Ikejiri Ohashi, "Kota Kopi"

Wilayah yang sempurna bagi para pencinta kopi dan seni

Oleh Jose Manuel Zardain   

Kalau Anda lebih suka menjauh dari area touristy di Tokyo, menikmati penjelajahan tempat-tempat ngopi yang keren dan mewah, dan menyukai seni jalanan, maka rencana ini pasti cocok buat Anda.

Area perumahan Ikejiri Ohashi hanya berjarak satu pemberhentian dari Shibuya yang sibuk dan tak pernah tidur. Pada bulan Maret tahun ini, wilayah sunyi ini mengadakan festival “Coffee Town” alias “Kota Kopi”. Sejak saat itu, area ini membangun reputasi sebagai tempat dari barista-barista berpengalaman. Ketika Anda mencoba salah satu dari banyaknya toko kopi di sini, mungkin akan sulit untuk membantah reputasi itu.

Bar-bar kopi yang asli dan penuh gaya membuat area ini jadi sangat menyenangkan untuk dijelajah—dari satu toko, ke toko lainnya. Tantangan sebenarnya adalah ketika memilih kopi apa yang paling disukai, atau toko yang mana yang dirasa paling asli, dan tentu saja, ketika Anda harus berkompromi dengan kadar kafein yang dikonsumsi. Meski ada lebih dari dua belas toko di distrik yang kecil ini, berikut contoh-contoh yang bisa Anda temukan.

Jam Stand Coffee adalah perpaduan kafe, toko vintage, area kerja, toko reparasi, dan toko DIY. Jangan lewatkan kunjungan ke ruang penuh warna dengan tembok-tembok berisi pernak-pernik Frida Kahlo, Virgin Mary dan Ganesh.

Paradise Tokyo / Wacko Maria adalah toko pakaian, bar, dan tentu saja, toko kopi. Semua music yang diputar di sini berasal dari koleksi rekaman piringan hitam. Berjalan ke ujung toko, Anda akan menemukan semua hal ini. Bubbles Chill, di sisi lain, adalah ruang kecil di mana Anda bisa menikmati kopi tetes bergaya tradisional. Tidak ada bangku di sini, namun justru akan memudahkan Anda untuk berbincang dengan Yoshi yang ramah.

Toko apapun yang Anda temukan, pastikan untuk membeli kartu “Meet Up”. Kalau berhasil mengumpulkan cap-cap dari tujuh kafe yang berpartisipasi sebelum 16 Oktober, Anda bisa menukarnya dengan hadiah!

Di area yang sama, seniman jalanan yang berbasis di Jerman bernama El Bocho sekarang sedang memamerkan karya-karya barunya. Semuanya ia ciptakan selama ia menetap di Jepang. Beberapa karyanya yang terdahulu dan popular juga dipamerkan, termasuk simbol khas miliknya, boneka Little Lucy.

Pameran ini diadakan di dua tempat berbeda, berjarak lima menit satu sama lain. Kedua galeri buka dari pukul 12 siang hingga 8 malam. 104 Rmond (1-6-4 Shashi) tutup pada hari Rabu dan 104 Galerie (104 Meguro-Heights, 3-22-1 AoBadai) tutup pada hari Senin. Seni ini akan dipamerkan hingga 15 Oktober.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Vicky Amin

Vicky Amin @vicky.amin632

A traveler, budding travel writer, and amateur author. Writing is my way to redo my amazing journey all over again. I started "Cheating the World" project and with it, I've made two of my annual trips in a form of a book: "Cheating Southern Vietnam", and "Cheating Hong Kong & Macau" (still in Bahasa Indonesia, sorry...). Japan? Of course it's on top of my writing list. It was too good to not be recorded.

Artikel asli oleh Jose Manuel Zardain

Tinggalkan komentar