Pohon-pohon Plum Taman Shimizu

Bunga merah muda autentik musim semi Jepang

Oleh Elizabeth Scally   21 Feb 2019

Taman Shimizu di Kota Noda, bagi para warga lokal, terkenal dengan beragam festival bunganya. Di musim dingin yang suram, para tukang kebun menaungi bunga-bunga peony dengan memakai pelindung-pelindung berbahan jerami untuk menghindari hawa dingin sekaligus menghangatkan hati para pengunjung. Tapi di bagian luar yaitu di kebun bagian barat taman, bunga-bunga plum yang mengharumkan udara sekitar dengan aroma manisnya menandai kalau musim semi telah datang!

Sekarang ini, saat orang-orang memikirkan hanami, aktivitas melihat bunga, mereka akan membayangkan bunga-bunga sakura tertiup angin atau disinari oleh cahaya bulan. Tapi jauh sebelum bunga sakura menjadi primadona di Jepang, posisi tersebut ditempati oleh bunga plum. Di Zaman Nara, lebih dari seribu tahun yang lalu, mekarnya bunga plum dirayakan dengan berbagai pesta dan puisi. Di Zaman Heian, bunga sakura menjadi lebih populer sebagai subjek dalam acara-acara hanami.

Namun, plum masih berbunga dan aroma manis serta berbagai jenis warna dan bentuk yang dimilikinya mampu membuat orang-orang keluar dari rumah mereka saat pagi hari di bulan Februari yang dingin untuk berjalan-jalan, mengambil foto dan menghirup aromanya. Mekarnya bunga plum tidak begitu mendatangkan banyak kerumunan seperti mekarnya sakura, jadi Anda bisa menikmati aroma dan indahnya warna-warni bunga ini dengan tenang dan tak terburu-buru di Taman Shimizu.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Elizabeth Scally