properti nasional (Japan’s National Important Cultural Properties).

Beberapa rumah hanya berfungsi sebagai museum, yang tidak hanya memperlihatkan arsitektur bangunanya, tapi juga perabotan antik dan barang-barang berharga pemilik rumah sebelumnya. Setiap ruangan dipelihara dengan sangat baik dan dijaga sesuai bentuk aslinya. Photo-photo dan kisah tentang pemilik rumah juga bisa ditemui di dalamnya, membuat pengunjung merasakan kembali ke masa lalu ketika melihat-lihat tiap sudut rumah.

Ada juga rumah-rumah yang menambahkan cafe, restoran, dan toko yang menjual suvenir berkaitan dengan asal negara pemilik rumah. Suvenir khas Kobe juga dijual di tempat-tempat ini.

Pengunjung dapat memasuki rumah-rumah tersebut dengan membeli tiket yang ada di depan rumah atau kios tiket yang ada di sekitar Kitano. Selain tiket satuan, bisa juga tiket terusan (passport) untuk dua rumah atau lebih. Keuntungan dari passport adalah lebih hemat dan JapanTraveler bisa mengoleksi cap dari tiap-tiap rumah dalam satu buku, dan bisa dijadikan suvenir.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Relinda Puspita

Relinda Puspita @relinda.puspita

I am Indonesian. One year living Japan has woken up my wanderlust. I traveled alot at the time and loved every single of it. Hope to come back soon.

Artikel asli oleh Irma Syahriar

Tinggalkan komentar