Dalam setahun, Jepang menyelenggarakan turnamen sumo sebanyak enam kali, tiga di antaranya dilaksanakan di Arena Kokugikan di lingkungan Ryogoku, Tokyo. Meskipun merupakan olahraga yang telah lama mengakar di Jepang, saat ini sumo mulai terlihat sedikit lebih modern, dan menjadi sangat populer di kalangan orang Jepang maupun wisatawan asing. Kegiatan sumo di Kokugikan, bagi kebanyakan orang adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Oleh karena itu, pada artikel kali ini dibahas mengenai panduan untuk memaksimalkan pengalaman Anda menikmati turnamen sumo di Kokugikan.

Sejarah Singkat Sumo

Sumo diduga berasal dari ritual Shinto kuno dengan melibatkan pria yang menunjukkan kekuatannya di depan dewa (kami) sebagai ucapan terima kasih atas panen yang berlimpah. Saat ini, sumo masih memiliki banyak tradisi yang mencerminkan asal-usul Shinto. Pada Zaman Edo, tradisi ini berkembang menjadi kontes adu kekuatan. Pertandingan sumo akan dilangsungkan di kuil dan tempat suci lainnya di sekitar kota, termasuk di Kuil Eko-in yang dapat dicapai dengan berjalan kaki. Ketika stadion sumo di Tokyo dibangun pada tahun 1909, semua turnamen sumo dilaksanakan di sini. Kokugikan saat ini dimulai dari tahun 1985 dan sekarang menjadi tuan rumah dari semua turnamen sumo di Tokyo.

Waktu yang Tepat Melihat Sumo

Jadwal Tahunan

Turnamen Sumo dilaksanakan sebanyak 6 kali dalam setahun di Tokyo, Osaka, Aichi, dan Fukuoka. Tiket biasanya mulai dijual 4−6 minggu sebelum turnamen diadakan. Selain itu, Anda juga bisa membeli tiketnya pada hari H saat pertandingan berlangsung.

Kokugikan merupakan tempat terbaik untuk melihat sumo sepanjang tahun dan menjadi tempat dengan penjualan tiket terbanyak. Berikut adalah jadwal turnamen sumo tahunan:

  • Januari: di Kokugikan (Tokyo) pada 2−26 Januari 2020
  • Maret: di Arena EDION (Osaka) pada 8−22 Maret 2020
  • Mei: di Kokugikan (Tokyo) pada 10−24 Mei 2020
  • Juli: di Arena DOLPHINS (Aichi) 7−21 Juli 2019 dan 5−19 Juli 2020
  • September: di Kokugikan (Tokyo) pada 8−22 September 2019 dan 13−27 September 2020
  • November: di Fukuoka Kokusai Center pada 10−24 November 2019 dan 8−22 November 2020

Jadwal Harian Turnamen

Turnamen sumo berlangsung selama 15 hari, dari hari Minggu hingga hari Minggu lagi. Tiap-tiap harinya mengikuti jadwal umum yang sama.

Kokugikan dibuka pada pukul 08.00 dengan pegulat peringkat terendah memulai pertandingannya sekitar pukul 08.30.

Gaya shiko (menghentakkan kaki)
Gaya shiko (menghentakkan kaki) (Foto: Tom Roseveare)

Catatan: Sangat sedikit penonton yang hadir untuk turnamen ini dan secara umum penonton relatif tidak bersemangat. Namun, ini adalah kesempatan bagus bagi penonton yang memiliki tiket dengan harga yang murah untuk sementara turun ke lantai bawah dan mengambil foto atau menikmati suasana sedikit lebih dekat ke sisi ring sebelum kursi penonton terisi semua.

(Foto: Tom Roseveare)

Sekitar pukul 14:00, pegulat papan atas (divisi makuuchi) mulai berdatangan di stadion dan banyak penonton berbaris di jalan setapak di luar untuk melihat para pegulat sumo ini sebelum mereka bertanding.

Pakaian upacara pelaksanaan turnamen sumo
Pakaian upacara pelaksanaan turnamen sumo (Foto: Tom Roseveare)

Pada pukul 15:45, para peserta memasuki ring sumo dengan pakaian seremonial untuk menyambut para penonton. Selanjutnya, diikuti dengan kedatangan yokozuna peringkat tertinggi beberapa menit kemudian.

Panel yang menampilkan para pesumo, divisi, dan pemenang turnamen sumo (dari kanan ke kiri)
Panel yang menampilkan para pesumo, divisi, dan pemenang turnamen sumo (dari kanan ke kiri) (Foto: Tom Roseveare)

Pertandingan makuuchi dimulai sekitar pukul 16:15, menjelang pertandingan yokozuna di akhir turnamen.

(Foto: Tom Roseveare)

Setelah pertandingan terakhir, salah satu pegulat sumo peringkat menengah akan melakukan upacara memutar busur pada pukul 18:00 untuk menutup pertandingan hari itu.

Upacara membungkuk dan berputar-putar, dengan bambu tradisional 'yumitori-shiki'
Upacara membungkuk dan berputar-putar, dengan bambu tradisional 'yumitori-shiki' (Foto: Tom Roseveare)

Pada hari terakhir turnamen selama dua minggu berturut-turut, Piala Perdana Menteri diberikan kepada pemenang turnamen, pegulat sumo yang memiliki rekor keseluruhan terbaik dari 15 hari kompetisi.

Kulineran di Kokugikan

Ada beberapa gerai makanan di dalam Kokugikan bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu di sini selain menyaksikan turnamen sumo.

Gerai makanan di arena turnamen sumo
Gerai makanan di arena turnamen sumo (Foto: Tom Roseveare)

Beberapa kios menawarkan kotak bento (bekal makanan) dengan pilihan utama, mulai dari tempura hingga daging sapi panggang. Ada sushi dan yakitori yang bisa Anda cicipi di sini. Selain itu, ada chanko nabe dalam mangkok kecil. Chanko nabe adalah sajian panas yang dikonsumsi oleh pegulat sumo dalam porsi besar, kaya akan bahan-bahan berprotein seperti daging dan sayuran. Silakan datang ke area ruang bawah tanah Kokugikan untuk mencoba chanko nabe dengan harga ¥300 per mangkok.

Chanko nabe seharga ¥300
Chanko nabe seharga ¥300 (Foto: Tom Roseveare)

Untuk hidangan penutup, Anda dapat membeli es krim lembut atau hiyochan-yaki, roti panggang yang diisi dengan pasta kacang merah atau keju krim manis dan memiliki bentuk tertentu, seperti Hiyo no Yama, maskot sumo.

Shumai dan yakitori
Shumai dan yakitori (Foto: Tom Roseveare)

Para penonton diizinkan untuk meninggalkan stadion lalu masuk lagi sebanyak satu kali sepanjang hari sehingga Anda dapat menikmati beberapa pilihan makanan di sekitar stadion. Ryogoku dipenuhi dengan restoran chanko nabe serta pilihan kuliner lezat lainnya. Berbagai macam masakan dapat ditemukan di kompleks Edo Noren antara Stasiun Kokugikan dan JR Ryogoku.

Tempat Membeli Tiket Turnamen Sumo

Tiket untuk turnamen sumo mulai dijual sekitar satu bulan sebelum turnamen diadakan. Tanggal resminya dapat Anda lihat di situs tiket resmi Nihon Sumo Kyokai. Tanggal pasti pelaksanaan turnamen sumo dapat ditemukan di halaman web tiket resmi Nihon Sumo Kyokai. Kisaran harga tiket tergantung dari tipe tempat duduk.

Peta tempat duduk
Peta tempat duduk (Foto: Tom Roseveare)

Tipe box seats adalah area berlantai tatami yang paling dekat dengan pusat arena pertandingan yang dapat menampung dua hingga empat orang. Anda dapat menyewa bantal duduk dengan biaya sekitar ¥3,500 jika tidak terbiasa duduk dengan pilihan kursi ini. Chair seats terletak di tingkat yang lebih tinggi dan merupakan tempat duduk biasa pada umumnya.

Suasana di luar arena dengan membawa tiket
Suasana di luar arena dengan membawa tiket (Foto: Tom Roseveare)

Tiket hari H dalam jumlah terbatas (dikenal sebagai tempat duduk masuk umum) juga dapat dibeli dari kantor tiket di depan arena Kokugikan pada hari H diadakannya turnamen sumo dan dimulai sekitar pukul 07.45 pagi.

Suasana di luar loket tiket
Suasana di luar loket tiket (Foto: Tom Roseveare)

Sekitar 100 tiket akan dijual untuk pertandingan hari itu dan harus dibeli secara tunai. Anak-anak di atas 3 tahun perlu membeli kursi sendiri. Untuk penjualan tiket pada hari yang sama, semua orang yang ingin membeli tiket harus hadir saat pembelian (tidak bisa menitip, jadi tidak boleh hanya mengirim satu orang untuk membeli banyak tiket sekaligus). Harga tiket masuk umum adalah ¥2,200 untuk orang dewasa dan usia 4−5 tahun sekitar ¥200.

Suasana di luar loket tiket
Suasana di luar loket tiket (Foto: Tom Roseveare)

  • Apabila Anda tinggal di luar Jepang, cara termudah untuk mendapatkan tiket turnamen sumo adalah membelinya secara online. Tiket dapat dibeli pada situs resmi tiket Oosumo. Harap diperhatikan bahwa Anda mungkin diwajibkan menunjukkan kartu kredit yang digunakan untuk membeli tiket pada saat kedatangan (terutama jika membeli melalui situs resmi tiket Oosumo). Jadi, pastikan untuk membawa kartu yang sesuai bersama Anda ke Jepang.
  • Bagi Anda yang berada di Jepang, tiket dapat dibeli secara online melalui jalur reservasi telepon tiket Oosumo atau pada salah satu titik penjualan minimarket resmi (Lawson's, Family Mart dan 7-Eleven). Penjualan dimulai pukul 10.00 pada hari yang ditentukan untuk setiap turnamen dan dalam kasus tertentu, Anda perlu memiliki kode untuk masuk ke mesin tiket toko swalayan. Kode-kode ini dapat ditemukan di situs resmi tiket Oosumo.

Jalan-Jalan di Sekitar Ryogoju

Ryogoku adalah rumah bagi banyak museum dan situs menarik lainnya di mana pengunjung dapat menikmati waktunya di sini sebelum menuju ke Kokugikan untuk melihat turnamen yang menampilkan pegulat peringkat atas.

Museum Edo-Tokyo memberikan Anda suasana ibu kota Jepang berada-abad lalu, seperti sebagai desa nelayan Edo hingga sebagai rumah metropolitan bagi jutaan orang.

Di sebelahnya, Anda akan merasakan dunia yang terpisah dari ibu kota yang padat penduduknya dengan berjalan-jalan di Taman Kyu Yasuda.

Terdapat area hijau yang damai dan sekarang menjadi tuan rumah bagi Museum Pedang Jepang yang baru saja direlokasi, di mana Anda dapat menikmati keterampilan dari berbagai pedang bersejarah.

Selain itu, ada juga Museum Sumida Hokusai, sebuah pameran khusus permanen yang berasal dari karya-karya hebat Katsushika Hokusai. Beliau adalah seniman ukiyo-e (lukisan dengan Teknik cukil kayu dan kuas) yang terkenal pada tahun 1700-an. Hasil karyanya yang paling terkenal adalah "Thirty-Six Views of Mt Fuji".

Edo Tokyo Museum in Ryogoku

Edo Tokyo Museum in Ryogoku

The Edo Tokyo Museum, using both historical artifacts and hands-on exhibits, guides and educates visitors through the transition..

3
The Japanese Sword Museum

The Japanese Sword Museum

The Japanese Sword Museum is a center for preserving historical weapons and supporting the continuing tradition of turning iron..

9
The Sumida Hokusai Museum

The Sumida Hokusai Museum

The Sumida Hokusai Museum is dedicated to world-renowned ukiyo-e artist, Katsushika Hokusai (1760–1849), located in Tokyo'..

5