Gunung Miune

Gunung tertinggi kedua di Lembah Iya

Oleh Yonatan Friis   

Dengan ketinggian 1893 meter, Gunung Miune adalah gunung tertinggi kedua di Lembah Iya yang terpencil di Shikoku - tingginya hanya 62 meter lebih rendah dari tetangganya, Gunung Tsurugi, yang merupakan gunung paling populer di antara para pengunjung Lembah Iya. Namun, dengan transportasi umum, Gunung Miune adalah yang paling mudah diakses di antara kedua gunung tersebut. Kelebihan lainnya, pengunjung Gunung Miune tidak sebanyak Gunung Tsurugi! Ini akan memberi Anda pengalaman mendaki gunung yang lebih otentik.

Tidak banyak bus yang melewati Lembah Iya. Pada hari-hari kerja, bus-bus tersebut hanya akan mengantar penumpang sampai Nagoro, yang juga dikenal sebagai Desa Orang-orangan Sawah (karena ada banyak orang-orangan sawah seukuran manusia yang memenuhi seluruh desa). Nagoro terletak di kaki Gunung Miune. Dari sini, Anda dapat mulai mendaki gunung dengan menyusuri jalur pendakian utama yang berada di dekat sebuah perkemahan kecil yang juga berfungsi sebagai tempat parkir. Tempat parkir lain terletak di ujung jalan tanah yang akan membawa Anda lebih tinggi lagi ke atas gunung, sehingga tempat parkir ini menjadi sarana bagi orang-orang yang datang dengan mobil agar bisa memulai pendakian mereka lebih dekat dari puncak gunung.

Pendakian dari Nagoro ke puncak gunung butuh waktu sekitar 3 jam, jadi jika Anda memulai pendakian lebih awal, Anda dapat kembali ke Nagoro dan naik bus untuk pulang sebelum bus berhenti beroperasi di malam hari. Namun, di puncak gunung tersebut juga terdapat sebuah pondok yang bisa digunakan sejumlah besar kelompok pendaki untuk beristirahat dan bahkan bermalam di sana. Pondok itu terbilang baru dan modern. karena dibangun baru-baru ini setelah pondok yang lama rusak akibat badai. Tepat di sebelah pondok terdapat sebuah danau kecil yang tertutup salju selama musim dingin. Jadi berhati-hatilah jika Anda mengunjungi Gunung Miune selama musim dingin!

Jalur pendakian di Gunung Miune tidak ditandai dengan baik sehingga Anda juga harus berhati-hati saat agar tidak tersesat. Karena sebagian besar jalur pendakian dikelilingi oleh hutan, kebanyakan penanda yang digunakan adalah pita berwarna yang diikatkan di batang pohon. Di beberapa tempat terdapat pagar yang mencegah Anda mengambil jalur yang salah, jadi pastikan Anda mengambil jalur yang benar. Pada hari-hari yang mendung, Anda akan mendapati diri dikelilingi oleh kabut ketika perlahan semakin mendekat ke puncak. Ada kalanya Anda terbebas dari kabut tersebut, tapi sayangnya, kabut tersebut kemungkinan besar akan menghalangi pandangan.

Semakin dekat ke puncak gunung, pohon-pohon di sekitar akan secara bertahap menghilang, sehingga Anda bisa menikmati indahnya pemandangan di sana. Tetapi dari titik tersebut hingga ke atas akan membuat pendakian lebih berbahaya karena jalan setapaknya terdiri dari batu-batu licin yang mengharuskan Anda untuk melihat ke bawah, karena sangat penting bagi untuk menjaga keseimbangan. Gunung tersebut sangat curam, jadi satu langkah yang salah bisa berakibat fatal. Selama musim-musim yang lebih hangat, puncak gunung akan tertutup oleh rumput-rumput tinggi yang membuat Anda lebih sulit menemukan jalan setapak dan tempat berpijak. Rumput-rumput tersebut, bagaimanapun juga, adalah yang membuat Gunung Miune memiliki pemandangan yang spektakuler saat Anda akhirnya sampai di puncak, karena membuat seluruh gunung terlihat seperti padang yang bergelombang. Mungkin Anda akan melihat beberapa rusa yang hidup di gunung -- yang mungkin akan menjadi satu-satunya makhluk hidup yang bisa Anda lihat selama pendakian. Ketika sampai di puncak Anda mungkin akan sendirian, jadi selamat menikmati keheningan dan pemandangan menakjubkan Lembah Iya!

Cara ke sana

Naiklah bus dari Ikeda atau Oboke ke Kubo. Setelah itu, naiklah bus yang akan mengantarkan Anda ke Nagoro. Di akhir pekan dan hari libur dari bulan April sampai November, bus-bus tersebut juga akan mengantarkan Anda sampai ke Minokoshi: kaki Gunung Tsurugi.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Artikel asli oleh Yonatan Friis

Tinggalkan komentar