Awa Odori Kaikan

Tonton dan menari Awa Odori sepanjang tahun!

Oleh Naoko Takeuchi   

Awa Odori adalah salah satu festival tari bon paling terkenal yang diadakan pada bulan Agustus di Tokushima. Lebih dari 1,3 juta pengunjung datang untuk melihat festival tari ini setiap musim panas. Bahkan di luar musim, Tarian Awa ini dapat dinikmati sepanjang tahun di Awa Odori Kaikan. Awa Odori Kaikan mudah diakses dari stasiun JR Tokushima.

Lantai pertama adalah pusat informasi dan area belanja. Kita dapat memperoleh informasi perjalanan dan makanan dan produk lokal di sini.

Lantai kedua adalah tempat utama: Awa Odori Exhibition Hall. Di aula ini, kita bisa melihat Awa Odori dan bergabung dengan para penari di atas panggung. Jangan khawatir, seorang penari akan mengajari Anda bagaimana caranya menari. Sangat mudah untuk menari Awa Odori. Sebuah puisi terkenal mengatakan: "Jika Anda mengangkat tangan dan menggerakkan kaki Anda, itu adalah Tari Awa!" Yuk kita menari Awa Odori dan bersenang-senang!

Setelah menikmati pertunjukan panggung, Anda dapat belajar tentang sejarah Awa Odori di museum pada lantai 3.

Pertunjukan siang hari

Jam: 14:00, 15:00, 16:00 (11:00 Sabtu, Minggu, dan hari libur saja)

Tutup: Setiap Rabu ke-2 dan ke-4 di setiap bulannya. (Jika jatuh pada hari libur, tutup pada hari berikutnya). Juga tutup pada 28 Desember - 3 Januari.

Biaya: Dewasa: 500 yen, siswa SD atau SMP: 250 yen

Waktu pertunjukan: 40 menit

Pertunjukan malam

Jam: 20:00—20:50

Tutup: Setiap Rabu ke-2 dan ke-4 di setiap bulannya. (Jika jatuh pada hari libur, tutup pada hari berikutnya). Juga tutup pada 21 Desember - 10 Januari.

Biaya: Dewasa 700 yen, siswa SD atau SMP: 350 yen

Waktu pertunjukan: 50 menit

Museum Awa Odori

Jam: 9:00-17: 00

Tutup: Setiap Rabu ke-2 dan ke-4 di setiap bulannya. (Jika jatuh pada hari libur, tutup pada hari berikutnya). Juga tutup pada 28 Desember - 3 Januari.

Biaya: Dewasa: 300 yen, Siswa SD/SMP: 150 yen.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Febry Fawzi

Febry Fawzi @febry.fawzi

Indonesian who loves to travel and dreams to be a world nomad. Loves visual arts and tells the story by words.

Artikel asli oleh Naoko Takeuchi

Tinggalkan komentar