Panduan Sakura Yamanashi

Kunjungi tempat melihat sakura terbaik di Yamanashi

Oleh Cathy Cawood   

Pada musim semi, bunga-bunga sakura bermekaran di mana-mana di Jepang, namun kalau Anda berada di Tokyo, Anda mungkin akan melihat lebih banyak manusia dari pada bunga di beberapa tempat populer di sana! Cobalah berpaling dari Tokyo dengan taman-taman dan sungai-sungainya yang terlalu penuh, dan naikilah kereta menuju Prefektur Yamanashi. Ada banyak sekali tempat melihat sakura yang bisa Anda pilih di sini! Entah hanya dengan mengunjungi satu tempat, atau beberapa area sekaligus, tidak ada yang salah di sini. Dan inilah daftar selengkapnya!

Tempat-tempat berikut sangat mudah dijangkau, dengan berjalan kaki dari stasiun terdekat.

Gunung Iwadono

Gunung di Kota Otsuki ini memiliki lebih dari 300 pohon sakura. Jalur masuknya berjarak 20 menit jalan kaki dari Stasiun Otsuki. Butuh waktu sekitar satu jam untuk mendaki ke puncak di mana Anda akan dihadiahi salah satu pemandangan Gunung Fuji terbaik di area Kanto. Kalau semua itu kurang cukup, Anda bisa menikmati kecantikan bunga sakura yang disinari pencahayaan di malam hari.

Kuil Shiogama dan Pagoda Chureito

Inilah tempat untuk mendapatkan foto klasik dari Gunung Fuji dengan pagoda merah berhiaskan bunga sakura. Meski demikian, kesuksesan Anda bergantung pada cuaca! Ada banyak anak tangga yang harus dinaiki, namun Anda akan disuguhi pemandangan bunga di sepanjang jalan, dan pagoda merah menyala ketika tiba di puncak. Kalau Anda ingin melihat tempat ini, turunlah di Stasiun Shimoyoshida di jalur Fujikyu-Otsuki Line.

Kanal di Isawa Onsen

Isawa Onsen adalah sebuah kota mata air panas, dan banyak hotel onsen yang dibangun di sepanjang jalan dengan sebuah kanal di tengahnya. Ada pepohonan sakura di sisi-sisi kanal dan pemandangan yang dihasilkan ketika semuanya mekar sangatlah memukau. Terakhir kali saya ke sini, saya baru tahu bahwa terdapat sebuah rental sepeda gratis di pusat pengunjung (Visitor's Center) Stasiun JR Isawa Onsen. Kalau Anda tidak ingin bersepeda, berjalan kakipun tidak masalah karena jaraknya tidak jauh. Satu hal lagi yang sangat hebat dari Isawa Onsen adalah fasilitas pemandian kaki gratis yang berada di sebelah stasiun!

Taman Kastil Maizuru

Hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari stasiun JR Kofu, Anda dapat menemukan Taman Kastil Maizuru. Kastil ini dibongkar pada Zaman Meiji dan akhirnya diubah menjadi sebuah taman. Meski demikian, masih banyak bagian kastil yang tersisa dan bahkan beberapa struktur aslinya pun dibangun kembali. Ada ratusan pohon sakura di taman ini, dan kemekarannya terlihat sangat menawan dengan bebatuan kastil sebagai latar belakang. Anda juga dapat menikmati pemandangan Kota Kofu, dan kalau cuacanya cerah, Anda bahkan dapat melihat Gunung Fuji. Sayangnya, menurut saya Anda tidak bisa melakukan piknik di taman ini, tapi jangan sedih, karena masih ada banyak tempat lainnya!

Kuil Takeda & Kuil Gokoku

Jalur sepanjang 2 kilometer di antara Stasiun JR Kofu dan Kuil Takeda telah ditanami pepohonan sakura di kedua sisinya. Meski Anda bisa saja menaiki bus, akan sangat lebih baik kalau memilih untuk berjalan kaki di bawah kelopak-kelopak bunga. Sesampainya di kuil, Anda juga akan menjumpai banyak pepohonan sakura di pekarangan. Di Kuil Gokoku yang berada tak jauh dari sana, bahkan ada sebuah 'terowongan' sakura-nya!

Kofu Zenkoji

Kuil ini berjarak 20-30 menit jalan kaki dari Stasiun JR Kofu. Anda juga bisa menaiki kereta ke Stasiun Zenkoji di jalur Minobi, seperti yang saya lakukan. Stasiun ini tampak magis karena dikelilingi pepohonan sakura di sekitarnya, dengan kelopak-kelopak yang berjatuhan tertiup angin. Butuh waktu 5 menit untuk jalan kaki dari stasiun ke kuil. Kofu Zenkoji, yang juga dikenal dengan nama Kai Zenkoji, merupakan sebuah kuil tua dengan taman dan kolam yang cantik. Jangan lupa melihat koi-koi di sini ya!

Tempat-tempat ini lebih sulit untuk dicapai. Anda harus menggunakan bus, taksi, atau menyawa mobil, namun untuk semua petualang yang merasa tertantang, semua ini akan terasa setimpal!

Enriji

Kuil cantik di Enzan ini memiliki sebuah taman yang didesain oleh seorang biksu ternama, Soseki Muso. Ada banyak sekali pohon sakura di sini, dan pada musim semi, kelopak-kelopaknya akan menutupi permukaan kolam dan menjadi karpet di tanah. Ada stan-stan penjual makanan, dan lahan parkir bagi Anda yang berkendara dengan mobil. Anda juga bisa menaiki bus ke sini dari Stasiun Enzan.

Taman Buah Fuefukigawa

Adalah sebuah area perbukitan yang ditanami pepohonan buah-buahan, termasuk pohon sakura, di mana Anda juga dapat melihat Gunung Fuji dari sini! Taman ini merupakan tempat yang sempurna untuk membawa anak-anak. Stasiun terdekat adalah Stasiun JR Yamanashi di Jalur Chuo. Dari situ Anda bisa menaiki taksi, atau satu dari tiga bus yang tiap harinya berangkat pukul 10:30 pagi, 1:40 siang, dan 4:45 sore (bus pulang pada pukul 10:43 pagi, 1:53 siang, dan 5 sore).

Sakura Yamataka Jindai

Menurut Anda, berapa usia pohon sakura tertua di Jepang? Di sebuah kuil bernama Jisso-ji, ada sebuah pohon sakura kuno yang dipercaya berusia lebih dari 2000 tahun! Kalau Anda mau melihatnya, turunlah di Stasiun JR Nirasaki dan naiki bus Seiryu/Kai-Komagatake selama 30 menit menuju Jisso-ji.

Akasawa Juku

Meski butuh usaha yang lebih banyak untuk mencapai desa pegunungan di Hayakawa ini, paduan bunga sakura serta bangunan-bangunan tua yang cantik lengkap dengan jalan berbatunya pasti akan sangat membuat semuanya terbayarkan. Desa ini seringkali mengadakan pameran, jadi mungkin Anda juga akan berkesempatan menikmati seni di samping sakura. Info lebih banyak mengenai cara mencapai Akasawa Juku dapat ditemukan di sini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Cathy Cawood

Tinggalkan komentar