Hotel Bertema Teh 1899 Tokyo

Merasakan budaya teh ala Jepang masa kini

Oleh Sarah Koh   

Berpusat pada budaya teh, Hotel 1899 Tokyo menawarkan penginapan modern yang nyaman dan menenangkan untuk menikmati teh Jepang kepada para tamu.

Nikmati berbagai variasi teh dan hidangan nikmat terinspirasi dari teh di Deli & Bar milik Hotel 1899 Tokyo (Foto: Sarah Koh)
Nikmati berbagai variasi teh dan hidangan nikmat terinspirasi dari teh di Deli & Bar milik Hotel 1899 Tokyo (Foto: Sarah Koh)

Terletak di Shinbashi, Distrik Minato, tepat di pusat Tokyo, lokasi Hotel 1899 yang strategis menyediakan akses yang mudah untuk menjelajahi tempat wisata seperti Tokyo Tower dan Gedung Parlemen Jepang - tetapi di saat yang bersamaan juga merupakan tempat yang cukup tersembunyi untuk bersantai. Hotel 1899 dikelola oleh Hotel Ryumeikan Tokyo dan mulai beroperasi pada tahun 1899, sehingga memiliki nama seperti ini.

Sorotan utama saat menginap

Merasakan budaya teh Jepang dari kenyamanan penginapan Anda (Foto: Sarah Koh)
Merasakan budaya teh Jepang dari kenyamanan penginapan Anda (Foto: Sarah Koh)

Hotel 1899 memiliki ahli teh tersendiri yang akan menghidangkan teh sesuai dengan preferensi tamu. Penikmat teh atau bukan, ada 4 jenis teh seperti sencha, bancha, gyokuro, dan wakoucha yang disajikan dalam 10 variasi dari keempat teh tersebut secara bergantian setiap harinya untuk Anda cicipi. Sebagai hotel bertema teh, Hotel 1899 Tokyo juga menyediakan racikan teh khusus mereka.

Desain interior yang menyempurnakan tema hotel.

Desain interior dengan elemen rumah teh khas Jepang (Foto: Sarah Koh)
Desain interior dengan elemen rumah teh khas Jepang (Foto: Sarah Koh)

Menyesuaikan dengan tema hotel, desain dari 35 kamar hotel di sini terinspirasi dari rumah teh khas Jepang dengan elemen seperti engawa dan iori yang bisa diamati dari desain kursi dan balkonnya. Ruangan dilengkapi dengan variasi nuansa coklat dan hijau yang menenangkan, juga lampu berbentuk kocokan teh dari bambu untuk melengkapi penampilannya.

Selangkah lebih jauh dengan keramahtamahan.

Teh disajikan di area penyambutan (Foto: Sarah Koh)
Teh disajikan di area penyambutan (Foto: Sarah Koh)

Untuk Anda yang mempertanyakan tentang fasilitas hotel yang tersedia, setiap kamar memiliki fasilitas lengkap seperti yang Anda bayangkan, termasuk Wi-Fi gratis. Hotel 1899 Tokyo menawarkan keramahtamahan selangkah lebih jauh lagi dengan menyediakan telepon genggam dengan paket data tidak terbatas dan telepon lokal gratis. Perlengkapan mandi yang tersedia diinfus dengan aroma teh hijau untuk melengkapi pengalaman menginap Anda. Produk perawatan diri seperti lotion muka, pembersih, dan gel rambut juga disediakan di samping produk standar yang biasa tersedia di hotel.

Bukan orang yang biasa bangun pagi? Anda akan menjadi "orang pagi" karena pilihan sarapan Hotel 1899

Hidangan yang banyak dan sehat dari Deli & Bar (Foto: Sarah Koh)
Hidangan yang banyak dan sehat dari Deli & Bar (Foto: Sarah Koh)

Setelah Anda bangun dari istirahat malam yang menyegarkan, turunlah menuju Deli & Bar di dalam hotel untuk menikmati buffet sarapan yang lezat, yang termasuk dalam paket menginap. Menu sarapan menonjolkan hidangan yang diolah menggunakan teh dan manisan rasa teh. Hidangan untuk vegetarian pun tersedia.

Teh matcha dan kudapan (Foto: Sarah Koh)
Teh matcha dan kudapan (Foto: Sarah Koh)

Jika Anda seorang pencinta teh, Anda harus menginap di Hotel 1899 Tokyo minimal sekali untuk merasakan budaya teh sambil mengisi kembali tenaga Anda untuk petualangan di hari esok. Jika Anda bukan seorang pencinta teh, ini merupakan cara yang luar biasa untuk merasakan betapa pentingnya teh dalam budaya Jepang.

Cara ke sana

Berjalan selama 6 menit dari stasiun Onarimon, pintu keluar A3 (jalur Mita). Jika anda datang dari stasiun Shinbashi, hotel bisa dicapai dalam waktu 10 menit berjalan dari pintu keluar 8. Jika anda datang dari stasiun Daimon, hotel bisa dicapai dalam waktu 10 menit berjalan dari pintu keluar A2.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Meytrizha Surjanto

Meytrizha Surjanto @meytrizha.surjanto

Artikel asli oleh Sarah Koh

Tinggalkan komentar