Oriental Bazaar, Omotesando

Cenderamata paling populer dan terjangkau se-Tokyo

Oleh Francesco Agresti   

Bermula pada tahun 1916, Oriental Bazaar adalah toko cenderamata terbesar yang menjual pernak-pernik berkaitan dengan Jepang. Bangunannya mudah ditemukan karena gedung tiga lantai ini berwarna merah dan hijau di bagian luarnya, dengan meniru gaya tradisional-oriental sebuah kuil. Cenderamata yang dijual disini antara lain kimono, barang-barang antik, perabotan rumah, ornamen, buku dan masih banyak lagi.

Oriental Bazaar sudah sangat populer sejak Perang Dunia II dan tetap ramah untuk wisatawan asing sampai sekarang. Staf mereka pandai berbahasa Inggris, dan seluruh petunjuk pun tertulis dalam bahasa Inggris sehingga pengunjung akan menikmati pengalaman berbelanja yang mulus. Mereka juga menawarkan layanan khusus pembungkusan dan bisa mengirim barang belanjaan secara internasional, kalau-kalau pengunjung tidak mau repot-repot membawa barang-barang berat dalam kopor mereka.

Toko ini dulunya sangat terkenal akan barang-barang antiknya, tapi sayang sekali kebanyakan barang-barang yang mereka jual sekarang hanyalah replika. Kimono antik sangat banyak dan staf mereka akan dengan senang hati menawarkan pengunjung untuk mencobanya kalau mereka berencana membeli. Ada pula beberapa produk cetak tradisional yang diobral (barang-barang reproduksi), dengan harga sekitar 1.500 sampai 10.000 yen.

Nah, JapanTraveler yang berencana untuk pulang ke Tanah Air, ayo isi keranjang nya dan belanja untuk om dan tante di rumah!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
1
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Francesco Agresti

Gabung diskusi

Odilia Sindy Okinawati 3 tahun yang lalu
Kemarin pas ke Tokyo nggak bisa nemu ini....Sayang banget