Stasiun Tokyo

Tak lekang oleh waktu

Jika Stasiun Shinjuku adalah stasiun tersibuk dalam hal jumlah penumpang setiap harinya, maka stasiun Tokyo, yang berlokasi di kawasan bisnis Marunouchi di Chiyoda adalah stasun tersibuk dalam hal jumlah kereta yang berlalu-lalang setiap harinya.

Stasiun Tokyo melayani tiga jalur operator: JR East, JR Central, dan Tokyo Metro. Ada 20 jalur yang beroperasi di stasiun ini, termasuk Narita Express di jalur Sobu dan enam jalur Shinkansen, atau jalur kereta cepat.

Tempat penjualan tiket dari setiap operator berada di dalam stasiun, jadi jika Anda membutuhkan tiket untuk naik Shinkansen atau ingin menambahkan saldo di kartu Suica, tak perlu khawatir.

Total ada enam pintu keluar utama di stasiun ini: Yaesu pintu Utara, pintu Tengah, dan pintu Selatan. Panjang stasiun ini berlaku sebagai jalur pemisah antara dua kawasan.

Meskipun stasiun ini mungkin terlihat sibuk dan ramai, tetap ada banyak hal yang bisa dinikmati dan dilihat. Sebagai bagian dari Tokyo Station City, ada beberapa restoran yang bisa dinikmati, hotel, dan galeri seni (tutup di hari Senin). Di lantai dasar/basement terdapat Ichi Ban Cho, yang berarti Jalanan Utama, yang memiliki tiga "jalan": Character Street (dapat dijumpai banyak Hello Kitty), Tokyo Okashi Land, dan Ramen Street.

Stasiun Tokyo baru saja menyelesaikan renovasinya pada bagian luar pada sisi Marunouchi, yang pernah menjadi korban pemboman pada Perang Dunia II dan sejak saat itu atapnya diganti secara sementara untuk menggantikan struktur kubahnya. Sekarang dapat dilihat paduan bata merahnya yang klasik, hasil restorasi dari kejayaan bangunan aslinya pada tahun 1914. Mampirlah ke pintu Marunouchi North atau South dan lihatlah ke atas, di sana Anda akan mengagumi keindahan arsitektur dari sisi dalam kubahnya.

Perbaikan stasiun Tokyo memang belum selesai. Masih ada beberapa rencana dari JR East yang akan menambah tiga jalur lainnya, yaitu Utsunomiya, Takasaki, dan Joban, ke stasiun ini.

Stasiun Tokyo ini memang terkesan layaknya labirin saat pertama kali tiba, namun stasiun ini tak memiliki begitu banyak lantai layaknya stasiun lainnya. Anda bisa mengakses seluruh jalur kereta di lantai pertama, dan hanya perlu turun satu lantai untuk mengakses jalur Tokyo Metro. Juga tersedia panduan yang sangat jelas di stasiun ini, dan Anda bisa menemukan peta stasiun dan peta kawasan sekitar di beberapa sudut di dalam stasiun.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
3
JapanTravel Featured

Featured on Japan Travel

Advertising feature

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 3 tahun yang lalu
Nggak sengaja berkunjung ke Stasiun Tokyo gegara nganterin temen balik ke Hamamatsu. Stasiunnya besar dan padat. bangunannya juga cukup artistik. Nggak sah ke Tokyo kalau belum kesini hahaha
Brigitte Christine Poniman 3 tahun yang lalu
Masih banyak tempat yang belum kudatangi selama kunjunganku ke Tokyo beberapa waktu lalu, ternyata tidak cukup datang dua kali ke negeri Sakura, saya akan datang kembali untuk ke tiga kalinya suatu hari nanti.
Mifthanzi Ariana Sarashanti 5 tahun yang lalu
sayang sekali saya belum sempat mampir ke Tokyo Station