Harajuku Streetwear

A Bathing Ape, BBC, Stussy, Supreme, X-Large, & lainnya

Oleh Jessica A Paje   2 Apr 2015

Harajuku. Apa yang pertama terpikir saat mendengar nama itu? Buat saya, saya langsung teringat tentang Takeshita-dori, sempit, jalan yang hanya selebar trotoar, penuh dengan toko pakaian yang tidak biasa, aroma nikmat dari kedai kreps, restoran, toko cinderamata dan gadis-gadis Lolita. Tapi, tunggu. Ada yang lain! Harajuku juga adalah tempat bagi merk terkenal dunia untuk streetwear, terletak hanya berseberangan dari sisi Takeshita-dori, di jalan Harajuku. Ikuti saja rambu-rambunya!

Apa sebenarnya “streetwear”? Menurut beberapa sumber on line, itu adalah sesuatu yang unik, dengan potongan pola yang tidak biasa dan diproduksi dengan jumlah yang terbatas, didistribusikan melalui jalur yang terbatas dan sering berkolaborasi dengan merek baru yang entah dari mana. Tata busana yang tetap ingin membumi, fokus pada tampilan kasual, bahan yang nyaman seperti jeans, t-shirt, topi baseball dan sepatu keds, ini adalah genre pakaian saat ini, gabungan antara pakaian olah raga dan gaya militer, terinspirasi dari gaya hip hop dan para pemain skateboard dan diproduksi oleh perusahaan papan selancar. Biasanya cirri khasnya adalah warna-warna cerah, cetakan grafis, design retro dan logo – nostalgia tahun 1980-an

A Bathing Ape, salah satu merk asli Jepang pertama kali diperkenalkan oleh Nigo, nama aslinya adalah Tamoaki Nagao. Seorang perancang, produser, pemain band dan DJ. Nigo belajar editing tata busana di perguruan tinggi. Dia memutuskan istilah Jepang “bape” akan menjadi merek yang mengacu kepada beberapa referensi budaya. Pertama, adalah tema yang datang dari film “Planet of the Apes”. Kedua, hal tersebut mendeskripsikan metode berendam dengan air hangat dalam jangka waktu yang lama, mengolok sifat malas dari beberapa orang Jepang. Nigo merasa bahwa kalangan muda Jepang sekarang merefleksikan hal tersebut.

Bape pertama diluncurkan di Harajuku, Shibuya, Jepang. Saat ini, Bape adalah salah satu merk terkenal yang memproduksi kaos, jeans, sepatu , jaket, sepatu dan masih banyak lagi. Kerja sama yang sukses terjalin antara merek jam G-Shock, Supreme, Pepsi dan bahkan Hello Kitty. Di tahun 2003, Nigo bertemu penyanyi dan penulis lagu Pharell, dan sejak itu budaya hip-hop mempengaruhi Bape. Setiap potongan koleksinya menjadi sangat berharga, namun kwalitas Bape tetap unggul. Koleksi Bape yang paling ikonik adalah 1ST Camo Ape Head, dan potongan nakal dari Full Zip-up Shark Hoddie. Kaos sederhana dapat berharga antara 5000 sampai 7000 yen.

Untuk meraih lebih banyak kalangan, A bathing Ape mengeluarkan beberapa merek lain bernama Aape, Mr. Bathing Ape dan Bape Kids. Oh! Dan bila anda adalah pelanggan yang setia, ada toko baru di buka di Harajuku musim semi ini, mudah dikenali dengan nama “Store by Nigo”.

Billionaire Boys Club (or BBC) dan Ice Cream kedua merek pakaian tersebut diluncurkan tahun 2005 oleh Pharell Williams and Nigo, pencetus Bape. Kantor pusat di Tokyo, merk BBC mengeluarkan koleksi streetwear seprti kaos, jeans dan jaket dengan tema pakaian yang cerah, lincah dan longgar. Williams, sang penyanyi dari Amerika, penulis lagu, penyayi rap, produser rekaman dan perancang busana, juga memiliki ketertarikan pada skateboard dan menciptakan mode yang mengembalikan harapan dunia. Terlepas dari keterbatasan produksi, kalian juga masih bisa mengharapkan harga dari koleksi BBC dan sepatu merek Ice cream, kurang lebih sama seperti harga merek street wear lainnya. Kaos tangan pendek berharga kurang lebih 5000 yen.

Stussy merek pakaian ini telah mendunia sejak th 1980. Itu adalah perusahaan kepemilikan pribadi, dimulai oleh Shawn Stussy dan partner pencetusnya Frank Sinatra Jr. Sebelum membuka cabang, Shawn Stussy membuat papan selancar Russell Surfboard. Sejak saat itu, perusahaan ini mendapatkan keuntungan dari trend pakaian surfing dari negara orange ini Orange County, California. Di tahun 1996, Stussy telah membuka 15-20 cabang di Jepang lengkap dengan pelanggan setianya. Para pelanggan tersebut , menyukai selancar, skateboard dan street wear yang berniansa hip hop tersebut, hal itu yang membuat merek ini tetap berada diatas. Untuk ulang tahun perusahaan mereka yang ke 30, di tahun 2010 Stussy bekerjasama dengan merek terkenal lainnya untuk memproduksi koleksi limited-edition, seperti Supreme, Bounty Hunter, Neighborhood, The Hide out dan PAM. Saat ini, Stussy adalah tetap milik pribadi, dan perusahaan dijalankan oleh Frank Sinatra Jr. Dan keluarganya. Dapatkan koleksi kaos World Tour mereka yang dengan sablon-an daftar toko-toko mereka di New York, Los Angeles, Tokyo, London dan Paris dengan seharga 6000 yen!

Supreme adalah merek streetwear asal New York, yang dicetuskan oleh James Jebbia. Dulu dia pernah bekerja dengan Shawn Stussy dan berpartner sebentar untuk membuka toko Stussy di Prince Street tahun 1991 lalu. Di tahun 1994, Jebbia berpisah dan membuka Suppreme di Lafayette Street di tahun yang sama. Bukan degan style ala pemain skateboard , seperti yang diperkirakan, ini adalah pengalaman di tahun pertamanya memulai suatu merek dari nol. Selektif dan eksklusif adalah hal utama dalam menyusun DNA merek ini. Beberapa orang mengatakan Supreme membuat pakaian yang terbaik untuk pria Amerika; celana dibuat dengan standad kekuatan ala pakaian tentara,topi dibuat dengan design persegi yang penuh dan kokoh dan kaos dibuat dua kali lebih tebal. Supreme sangat dikenal dengan kaos dengan logo kotak yang ikonik dan jaket bertopi yang dikeluarkan disetiap musim. Tapi koleksi ini akan sangat sulit didpatkan karena keterbatasan produksi. Berharap dengan mengantri beberapa jam atau mencoba peruntungan dengan mencoba lewat pembelian online.

X-large adalah merek streetwear lain yang ditemui di Harajuku , diluncurkan di Los Angeles pada tahun 1991 oleh Eli Bonerz dan Adam Silverman. Toko ini memberi suasana pada lingkungan sekitar, dengan percampuran skateboard style, rave , hiphop, jazz funk, club scene, tren vintage dan the Beasty Boys. Alhasil, kombinasi dari pakaian kerja dan vintage sneaker dipasarkan sebagai gaya pakaian yang unik dari X-large yang keluar dari jalur biasanya. Koleksi yang paling ikonik adalah kaos bersablon gorila yang berharga sekitar 5000yen. X-large adalah merek pertama yang menggunakan gorila atau monyet sebagai logo bahkan sebelum “A Bathing Ape in Lukewarm Water”.

Pada akhirnya, bila anda berkeinginan untuk memiliki merek streetwear paling top, tetapi kemampuan dompet anda tidak mampu, ada alternatif! Toko pakaian bekas seperti Brand Collect dapat ditemukan disepanjang jalan Harajuku. Mereka menawarkan pakaian bekas dengan kondisi yang bagus, merek terkenal dengan harga yang rendah. Bila kamu cukup beruntung untuk mendapatkan ukuran kamu yang cocok digunakan, lalu mengapa tidak mulai berbelanja disini?

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Caroline Imelda

Caroline Imelda @caroline.imelda

Since I'm architec, I love to exploring to find artistic side in every places

Artikel asli oleh Jessica A Paje

Tinggalkan komentar