Kafe Burung Hantu Fukuro Sabo

Temukan kembali sisi alami pinggir kota Tokyo Chuo Line

Oleh Alexandra Dorovici   

Anda mungkin sudah pernah mendengar kafe kucing. Kafe kucing adalah sebuah kafe di mana orang-orang dapat menyeruput secangkir kopi sambil bermain dengan kucing. Tempat ini sangat cocok untuk relaksasi dan tersebar di seluruh penjuru Tokyo. Tapi apakah Anda pernah mendengar tipe lainnya dari kafe dengan konsep hewan? Tentu saja masih banyak jenis kafe hewan lainnya di Jepang! Kafe kambing, kafe kelinci dan bahkan kafe burung hantu!

Kafe burung hantu adalah tempat alternatif yang cocok bagi Anda yang alergi terhadap kucing. Umumnya kafe ini terletak di pinggir kota sehingga Anda juga akan berkesempatan mengunjungi daerah perumahan di sekitarnya yang jauh dari dinamis dan gemerlapnya pusat kota. 

Kafe burung hantu yang saya kunjungi terletak di Chuo Line, Stasiun Kokubunji. Sekitar 20 menit saja dari Stasiun Shinjuku. Kokubunji sendiri adalah kota kecil yang cantik. Kafe ini berjarak kira-kira 10 menit dari stasiun jika ditempuh dengan berjalan kaki, Anda dapat menikmati saat-saat berjalan kaki di daerah perumahan di sekitarnya. Anda dapat berjalan melewati perumahan suburban yang khas dan Anda akan menyadari bahwa ternyata ada daerah tak terlalu padat yang dekat dengan pusat Tokyo, akan lebih banyak ruang pribadi yang bisa Anda rasakan di sini. Jika Anda meluangkan waktu lebih menjelajahi gang-gang perumahannya, Anda akan mendapati bahwa beberapa rumah memiliki "kemewahan" tersendiri yaitu memiliki taman kecil dan ada pula yang meletakkan koleksi pohon bonsai di tamannya. 

Kafenya sendiri terletak di lapangan kecil di dalam jalan perumahan. Anda tidak akan melewatkan gerai kayu di depan kafe di mana terdapat burung hantu bertengger. Di kunjungan saya, seekor burung hantu Eagle-Owl (Hingkik) mengawasi daerah sekitar dari tempat bertenggernya.

Bagian dalam kafe berukuran sangat kecil, sangat imut dan nyaman. Anda dapat melihat burung hantu melalui display kaca. Burung hantu di sini terdiri dari berbagai jenis dan usia, sehingga sangat menyenangkan untuk diamati dari perbedaannya yang mereka miliki. Burung hantu ini juga sangat pendiam dan tidak akan mengganggu waktu bersantai Anda. Selama Anda membeli minuman (harga kopinya sekitar ¥500) Anda bisa mengambil foto (tanpa mode lampu kilat) dan berjalan-jalan di kafe.

Dengan menggelontorkan beberapa yen lagi, Anda bahkan bisa memegang seekor burung hantu dengan tangan Anda sendiri! Harga untuk menimang seekor burung hantu dimulai dari ¥300, lumayan murah dan tentu saja layak untuk dijadikan pengalaman baru. Saya juga berkesempatan untuk menyaksikan pembersihan kandang: burung hantu dilepaskan di dalam kafe dan dibiarkan berjalan-jalan saat proses pembersihan berlangsung. 

Menurut saya hal ini akan menjadi pengalaman menarik jika Anda adalah pecinta hewan. Saya sendiri bukan termasuk tipe penggemar burung, namun sayang sangat menikmati kunjungan ini. Saya menyarankan untuk datang di sore hari sehingga Anda dapat berkesempatan melihat proses pembersihan kandang. Namun, patut diingat bahwasannya tidak ada tempat parkir di sini, jadi Anda harus datang menggunakan kereta atau parkir kendaraan di pusat perbelanjaan dan jalan kaki menuju tempat ini. 

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Khoirunnisa Wirdaningrum

Khoirunnisa Wirdaningrum @khoirunnisa.wirdaningrum

A little living wanderer wandering around one place to another.

Artikel asli oleh Alexandra Dorovici

Tinggalkan komentar