Kopi di Tokyo (Bagian 1)

Pencarian kopi berkualitas

Oleh Mickey Hoyle   11 Apr 2016

Di kota halaman, saya cukup dikenal sebagai pecinta kopi. Teman-teman saya bercanda memanggil saya 'beanhugger' dan mengklaim bahwa saya tidak akan minum setiap kopi yang terbuat dari biji yang belum secara individual berbicara. Selama penelitian persiapan saya ke lokasi Tokyo Coffee, saya merasa sulit untuk menemukan bahkan dua tempat kopi baik atau micro-roasteries di Tokyo. Rasanya tak mungkun, mengingat kota ini dihuni oleh 14 juta orang, makanya saya melakukan pencarian. Artikel ini merupakan sebuah pencarian dilakukan dalam beberapa minggu ini dan merupakan sebuah ringkasan dari beberapa tempat yang saya kunjungi, dan bukan berarti panduang lengkap tentang budaya kopi di Tokyo, yang mana saya menemukan bahwa budaya kopi di sini cukup besar dan beragam seperti kota ini.

Pencarian saya mulai di Nozy Coffee's Roastery di Shibuya, yang terletak di Cat Alley, atau Cat Street, jalan berkelok-kelok yang menghubungkan Harajuku dan Shibuya. Saya telah membaca tentang toko cabang ini secara online dan kebetulan menemukan pada perrjalanan pertama saya melalui kota, dan saya memutuskan untuk mengunjungi hari berikutnya. Ruangan layaknya pabrik besar yang dibagi menjadi dua. Di depan, Anda disambut oleh pasukan kecil barista manning bar espresso. Belakangnya didominasi oleh roaster besar dan banyak karung goni yang berisi biji yang akan dipanggang. Di sampingnya adalah meja kecil untuk memesan kopi french press. (Cukup kecewa karena saya tak diizinkan untuk mengambil foto di dalam, bahkan setelah menjelaskan misi saya).

Barista yang menyiapkan kopi sangat membantu dalam menjelaskan tentang asal-usul bijinya, meskipun ada sedikit catatan cupping di samping mereka, biji kopi tersebut ada dalam stoples-stoples yang bisa Anda cium. Secangkir French-press dikenakan biaya antara ¥ 500 atau ¥ 600, tergantung pada jenis kacang.

Aku bertanya kepada gadis yang membantu saya jika dia tahu tempat-tempat seru yang bisa didatangi. Saya baru tiba di Jepang selama dua hari dan benar-benar terkejut pada saat dia menuliskan semua alamat tempat yang dia tahu. Dia bahkan pergi bertanya ke teman-temannya untuk menyumbangkan ide tentang tempat-tempat seru yang mesti didatangi.

Daftar dia membawa ku ke Fuglen. Sebuah kedai cabang, tapi kali ini café pusatnya berada di Norwegia. Hanya dibutuhkan beberapa menit berjalan dari Shibuya Crossing untuk menemukan bagian-bagian yang lebih tenang dari bagian kota sibuk Tokyo. Sepuluh menit berjalan melalui daerah perumahan, akan membawa Anda ke Fuglen, yang berdiri di sudut dan akan mudah dikenal karena banyaknya sepeda fixed-gear diparkir di luar dan pria-pria barat berkumis yang berdiri, merokok, dan minum kopi filter.

Kopi dipanggang di Norwegia dan dikirim ke luar negeri untuk toko kecil ini. Dari sofa ke meja untuk dinding, semuanya bernafas desain vintage yang Skandinavia. Pada siang hari, Anda akan menemukan atmosfir asik untuk menikmati kopi Aeropressed (sekitar ¥ 500). Pada malam hari sudut kecil yang lucu ini berubah menjadi cocktailbar mewah dan barista berubah menjadi mixologists terlatih. Tempat yang sempurna untuk menghabiskan malam hangat di musim panas.

Bersambung…

Was this article helpful?

Ada kesalahan?

1
0
Febry Fawzi

Febry Fawzi @Febry Fawzi

Indonesian who loves to travel and dreams to be a world nomad. Loves visual arts and tells the story by words.

Original by Mickey Hoyle

Tinggalkan komentar