Wisata Hijau dan Topi Sugegasa

Mempelajari kerajinan tradisional di Yamagata

Oleh Imogen Riethmuller   

Dikenal sebagai salah satu desa terindah di Jepang, Iide yang berada di Prefektur Yamagata Tohoku adalah sebuah kota pertanian tradisional Jepang yang memesona. Terletak di daerah pegunungan selatan Prefektur Yamagata, Iide memiliki sejumlah wisma dan pondok penginapan bagi wisatawan yang ingin berlibur ke luar kota. Saking indahnya daerah ini, saya sarankan Anda mencoba sebanyak mungkin kegiatan luar ruangan yang ditawarkan.

Saya berkesempatan untuk berpartisipasi dalam membuat sebuah kerajinan tradisional Jepang. Sugegasa adalah topi kerucut Jepang yang terbuat dari anyaman rumput kering: dipakai di masa lalu untuk melindungi diri dari sengatan matahari dan hujan. Sekarang, topi ini biasa digunakan dalam festival-festival yang diselenggarakan di seluruh Jepang. Seorang ahli yang menjadi instruktur saya, Nyonya Yoshi Ito yang luar biasa, telah membuat topi ini selama lima puluh tahun dan mampu membuat tiga topi dalam sehari dari nol. Ketika saya tiba di Iide, Yoshi sudah menyiapkan kerangka topi sugegasa yang akan saya buat. Sadar akan status pemula saya dalam kerajinan Jepang, Yoshi dengan baik hati memberikan penjelasan dan mendemonstrasikan proses pembuatan topi secara perlahan. Yoshi berbicara sedikit Bahasa Inggris dan saya sedikit Bahasa Jepang, tapi instruksi yang paling membantu dalam kerajinan tangan ini tidak dapat disangkal adalah visual dan instruksi yang dia berikan melalui bahasa tubuh dan gerakannya cukup jelas.

Tahap 1 yang dilakukan adalah melilitkan helaian-helaian rumput kering di sekeliling kerangka kayu yang sudah disiapkan sebelumnya. Awalnya sulit, namun saya segera terbiasa bekerja dengan rumput kering dan mulai berpikir bahwa saya adalah seorang ahli instan dalam membuat sugegasa...

Tahap 2 membuktikan kalau yang saya pikirkan tadi ternyata salah. Saya harus menambahkan rumput kering dari bagian teratas sampai ke pangkal dengan tali: menyenangkan tapi sangat rumit!

Ketika saya akhirnya menyelesaikannya (dengan bantuan besar dari Yoshi), saya memulai Tahap 3: memakai benang hijau dan jarum untuk menjahit celah-celah lilitan rumput yang longgar menjadi satu. Bisa ditebak hasil akhir topi buatan saya jauh dari sempurna. Saat saya menyaksikan Yoshi dengan tangkasnya menyelesaikan topi yang dia buat, saya memiliki sebuah apresiasi baru terhadap budaya dan tradisi Jepang.

Selain membuat kerajinan, ada banyak hal lainnya yang bisa dilakukan dan berbagai tempat yang bisa dijelajahi di daerah Iide. Wisatawan sering memulai kunjungan mereka dengan pergi ke gedung pariwisata Mezami no Sato untuk mendapatkan informasi sebelum pergi ke Taman Dondendaira Yurien, di sini Anda dapat menikmati lebih dari 500.000 bunga lili dan pada hari yang panas cobalah es krim lili yang lezat. Aktivitas luar ruang yang ditawarkan di sungai dan gunung yang ada di sini seperti naik perahu, memancing, berendam di sumber air panas dan masih banyak lagi. Jika Anda bepergian selama musim dingin, jangan lewatkan pemandangan fantastis dan kegiatan olahraga musim dingin di Taman Salju Dondondaira dan festival es yang menarik pada bulan Februari.

Jika Anda ingin lebih lama menikmati keindahan alam dan mendapatkan yang terbaik dari Iide, Anda dapat bergabung dengan sebuah penginapan pertanian di mana Anda memiliki kesempatan untuk makan dan tinggal bersama keluarga setempat. Ada banyak kegiatan yang ditawarkan penginapan pertanian sepanjang tahun, meskipun waktu terbaik untuk melakukannya biasanya pada bulan-bulan musim semi dan musim panas. Anda dapat membantu keluarga baru Anda memanen beras, sayuran, buah-buahan, dan banyak lagi. Saat makan bersama keluarga Anda, cobalah berbagai makanan mulai dari soba, daging sapi, makanan laut, hingga buah-buahan segar dan sayuran pegunungan. Anda bahkan bisa mengikuti tur mendaki gunung bersama keluarga pemilik penginapan untuk memetik sayuran gunung lokal seperti warabi. Makanan di sini cocok dengan spesialisasi lokal, sake doburoku. Doburoku adalah sake segar yang hanya bisa disimpan sebentar dan harus didinginkan. Ini adalah minuman berwarna putih susu dengan aroma asam yang khas.

Waktu singkat saya di Iide sangatlah santai, damai, dan yang lebih penting sangat menyenangkan. Jauh dari kota-kota besar, Iide menawarkan kesempatan untuk melihat cara hidup yang lebih sederhana. Menikmati budaya tradisional Jepang sambil dikelilingi oleh pedesaan yang indah merupakan pengalaman yang benar-benar unik dan tidak boleh dilewatkan.

Cara ke sana

Cara terbaik untuk mencapai Iide adalah dengan naik Shinkansen JR Yamagata ke Stasiun Yonezawa, dan kemudian naik kereta Jalur JR Yonesaka lokal ke Stasiun Uzentsubaki. Perjalanan kereta lokal sekitar 40 menit. Meskipun waktu perjalannya cukup lama, pemandangan yang ditawarkan Iide benar-benar spektakuler. Pastikan untuk duduk dekat jendela untuk menyaksikan pemandangan pedesaan yang menarik di sepanjang jalan!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Imogen Riethmuller

Tinggalkan komentar