Shinjuku-gyoen di Musim Gugur

Bagaimana sih taman terbesar di Tokyo?

Oleh Febry Fawzi   4 Mar 2016

Shinjuku Gyoen atau Taman Nasional Shinjuku merupakan taman terbesar dan paling terkenal di Tokyo. Lokasinya memang sangat strategis, yaitu di dekat Stasiun Shinjuku. Taman ini bagaikan oasis di tengah lebatnya gedung-gedung pencakar langit di Tokyo. Tak hanya itu, berkunjung ke taman ini berasa pergi ke tempat yang berbeda, serasa bukan di Tokyo. Lalu bagaimana kah suasana Shinjuku Gyoen pada musim gugur? Yuk simak!

Shinjuku Gyoen memang sangat terkenal dengan pemandangan yang spektakuler dari Cherry Blossom atau bermekarannya bunga sakura. Kali ini saya berkunjung pada waktu yang berbeda yaitu pada akhir musim gugur. Ternyata pemandangannya juga cantik loh!

Shinjuku Gyoen berawal pada periode Edo (1603-1867) sebagai tempat tinggal tuan-tuan tanah Tokyo. Kemudian tempat ini diubah menjadi taman botanikal sebelum kemudian menjadi tempat keluarga kerajaan berekreasi dan menghibur para tamu. Taman ini hampir hancur seluruhnya pada masa Perang Dunia II, kemudian dibuka kembali sebagai taman umum pada tahun 1949.

Bagi yang mau mengeksplor lebih jauh, taman ini menghadirkan tiga jenis kebun, yang pertama adalah kebun tradisional Jepang tertua dengan menghadirkan telaga yang di dalamnya terdapat pulau-pulau kecil dan juga jembatan-jembatan. Kebun lainnya adalah Kebun Perancis dan sebuah lansekap kebun Inggris. Di sinilah terdapat banyak pohon-pohon sakura.

Untuk menuju Shinjuku Gyoen, terdapat tiga pintu masuk. Pintu Shinjuku hanya 10 menit berjalan kaki dari ‘New South Exit’ di Stasiun JR Shinjuku atau lima menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjukugyoenmae di Jalur Subway Marunouchi. Ada juga Okido Gate yang hanya lima menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjukugyoenmae. Terakhir, Pintu Sendagaya yang berjarak lima menit berjalan kaki dari Stasiun JR Sendagaya di Jalur Chuo/Shobu.

Taman ini buka dari pukul 9.00 hingga 16.30. Harap diperhatikan bahwa tiket masuk dijual hingga 30 menit sebelum waktu tutup. Tutup pada hari Senin namun uniknya taman ini tidak tutup selama musim Sakura (akhir maret hingga akhir April) dan saat Pameran Chrysanthemum (awal pertengahan November). Taman luas ini memang tidak gratis namun Anda mesti membeli tiket masuk seharga ¥200, sangat sepadan dengan pemandangan yang dihadirkan.

Saat waktu berkunjung, saya bisa menyaksikan pepohonan maple yang berubah warna. Dedaunan di pohon maple dan gingko di sana seperti menyala-nyala. Menawarkan kecantikan warna musim gugur. Selain itu, hari yang berkabut juga mendramatisir suasana. Saya bisa menyaksikan gedung-gedung pencakar langit yang tertutup kabut. Sangat magis!

Selain memang terkenal, motivasi saya untuk datang ke sini adalah karena menonton film 'The Garden of Words' yang dibuat oleh Makoto Shinkai. Bagi pecinta film nya, memang berkunjung ke Shinjuku Gyoen adalah bagaikan ziarah film.

Memang musim gugur menawarkan pemandangan yang cantik namun sepertinya saya akan balik lagi untuk berkunjung di musim sakura!

Ditulis oleh Febry Fawzi
JapanTravel Partner

Tinggalkan komentar