Negeri Ajaib Musim Dingin Sounkyo Onsen

Bersantai di ngarai berair terjun di pusat Hokkaido

Oleh Katherine Moore   

Memutuskan untuk beristirahat dari perjalanan lima setengah jam dari Abashiri ke Sapporo, saya menuju Sounkyo Onsen di Taman Nasional Daisetsuzan. Saya menaiki kereta awal dari Abashiri yang membawa kami melalui pemandangan yang sangat bersalju menuju Kamikawa di pusat Hokkaido. Dalam perjalanan kami melewati orang-orang yang berkemah dan memancing di Danau beku Abashiri, banyak hutan pinus dan ladang yang sangat luas yang benar-benar tertutup salju yang tak tersentuh, seperti selimut besar di atas tanah. Di beberapa tempat ada trek  rubah atau kelinci yang terlihat jelas, dan kami melihat beberapa kelompok rusa yang acuh tak acuh menyaksikan kereta berlalu. Setiba di Kamikawa sedang turun salju, lalu saya menaiki bus ke kota kecil Sounkyo Onsen. Kami melaju melalui jurang Sounkyo yang menakjubkan, melewati banyak terowongan.

 

Ini adalah kota onsen menawan di kaki Gunung Kurodake di jantung taman nasional terbesar di Jepang. Kota, yang pada dasarnya terdiri dari hotel dan rumah pemandian di kedua sisi sungai kecil dan sangat sedikit jenis bangunan lain, melakukan sebagian besar bisnisnya di musim panas di mana banyak orang menggunakan kota sebagai basis untuk hiking di sekitar daerah ini. Tapi beberapa hotel, seperti Northern Lodge, tetap buka sepanjang tahun. Kota ini cukup kecil dan anda dapat menempuh semua yang ada di sana hanya dengan sekitar 5 menit berjalan kaki. Ada kereta gantung ke atas Kurodake - Pegunungan Hitam - tapi karena masih turun salju, puncaknya diselimuti awan sehingga saya memutuskan untuk tidak menghabiskan uang hanya untuk melihat pemandangan yang sepenuhnya putih.

 

Keesokan paginya saya mengenakan beberapa lapis pakaian untuk menjelajah ke negeri ajaib musim dingin di jurang itu sendiri. Saya berjalan di sepanjang jalan raya yang sangat sepi melewati jurang, mengikuti sungai ke beberapa air terjun yang membeku. Sepanjang jalan ada berbagai pemandangan indah dari tebing dan gunung berkabut yang hampir mustahil untuk dipotret dengan jelas. Seluruh daerah terasa seperti sedang berada di dalam sebuah foto sepia kuno karena pohon hitam gundul dan salju putih tampaknya menjadi satu-satunya warna sepanjang bermil-mil dan kabut salju membuat kabur semua detil pemandangan lebih dari beberapa meter jauhnya. Sounkyo berarti 'berawan' dan yang menamakan seperti itu memang tidak bohong!

 

Saat anda berjalan, ada sangat sedikit suara selain suara derakan saat berjalan di salju, yang tampaknya hampir terlalu keras. Tapi kadang-kadang anda dapat mendengar suara berderik dari pohon beku yang rapuh ketika mereka retak tertiup angin. Saat anda berjalan di lantai kayu anda langsung dapat mengatakan seperti apa suaranya karena mirip dengan ketika anda menggosok dua potong polistyrene bersama-sama, dan yang ini bahkan jauh lebih keras. Salju yang turun meredam suara sehingga kadang-kadang ada mobil yang sudah berada hampir di atas anda sebelum anda dapat mendengar kehadirannya.

 

Di air terjun, saya menemukan burung pelatuk yang saya lihat menghancurkan pohon kecil, hingga akhirnya cuaca semakin dingin lalu saya putuskan kembali ke kota. Dalam perjalanan kembali angin bertiup kencang, mengangkat bubuk salju halus ke udara dan jarak pandang semakin menurun, membuat saya berjalan sempoyongan dan membabi buta kembali ke hotel dengan syal kaku beku di leherku dan bulu mata saya tebal dan putih karena terlapis dalam es - benar-benar Onsen Time !!

 

Setelah makan malam, saya menuju seberang jalan ke Festival Sungai Es ketika kembang api sudah akan dimulai. Ini adalah lanskap gila dari terowongan, gua dan tangga yang benar-benar dibuat dari es yang diterangi banyak warna di malam hari. Daerah ini dipenuhi banyak igloo dengan patung es di dalamnya, dan sebuah kastil kecil yang dapat anda panjat menuju dinding menara Tapi di dalamnya ada labirin kecil terbentuk dari es, dengan stalaktit menakjubkan menusuk turun dari langit-langit. Ada banyak anak-anak yang sangat rusuh karena ada juga perosotan es dari atas yang mengirim mereka meluncur dengan kecepatan yang mengkhawatirkan ke dalam timbunan salju, dan meskipun itu benar-benar tampak sangat menyakitkan, mereka tampaknya menyukainya. Semua benda yang ada di situ menyala seperti pohon Natal mencolok dalam cahaya warna-warni, dan di beberapa malamnya akan diakhiri dengan pertunjukan kembang api.

 

Sounkyo Onsen adalah tempat yang indah untuk bersantai sepanjang tahun, baik di luar dan di onsen!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Santy Tobing

Santy Tobing @santy.tobing

no one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow. 

Artikel asli oleh Katherine Moore

Tinggalkan komentar