Berkunjung ke Museum of Yebisu Beer

Mencicipi ‘limited edition’ beer tertua Jepang

Oleh Fransiska Ken   25 Jul 2015

Belum afdol rasanya kalau anda pecinta beer tapi tidak mampir ke Museum of Yebisu Beer yang berada di Tokyo, tepatnya di Yebisu kawasan Shibuya dan satu area dengan Yebisu Garden Place yang dulu merupakan pabrik tempat pembuatan beer itu sendiri. . Museum yang baru berdiri tahun 2010 ini didirikan dalam rangka memperingati ulang tahun Yebisu Beer yang ke–120. Di Museum ini banyak sekali informasi penting seputar pembuatan beer dan sejarah dari Yebisu beer itu sendiri.

Yebisu Beer merupakan salah satu beer tertua di Jepang yang dibuat pada tahun 1890. Walaupun pabriknya saat ini berada di prefektur Chiba namun area Yebisu (sebelumnya bernama Ebisu) tetap dijadikan lokasi Museum of Yebisu Beer karena pabriknya dulu berada di kawasan ini yang di produksi oleh Japan Beer Brewery Company. Saat ini Yebisu Beer di produksi oleh Sapporo Brewery.

Didalam museum terdapat Memorial Room dan Galery yang menjadi tempat penyimpanan sekaligus menjadi media untuk menjelaskan proses dan sejarah Yebisu Beer. Untuk masuk ke museum memang tidak dikenakan biaya alias gratis namun kalau anda ingin benar-benar tahu sejarah Yebisu Beer secara detail plus mencicipi aneka varian Yebisu Beer bisa bergabung bersama tour selama 40 menit dengan biaya ¥500.

Selain gallery terdapat ruangan lain yang digunakan untuk mempelajari mengenai proses pembuatan beer (Brewery Studies) dengan penjelasan menarik sedangkan untuk mencicipi beer nya sendiri tersedia di Testing Lounge dimana kita bisa mencicipi 4 macam varian dari Yebisu Beer juga aneka softdrink lainnya yang di produksi oleh Sapporo Brewery. Segelas kecil beer seharga ¥200 dan dengan ¥400 bisa mendapatkan sample beer edisi terbatas yang susah ditemui di tempat lain.

Museum ini dibuka untuk umum dari pukul 11 pagi hingga jam 7 malam. Seperti kebanyakan museum di Tokyo maka museum ini tutup di hari Senin. Lokasinya hanya berjarak sekitar 5 menit dari stasion Ebisu.

Ditulis oleh Fransiska Ken
JapanTravel Member

Tinggalkan komentar